Sahabat Referensiers,
Ngomong-ngomong tentang ERP, saya jadi teringat cerita ringan John Kim yang
memberikan ilustrasi tentang road pricing.. sudah lama sekali... Cerita ini
tidak persis apa yang disampaikannya, tapi sekedar nuansa dari
cerita tersebut.
Argumentasi dasar “pricing” untuk mengatasi ruas jalan yang macet (road
congestion) diambil dari konsep Pigou (1920). Ketika jalan lancar tak ada
kemacetan maka biaya perjalan (private cost) yang dikeluarkan oleh individu
adalah normal-normal  saja, seperti  biaya waktu dan bahan bakar.  Individu
dengan kendaraannya hanya memikirkan “private cost” diri sendiri saja tanpa
memikirkan tambahan cost bagi orang lain (marginal private cost). Gue banget
deh, mungkin begitu istilah bahasa gaulnya.

Kalau kendaraan semakin banyak di sebuah ruas jalan, kehadiran  kendaraan
uda Eka misalnya akan menambah biaya marginal (marginal private cost) orang
lain, dan kendaraan orang lain menambah biaya marginal kita karena harus
sedikit lebih lambat, lebih hati-hati agar tidak senggolan. Biaya waktu
(travel time) sedikit bertambah lah.

Ketika terjadi macet berat, maka yang bertambah bukan hanya marginal private
cost à rata-rata private cost bertambah, tetapi juga marginal social cost.
Ya lah, polusi udara semakin terkonsentrasi, sumpah serapah “kebon binatang”
keluar deh. Dalam keadaan macet berat, marginal social cost  lebih tinggi
dibandingkan rata-rata “private cost”.

Agar permintaan terhadap ruas jalan yang macet tersebut kembali normal, maka
secara konseptual, kendaraan yang masuk harus dibebani “pajak masuk”  sebesar
selisih antara “marginal social cost” dan rata-rata “private cost”.

Bagaimana kira-kira menghitung tambahan biaya perjalanan yang hilang (time
value of money) akibat kemacetan untuk dimasukkan sebagai salah satu elemen
dalam  “pricing”?  Miss Anne bilang bahwa dia kerja sebagai manager di
perusahaan yang berkantor di salah satu gedung sepanjang Thamrin-Sudirman.
“Hitung sajalah kalau saya telat setengah jam” kata miss Anne yang cantik
dan modis itu.

Wow, upah atau gaji Miss Anne per jam pasti lebih tinggi dong dibandingkan
upah per jam mbak Bariah sebagai tenaga SPG DVD bajakan di ITC Mangga Dua.
Jadi “pricing” untuk Sudirman-Thamrin beda dong dengan jalan sepanjang
Harmoni- ITC Mangga Dua? Wallahualam.

Have a nice week end

Nuzul Achjar

Kirim email ke