Pak Djarot, terima kasih sebelumnya. Kalau boleh dari sekarang sudah
disiapkan pak rekan-rekan yang sealiran itu. Saya hanya silaturrahmi
saja dan berusaha sepasif dan seobyektif mungkin. Kalau ada
agenda-agenda ilmiah beberapa bulan ke depan, mudah-mudahan dapat
diumumkan, siapa tahu ada rekan-rekan di milis yang berkenan mengikuti.
Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote:
>
> Pak Eka san sahabats,
>
> Jika memang ada rencana kopi darat di Jogja saya siap terlibat karena
memang harus terlibat sebaik-baiknya. Seperti pesan pak Deden kepada
saya via chatting, milis itu penting tetapi akan sangat bermanfaat jika
ujungnya juga publikasi. Nah, kita tentunya juga akan semakin kuat
menuju ke arah itu ya.
>
> Salam,
>
>
>
> Djarot Purbadi
>
>
>
> http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
>
> http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
>
> http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com
>
> --- On Tue, 2/2/10, - ekadj 4ek...@... wrote:
>
> From: - ekadj 4ek...@...
> Subject: [referensi] our progress [2 Attachments]
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, February 2, 2010, 11:21 PM
>
> Referensiers ysh.
> Ada satu budaya di Bali, yaitu 'potong gigi', ketika memasuki usia
dewasa. Sampai sekarang saya juga masih mencari tamsil dari 'patah
taring' bagi Ganeca, sang dewa ilmu pengetahuan. Indonesia juga
seharusnya makin dewasa setelah Timtim dan Sipadan-Ligitan lepas dari
teritorial kita.
>
> Pada tahun 2006 untuk pertama kali tercatat pertumbuhan negatif
penduduk Jepang. Ketika sempat stagnan beberapa abad, kesertaan pada
beberapa perang sampai pada WW2 justru meningkatkan pertumbuhan secara
eksponensial hanya dalam hitungan puluhan tahun. Namun sejak bubble
economic, pertumbuhan ini menurun signifikan, dan mencapai puncaknya
pada 2006 ketika malah menjadi negatif. Pada tahun 2006 itu saya bertemu
Prof Takashi Onishi dari Tokyo University, gurunya Jehan-Pradono-
Puspita-Vera. Saya tanya kecenderungan ini, dijawab bahwa itu
kecenderungan baik karena ada optimasi pemanfaatan fasilitas, namun juga
sekaligus memprihatinkan untuk masa depan Jepang. Saya tanya lebih
lanjut berapa selayaknya jumlah penduduk Jepang yang saat itu berjumlah
hampir 128 juta. Dijawab oleh Onishi, untuk layak dan nyaman, yaah
sekitar 100 juta.
>
> Sesuai dengan program kita, hari ini kita sudah 500 dari semula 700.
Jadi sudah masuk dalam kategori kota menengah yang 'optimal'. Untuk
masuk ke kota yang 'ideal', kita akan masuk ke tahap 4, supaya 300.
Siapa bilang 'kota' tidak bisa 'dikendalikan'?
>
> Â
> Dalam beberapa bulan ke depan saya akan mengefektifkan 'Mazhab Yogya'
dan '(Mazhab) Bandung', serta kemungkinan munculnya 'mazhab' lain. Dalam
arti saya akan 'mengobservasi' pertumbuhan pemikiran di antara kita. Ini
juga berarti selain mengefektifkan kopi darat, dalam kesempatan yang ada
saya akan melakukan kunjungan-kunjungan pribadi ke beberapa rekan dan
tokoh, mengumpulkan informasi secara langsung, ke Bandung, Yogya, dan
siapa tahu ada yang mengajak ke Paris dan Chicago. Bulan Maret mendatang
mudah-mudahan dimulai ke Yogya.
>
> Â
> Pak Risfan emailnya redundance terus setiap 15 menit, sementara saya
moderasi dulu, namun keep posting pak.
> Untuk Bu Yati, ibu tentunya selalu ada dalam hati saya.
> Â
> Sementara demikian dulu. Salam.
> Â
> an.Mods,
> -ekadj
>



Kirim email ke