Pak Aby, Pak Nuzul Ysh,
Terima kasih pencerahannya, mudah-mudahan penjabaran Pak Aby dan Pak Nuzul akan 
terwujud. Namun walau bagaimanapun  faktor efektifitas dan efisiensi tetap 
menjadi salah satu dasar  pertimbangan pilihan pengembangannya.  Contohnya, 
maaf,  mungkin bukan suatu perbandingan yang tepat dan pengamatan hanya secara 
general, tanpa dasar teori apapun. Perbedaan Batam dan BSD -Tangerang, walau 
infrastruktur sudah dibantu dibangun di Batam, namun harga lahan masih rendah 
(tidak ada 25 %nya Singapura), investasi masih tersendat, belum menggembirakan. 
Sebaliknya  BSD (yang direncanakan oleh Pemerintah juga), tanpa dibantu 
infrastrukturnya, dapat sedemikian berkembang, 2-3 tahun terakhir dibangun 
jalan bebas hambatan). Kita berdo'a semoga pengembangan KEK ini dapat 
mengangkat perekonomian di Indonesia baik skala nasional maupun regional/lokal, 
praktis dapat mengurangi jumlah pengangguran  sekaligus menurunkan persentase 
angka kemiskinan. 
Salam hangat.



________________________________
From: Nuzul Achjar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, June 25, 2010 8:15:57 AM
Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK

  


Pak Aby, Ibu Cut Savana dan Sahabat Referensiers,

Menyambung apa yang disampaikan pak Aby, kebetulan  saya berada dalam rapat 
koordinasi hari Senin pagi di Kantor Menko Perekonomian. Sebatas yang mungkin 
boleh disampaikan (apalagi referensier adalah komunitas yang patut 
dihormati), Menko perekonomian antara lain mengusulkan agar muncul semacam 
pusat pertumbuhan baru, dan itu searah dengan apa yang diinginkan 
oleh Bappenas. 

Muncul pemikiran mungkinkah kita kembangkan pusat pertumbuhan baru di Sulawesi 
Tengah (dengan basis gas alam Donggi-Senoro) , ditambah lagi dengan sumber gas 
baru oleh Chevron di Selat Makasar.. nah kenapa nggak kita munculkan sebuah ide 
agar muncul ada LNG, ada pabrik pupuk dan petrokimia lainnya di sekitar ladang 
gas tersebut. Seperti kayak Bontang lah begitu, ada kilang LNG, ada Pupuk 
Kaltim, dst. Bedanya, kalau dulu LNG Bontang untuk ekspor, sekarang 
paradigmanya sudah berubah, gas terlebih dahulu diberikan prioritas untuk 
domestik.

Pemikiran ini sama sekali tidak ada dalam 48 KEK yang diusulkan daerah... ini 
pandangan ke depan. Dalam waktu dekat akan muncul perspektif  pengembangan  
Energi Baru dan Terbarukan (Green Energy) dalam konteks Pengembangan  Daerah. 
Pengen saya pribadi sih komunitas Referensiers adalah pendukung green energy 
dalam pembangunan daerah he he...

Salam hangat selalu

Nuzul Achjar  









      

Kirim email ke