Dalam diskusi tentang (Bangun Apa?) Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan Rakyat 
Lokal, kelihatannya sangat seru. 
Sementara rekan2 berdiskusi tentang Pulau terluar, saya diajak diskusi dengan 
masyarakat petani Humbang Hasundutan yang hutan kemenyan mereka yang sudah 
beratus tahun turun temurun dari nenek moyang mereka, tiba2 digunduli dengan 
alat2 berat oleh PT Toba PulpLestari, suatu perusahaan yang menghasilkan bubur 
kertas. Cukup mengesankan juga bagaimana aparat dari Polres pun ikut menjaga 
agar jangan dihalangi oleh masyarakat. Ketika masyarakat minta perlindungan 
kepada bupati, bupati angkat tangan karena ini langsung dari Departemen 
Kehutanan.
Akhirnya, saya coba ikut mendengar dan mencoba menggali informasi apa langkah 
yang sudah mereka lakukan. Ternyata mencengangkan, sudah 3O tahun mereka 
berjuang, tak kunjung selesai.
Pada pertemuan itu, saya tidak menyebutkan diri saya sebagai planner, takut 
malu2in planner lain, dan ini pun sedikit berbisik di forum ini, dengan harapan 
jangan sampai diberi tahu ke yang lain, terutama yang bukan planner.
Ada banyak kasus sejenis yang menimpa rakyat kita di daerah, tanpa mereka bisa 
berbuat apapun, dari mulai kasus Penggungulan Hutan Rakyat, sampai pada 
penyingkiran pedagang atau pasar tradisional dengan masuknya pusat perbelanjaan 
modern, tersingkirnya pedagang kecil yang sudah puluhan tahun berjualan di 
suatu tempat dan sesungguhnya mereka itu yang membuat pasar sangat dikenal oleh 
masyarakat, namun akhirnya, dengan diawali adanya kebakaran di pagi subuh yang 
disebabkan arus  pendek listrik (Indonesia memang negeri yang sangat luar 
biasa, sampai2 listrik saja pun cukup tahu kapan akan melakukan arus pendek 
supaya tidak mencelakakan banyak jiwa], kemudian akhirnya mereka direlokasi, 
tapi ketika akan membeli kios yang sudah direnovasi, tak mampu lagi karena 
sudah semakin meningkat harganya.
Mungkin masih ada rekan yang cukup punya resep jitu untuk menyelesaikan 
permasalahan seperti ini.
Terima kasih
Salam
Hot Asi Simamora





________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, March 28, 2010 16:41:28
Subject: Re: [referensi] Re: (Bangun Apa?) Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan 
Rakyat Lokal

  
Saya memang tdk merasa planner dan tdk malu mengatakan bahwa ide2
pengembangan pulau2 terluar yg dibuat pusat itu omong kosong. Tdk
didasarkan kenyataan di lapangan. Program2 yg ada saat ini buang2 duit
aja.
Kita
berkewajiban utk mempertahankannya dr okupasi, tentunya dgn
mengembangkan pulau2 besar terdekat. Mereka inilah yg menjaga pulau2
terluar. Mana mungkin hanya mengandalkan TNI. Silahkan and datang
kesana utk melihat kenyataan yg ada. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!
________________________________

From:  hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> 
Date: Sun, 28 Mar 2010 02:35:24 -0700 (PDT)
To: referensi<refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] Re: (Bangun Apa?) Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan 
Rakyat Lokal
  
 

 



________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, March 28, 2010 16:41:28
Subject: Re: [referensi] Re: (Bangun Apa?) Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan 
Rakyat Lokal

  
Saya memang tdk merasa planner dan tdk malu mengatakan bahwa ide2 pengembangan 
pulau2 terluar yg dibuat pusat itu omong kosong. Tdk didasarkan kenyataan di 
lapangan. Program2 yg ada saat ini buang2 duit aja.
Kita berkewajiban utk mempertahankannya dr okupasi, tentunya dgn mengembangkan 
pulau2 besar terdekat. Mereka inilah yg menjaga pulau2 terluar. Mana mungkin 
hanya mengandalkan TNI. Silahkan and datang kesana utk melihat kenyataan yg 
ada. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!
________________________________

From:  hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> 
Date: Sun, 28 Mar 2010 02:35:24 -0700 (PDT)
To: referensi<refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] Re: (Bangun Apa?) Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan 
Rakyat Lokal
  
