Rekan Cak Andri yg Budiman dan ysh, Saya kira justru upaya membangun countermagnet city itu ya justru sudah pd saat yg sama sdh merupakan upaya utk (mengikuti istilah anda) “mereduksi secara sistematis” “The Biggest Magnet” itu sendiri …….ya krn memang countermagnet city itulah sptnya hanya “satu2nya obat” utk mereduksi primacy dari “The Biggest Magnet” itu…….. Walau bgmnpun kecil dan lambat prosesnya …namun sekali countermagnet city itu dikembangkan (dgn segala persyaratan teknis/ non teknisnya dipenuhi) ………bgmnpun juga kecilnya …namun pasti ia akan ada sumbangannya utk mereduksi/ membelokkan arus yg semula mau memilih menuju Jkt/ Jabodetabek ……..kalau ia tidak pernah dimulai …lalu bgmn ia bisa diharapkan berkembang dan dpt mempengaruhi arus urbanisasi/ migrasi yg menuju Jkt?........
Semuanya ini dasarnya berkait dgn pol umum migrasi/ urbanisasi manusia …….dimana ada segmen2 migran yg saling berbeda pola geraknya satu sama lain …spt misalnya migran dari desa menuju kekota kabupaten terdekat (jenis migran yg ini blm tentu mau hijrah ke Jkt) …….lalu ada pula jenis migran yg bergerak dari desa/ kota kecil menuju ibukota propinsi terdekat (misalnya penduduk kota Rembang ada yg bermigrasi/ berubanisasi kebarat hanya menuju kota Smg ….namun ada juga yg bergerak ketimur hanya menuju Surabaya (dan tidak hrs ke Jkt)…… lalu sebaliknya ada pula jenis migran yg bergerak dari desa/ kota kecil/ kota besar dari propinsi manapun dgn tujuan Jakarta/ Jabodetabek sbg kota metropolitan/ megapolitan/ kosmopolitan sbg favoritnya ……dan kota sebesar Sby atau Bdg belum tentu dipilihnya ……..lalu ada juga migrasi dari kota2 besar spt Jkt/ Sby kepedalaman Kalimantan misalnya (para insinyur yg diterima bekerja diperusahaan2 tambang/ perminyakan) yg jumlahnya tentu kecil ….migrasi dari Indonesia ke Malaysia, Hongkong, Arab dsb sbg TKI…dsb……. Dlm berbagai ‘kampanye’ saya …….saya maksudkan pengembangan countermagnet city “jauh dari Jakarta” (re: menurut pak BSP atau menurut bbrp teori regional planning countermagnet city itu jaraknya harus lbh dari 60km dari kota primat …..dan >60km itu artinya bisa 70km, bisa 80km namun jga bisa 1500km dst) ……adlh utk membidik sebagian dari arus migrasi/ urbanisasi dari desa/ kota kecil/ kota besar diseluruh Indonesia yg semula supposed sengaja memilih Jkt sbg favoritnya …….atau kalau di Inggris ya segmen yg memilih London sbg tujuannya atau di AS yg semula hanya memilih NY sbg tujuannya…….. shg bagi penduduk dari desa/ kota kecamatan Bolakme/ Walelagama di Wamena, pedalaman Papua ….atau penduduk kota kabupaten Sorong atau penduduk kota propinsi Ambon atau Kendari yg sejak semula pilihan migrasi/ urbanisasinya memang ingin ke Jakarta sbg kota metro/megapolitan/ ibukota RI/ kota terbesar dan termodrn di Indonesia dan bukan sekedar kekota kecil/ kekota besar lain……brkali msh dpt tertarik utk ke kota Greater Makassar misalnya yg lbh dekat …krn toh kalau tujuannya utk mencari kerja ‘dikota besar/ dipabrik/ dikantor/ disektor informal ’ yg di Makassar apa yg diicarinya itu ada (kalau sekarang khan di Makasar itu nggak ada secuilpun industri manufaktur perkotaan) …atau dpl. yg lbh dekatpun ada …….dan gaji/ pendapatan pada kedua kota itu (Jkt/ Mks) pun tak jauh berbeda …lalu kenapa kok orang hrs jauh2 ke Jkt yg utk mudik memerlukan biaya lbh mahal dan waktu perjalanan lbh lama? ........segmen migran jenis inilah yg a/l ingin dibidik utk dpt menuju kota countermagnet to Jkt di KTI …dan dgn cara inilah regional inequalities dpt lambat laun dikurangi…….. dimana fokusnya bukan sekedar seputar masalah kemacetan lalulintas saja ……Jadi logikanya countermagnet city itu perlu ditegaskan dulu kepastiannya dan langkah konkritnya …dan setelah itu walau bgmnpun kecilnya barulah ia dpt diharapkan bekerja “secara sistematis” mengurangi arus yg menuju Jkt ……. salam, aby --- On Tue, 7/20/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [referensi] RE: Kemacetan Jkt : DPR - Gub DKI Sama Saja To: "Referensi" <[email protected]> Date: Tuesday, July 20, 2010, 8:27 AM Rekan-rekan yth, Saya tidak tahu apakah pembangunan berbagai counter-magnet bisa berdaya guna dalam men-solve regional inequalities sebelum kekuatan "The Biggest Magnet" direduksi secara sistematis. Jadi, maaf, kali ini tidak bisa berkomentar lebih lanjut. Salam, CA BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

