Referensiers ysh. Ada satu budaya di Bali, yaitu 'potong gigi', ketika memasuki usia dewasa. Sampai sekarang saya juga masih mencari tamsil dari 'patah taring' bagi Ganeca, sang dewa ilmu pengetahuan. Indonesia juga seharusnya makin dewasa setelah Timtim dan Sipadan-Ligitan lepas dari teritorial kita.
Pada tahun 2006 untuk pertama kali tercatat pertumbuhan negatif penduduk Jepang. Ketika sempat stagnan beberapa abad, kesertaan pada beberapa perang sampai pada WW2 justru meningkatkan pertumbuhan secara eksponensial hanya dalam hitungan puluhan tahun. Namun sejak bubble economic, pertumbuhan ini menurun signifikan, dan mencapai puncaknya pada 2006 ketika malah menjadi negatif. Pada tahun 2006 itu saya bertemu Prof Takashi Onishi dari Tokyo University, gurunya Jehan-Pradono-Puspita-Vera. Saya tanya kecenderungan ini, dijawab bahwa itu kecenderungan baik karena ada optimasi pemanfaatan fasilitas, namun juga sekaligus memprihatinkan untuk masa depan Jepang. Saya tanya lebih lanjut berapa selayaknya jumlah penduduk Jepang yang saat itu berjumlah hampir 128 juta. Dijawab oleh Onishi, untuk layak dan nyaman, yaah sekitar 100 juta. Sesuai dengan program kita, hari ini kita sudah 500 dari semula 700. Jadi sudah masuk dalam kategori kota menengah yang 'optimal'. Untuk masuk ke kota yang 'ideal', kita akan masuk ke tahap 4, supaya 300. Siapa bilang 'kota' tidak bisa 'dikendalikan'? Dalam beberapa bulan ke depan saya akan mengefektifkan 'Mazhab Yogya' dan '(Mazhab) Bandung', serta kemungkinan munculnya 'mazhab' lain. Dalam arti saya akan 'mengobservasi' pertumbuhan pemikiran di antara kita. Ini juga berarti selain mengefektifkan kopi darat, dalam kesempatan yang ada saya akan melakukan kunjungan-kunjungan pribadi ke beberapa rekan dan tokoh, mengumpulkan informasi secara langsung, ke Bandung, Yogya, dan siapa tahu ada yang mengajak ke Paris dan Chicago. Bulan Maret mendatang mudah-mudahan dimulai ke Yogya. Pak Risfan emailnya redundance terus setiap 15 menit, sementara saya moderasi dulu, namun keep posting pak. Untuk Bu Yati, ibu tentunya selalu ada dalam hati saya. Sementara demikian dulu. Salam. an.Mods, -ekadj

