H. Andri, simbol audio juga digunakan banyak suku di dunia dan nusantara, mulai menggunakan tepukan di kulit kerbau dan kambing di Jawa sampai dengan tepukan di kulit manusia di Aceh. Simbol suara juga digunakan di Papua dan Timor, terutama pada masyarakat peramu. Terakhir simbol audio ini juga berpengaruh digunakan di gedung DPR kita, terutama suara ketukan di meja serta dari balkon pengamat. Banyak masyarakat terutama di milis ini menggunakan kemampuan mengirim dan menangkap simbol audio melalui media semilir angin, atau kata mas Ebit: katakanlah melalui rumput yang bergoyang.
Beberapa suku Indian di Amerika menggunakan simbol asap, belakangan teknik ini digunakan meluas masyarakat kita di Kalimantan dan Riau, pesannya bisa sampai ke negara tetangga. Begitu juga melalui bau, rasa, dan apa pun yang bisa ditangkap panca indera. Jadi memang banyak teknik dan media simbol itu, sehingga membutuhkan kepandaian juga untuk menangkap pesannya. Salam. -ekadj --- In [email protected], mand...@... wrote: > > H. EKADJ: > Pak Djarot dan rekan2 ysh, saya harap bapak sudah mulai baca-baca TheLost Symbol pada weekend ini (untuk Cak Andri, anda sudah sampai halamanberapa?). > > CA: > Audiobooknya belum nampak di R**share, Uda H. Eka, jadi saya belum dengar (bukan baca;) > > Salam, > CA

