Dear Cak Andri
 
Pertanyaan Cak Andri memang sering dilontarkan banyak orang. 
Pandangan saya, kota itu aglomerasi ekonomi, jadi segala fungsi ekonomi 
"tumblek bleg" di kota. Semakin besar kota semakin banyak juga variasi ekonomi 
"tumblek bleg" di kota. Yang membedakan kota satu dengan lainnya selain besaran 
kota tadi, adalah lokasinya. Kalau lokasinya di dataran tinggi yang kebetulan 
ada banyak objek wisata, maka ada tambahan fungsi pariwisata, atau ada 
khas-khas lainnya yang membedakan.
 
Jadi fungsi kota itu tidak bisa dibagi-bagi hanya satu atau beberapa fungsi 
saja, misalnya kota fungsi pariwisata saja, atau kota pendidikan saja, ataupun 
hanya 2 fungsi saja. Kota yang demikian justru tidak langgeng (sustain). Ingat 
prinsip-prinsip lingkungan bahwa semakin tingggi keanekaragaman, akan semakin 
langgeng.
 
Soal kemacetan lalu lintas dan segala kesemrawutan kota itu tidak disebabkan 
oleh banyaknya fungsi, tetapi itu soal manajemen saja. Kota besar bisa  di 
manage dengan prinsip : maximum transaction, minimum traffic (dengan teknoologi 
dan inovasi tentunya), sehingga tidak menyebabkan kesemrawutan seperti sekarang 
ini.
 
Thanks. CU. BTS.
 


--- Pada Rab, 16/6/10, [email protected] <[email protected]> menulis:


Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: [referensi] Penumpukan Fungsi-fungsi Kota di Jakarta
Kepada: "ITB" <[email protected]>, "IA-ITB Asli" <[email protected]>, "Kuyasipil" 
<[email protected]>, "Referensi" <[email protected]>, 
"Futurologi" <[email protected]>, "Indonesia" 
<[email protected]>, "Galia-Sipil" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 16 Juni, 2010, 4:51 AM


Rekan-rekan yth.,

Berikut cuplikan diskusi ringan dan santai di milis [email protected] dan milis 
baru alumni ITB ([email protected]). Semoga berkenan memberikan tanggapan.

CA:
Bagaimana bila Bandung jadi kota pemerintahan saja? :-) Dan fungsi-fungsi 
(ibu)kota lain hendaknya didistribusikan, misalnya, kota pelabuhan di Sabang, 
kota artis di Jakarta, kota ekonomi di Sorong, ibukota di Tomohon. 
Fungsi-fungsi Ibukota harus dibagi, jangan tumplek blek di satu tempat saja, ya 
macet... :>

AP:
kan orangnya sama-sama juga, mantan artis jadi pejabat, pengusaha jadi pejabat, 
anak pengusaha jadi artis, anak pejabat jadi artis.. ;) tumplek bleg deh.. 

CA:
Ya, begitulah. :-) Dan penumpukan fungsi ibukota di satu tempat ini ibarat 
menaruh semua telur dalam satu keranjang. 

Bila keranjang telur tersebut jatuh (misalnya karena ada gempa > 8.5 SR di 
Jakarta), maka telur akan pecah semua (orang-orang pinter dan berbakat 
Indonesia pada tewas, gedung-gedung pemerintahan skala nasional hancur, dlsb.). 
Dan yang rugi pasti se-Indonesia Raya.

Sebaliknya, kalau keranjangnya tidak jatuh, telurnya biasanya dimakan sendiri 
oleh empunya keranjang ... yang biasanya masih berdomisili di dalam radius 100 
km dari Monas. :p

Worst comes to worst, kalau dia ngutang, gagal bayar, lalu "kabur" sehingga 
dikhawatirkan berdampak "sistemik", maka terpaksalah utang tersebut ditanggung 
renteng dari Sabang sampai Merauke... ;>

Salam,
CA
BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur®

------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links





Kirim email ke