Ibu Cut Safana ysh, Sambil menunggu tgp pencerahan dari pak Nuzul serta teman lainnya, saya ingin coba sedikit tgpi……. Saya menghargai kekhawatiran Ibu menyangkut pernyataan Menko Ekuin, Hatta Rajasa, bahwa Pemerintah akan menetapkan 5 (lima) kawasan ekonomi khusus (KEK) dalam rangka membuka pusat pertumbuhan baru di Indonesia…... Itu tentu berkait dgn rencana2 (dan kegagalan) pengembangan keruangan yg lalu spt IMS-GT (SIJORI), IMT-GT, BIMP-EAGA yg bersifat kerjasama multilateral, Otorita BATAM sampai dengan
KAPET…...(tapi kalau yg Otorita Batam tidak gagal khan ya?)……. Sptnya berbeda dgn deretan rencana2 keruangan ybs diatas atau aplg dibanding dgn KAPET…….KEK ini nampaknya memakai kriteria2 yg cukup ketat…….. dari tak kurang dari 48 kota yg mengajukan diri utk dijadikan KEK …..pemerintah katanya hanya akan menetapkan 5 KEK saja (tadinya malah mau hanya 2 atau 3 saja dulu sbg percontohan)……. Demikian ketatnya persyaratan utk lolos menjadi KEK …..contohnya adlh bhw (daerah/ kota) pemohon hrs memiliki komitmen dan kepentingan ekonomi ….lalu hrs mempunyai infrastruktur yang lengkap ….. trmsuk memiliki jaminan pasokan listrik dan air …..lalu hrs pula memiliki/ berada dijalur perdagangan dan berpotensi melakukan ekspansi, serta komitmen untuk menjalankan iklim investasi yang kondusif dsb….dan ttg keberhasilan/ kegagalannya ….tentu saja semua itu nantinya hrs dpt dibuktikan dgn berjalannya waktu …….. Bahwa lingkungan di Menko Ekuin lbh memilih memakai konsep KEK sbg strategi membuka pusat2 pertumbuhan baru di Indosia lbh dari konsep2 PWK lainya ….brkali ya krn banyak dari mereka lbh memahami logika2 ekonomi dn industri lbh dari logika2 PWK …..dan boleh jadi mrk juga bisa bilang …..lha yg berlatar belakang PWK itu emangnya sini apa situ gitu……… Bersyukur bhw Menko Hatta Rajasa dgn latar belakang studi petroleum engineering namun juga memiliki pengalaman sbg praktisi kewirausahawan ……shg langkah2 ekonomi (dan keruangan) yg ditempuhnya tentunya tak sekedar mrpkn langkah2 intuitif saja…..…. Ceritanya munkin akan berbeda kalau saja Menko Hatta Rajasa atau aplg bersama SBY dulu sama2 mengambil studi PWK ………brkali mrk dapat jauh lbh menghayati ttg bgmn kota2 besar dgn industry manufaktur dan para SDM kelas menengahnya berperan sbg engine of economic growth ………mrkpun mungkin dpt lbh mudah melihat bhw yg namanya design kota itu bukanlah sekedar desain
kompleks2 perumahan dn RTH saja……namun adlh desain fisik kota secara menyeluruh yg menaungi dan menampung urban planning didalamnya, yg berhirarkhi dsb ……dan mungkin jg mereka dpt lbh banyak mengartikulasikan unsur migrasi SDM kelas menengah serta teknik semai industri manufaktur memimpin jenis foot loose sbg teknik mencetak kota2 besar (baru) sbg pusat2 pertumbuhan baru dlm rangka menegakkan sistem perkotaan secara nasional yg integrated dan meyakinkan kita semua ttg big cities dan kelas menengahnya sbg the real engine of growth ……dan itu sbg sesuatu yg dpt direplikasi dimana saja…….salam, aby
|
- [referensi] Fw: KEK cut safana
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK hengky abiyoso
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK Nuzul Achjar
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK Risfan M
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK Ibnu Taufan
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK Risfan M
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK cut safana
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal B... Bambang Tata Samiadji
- Re: Bls [referensi] Fw: KEK, s... bs . priyohadi
- Re: Bls [referensi] Fw: KE... Risfan M
- Re: Bls [referensi] Fw... bspriyo
- Re: Bls [referensi] Fw... redindj