Mengurus pulau2 terluar (92 buah?) utk konteks Indonesia memang bukan pekerjaan 
yg amat menyenangkan  ....tetapi itu adlh kewajiban negara yg tak enak namun 
suci ......janganlah ketika suatu saat nanti salah satu pulau terluar kita 
dicaplok orang lain (mudah2an tak akan terjadi)  lalu pertanyaan “mau bangun 
apa dipulau terluar” (walau tak ada pretensi negatip dari pertanyaan ini )  
ingin tidak dikecam orang....... ...  
Sebuah keluarga yg memiliki 7 anak lalu yg 2 orang cacat/ lumpuhpun belum  
tentu si orangtua lalu menyia2kan yg cacat dan tak mau mengurusnya walau mereka 
sadar itu hanya akan membuang tenaga dan biaya saja........ ..   
Urusan perbatasan/ pulau terluar kalau hanya dgn Malaysia atau SIngapura saja 
sih masih mending ......coba bgmn kalau urusannya dgn Australia yg masih ada 
kaitannya  dgn ‘british rules the waves’ itu ......kita tahu pulau terpencil 
Christmas punya Australia  walau amat terpencil namun lumayan bisa utk basis 
pertahanan mereka hanya krn sejarah ‘rules the waves’ itu  ....... ‘sengketa’ 
pulau Pasir/Ashmore Reef di Timor bukan perkara mudah utk dimenangkan 
Indonesia... .........  
Memang benar pertanyaannya  ..... kalau Cuma berupa gundukan batukarang  tanpa 
sumber air mau bangun apa dipulau terluar?.... ....tapi pertanyaan demikian 
kalau sampai dilontarkan oleh seorang planner sebaiknya jangan kenceng2 
......takut terdengar oleh masyarakat non-planner diluar sana........ .  
Mengelola pulau terluar seberapapun berat, seberapapun miskin dan amat tak 
menguntungkan kondisinya .......ada 2 aspek kepentingan yg sama/ berbeda antara 
negara sebagai pemiliknya (sektor hankam sbg yg paling waswas) dan pihak2 yg 
ingin/ mau mengelolanya. .......  
Bagi negara..... asalkan jelas bhw pulau itu dikelola dan secara hukum 
internasional ia semakin jelas posisinya sbg milik Indonesia dan semakin jauh 
kemungkinannya dari sengketa dgn negara tetangga ......walau secara material 
brkali tidak terlampau menguntungkan misalnya ...itu tentu masih bagus dan 
bersyukur bagi negara kita.......  
Bagi  swasta (lokal/ asing) yg berminat  mengelolanya  ........tentu setidaknya 
terdapat  alasan  positip kuat  sebagai landasannya. ...... utk kasus pulau 
Nipah misalnya... kalau benar Singapura akan menyewa/ mengelolanya ........satu 
plus point awal adalah setidaknya ...kalau ia mau dibuat sbg resort  pariwisata 
 ......setidaknya penduduk Singapura akan bosan kalau setiap kali harus hanya 
berurusan dgn pulau2 mereka sendiri yg itu2  terus .....utk petualangan sport 
boating misalnya  ......pulau2 mereka sendiri jaraknya terlampau dekat sehingga 
kurang ada ‘tantangan’nya  .....sementara itu kalau pulau Nipah jaraknya jelas 
‘lumayan’ (tapi tidak terlampau jauh) dan  masih ada lumayan  
‘tantangannya’..... 
Masalah air bersih dll tentu sdh menjadi kalkulasi ......  
Utk pulau2 terluar kita yg lain  ......bagi kita... sinar matahari yg sehari2 
memanggang kita rasanya  sudah bukan lagi sesuatu yg istimewa atau malahan 
menjadi semacam ‘musuh’ (kita perlu peneduh, payung, sunscreen dsb) .......tapi 
bagi orang2 Inggris, AS atau Eropa Utara ......matahari sepanjang tahun adalah 
‘keajaiban’ yg luar biasa .......dgn uang yg melimpah mereka akan memburunya 
sambil berlibur.... ..... 
Kalau misalnya dipakai utk resort pariwisata .......pulau yg tak dihuni malah 
memberi keuntungan  yg lumayan ....setidaknya investor yg utk proyek wisatanya 
nanti akan kedatangan wisman2 ya berbikini .....mereka tak perlu pusing 
menghadapi demo oleh penduduk asli yg macam model FPI..... yg tentunya 
menghendaki wisman  harus berpakaian brukut tidak keliatan auratnya.... .... 
Utk pulau tak berpenghuni ......arsiteknya  bisa amat leluasa merancang desain 
proyeknya tanpa hrs pusing memikirkan titik singgungnya dgn kawasnpenduduk 
lokal ........keperluan air bersihpun tentu sudah masuk dlm kalkulasi teknik/ 
financing  ....... investor tinggal memasarkan ‘pulau’nya melalui internet dgn 
selling point  ‘pulau yg dijamin amat terpencil’ dan menjadi ‘surga 
dunia’........salam,  
aby 
   
  
-----Original Message-----
From: i_gume...@.. ....>
Date: Sun, 28 Mar 2010 06:56:41 
To: <refere...@yahoogrou ps.com>; <watashi...@yahoo. com>
Subject: Re: [referensi] Fw: Re: [plbpm] (Tgp)
InvestasiDikhawatir kanPinggirkan Rakyat Lokal

Mau bangun apa di pulau terluar? Di kepri, dr 19 yang bisa dihuni cuma 2. Yang 
lain cuma gundukan batu karang, dgn beberapa pohon,  tdk ada air.
 
 
 
  

 


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke