Sepertinya sdh saatnya ibukota neg segera dipindahkan - kalau tidak regional 
disparity semakin membesar. Kekuatan market mechanism yg ada hanyalah 
memperbesar jurang perbedaan. Saya ingat thn 1978an, di programkan setiap 
pelita dipindahkan 1 juta KK keluar jawa - wah dampaknya thdp pembangunan hebat 
sekali, kalau saat ini jalan dari jambi ke padang, akan banyak ditemui 
pusat-pusat pertumbuhan akibat pemb transmigrasi. Kalau tidak ada transmigrasi 
- jangan harap akan terjadi center2 of development. Upaya menjalarkan 
pertumbuhan dan perkembangan akan sangat sulit sekali. Memang pada saat itu 
kondisi politik memungkinkan - dlm arti tidak bisa protes. Thx ferri djais
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: nita <[email protected]>
Date: Sat, 4 Sep 2010 16:20:03 
To: <[email protected]>
Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana
 Pemindahan Ibukota

  
 
 
 
 Numpang nimbrung,
Kalau ibukota neg dipindahkan, 2 istana di jl merdeka bagusnya dijadikan apa 
ya???

Ibukota neg pindah, haruskan mabes tni ikut pindah?? 

Salam,
Nita
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
----------------

From:  <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 4 Sep 2010 21:49:33 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana 
Pemindahan Ibukota

   
 


Mas BTS ysh, 
  
Tentu saja gedung, ruang dan banyajk fasilitas yang telah dibangun di Jakarta 
tidak boleh dibiarkan mangkrak tak berguna. baik untuk kepentingan Jakarta 
maupun nasional, gedung, ruang dan fasilitas tsb harus tetap menjadi suatu aset 
produktif yang tetap berproduksi seperti semula. Hal ini juga akan menjadi 
suatu tantangan tersendiri dari skenario perpindahan ibukota apabila memang 
akan dipindahkan dari Jakarta. 
  
Namun, saya pikir, pemanfaatan selanjutnya terhadap gedung dan ruang tersebut 
bisa dilakukan dalam tingkat kepadatan yang lebih rendah namun lebih produktif. 
Mungkin kondisi tersebut bisa menajdi salah satu titik tolak bagi Jakarta untuk 
menjadi suatu kota jasa. Kuatnya infrastruktur Jakarta, baik infrastruktur 
fisik, ekonomi maupun infrastruktur sosial, dan adanya "suplay baru" dalam 
bentuk ketersediaan ruang-ruang kosong yang sudah matang terlayani 
infrastruktur tersebut, bisa menjadi salah satu modal dasar pengembangan 
Jakarta sebagai kota jasa dan komersial bagi kawasan Asia Tenggara. 
  
Suatu hal yang sangat menarik, menurut saya, apabila kita di milist ini juga 
bisa ikut serta memikirkan bagaimana sebaiknya pengembangan Jakarta pasca 
relokasi ibukota negara. 
  
Salam, 
  
Fadjar 
  


--- En date de : Sam 4.9.10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> a 
écrit :
 
De: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Objet: Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan 
Ibukota
À: [email protected]
Date: Samedi 4 septembre 2010, 20h26

 
  
 
 
 
 
 
Mas Fajar, terima kasih. Memang betul apabila semua kementerian dan lembaga 
(K/L) pindah dari Jakarta, maka akan mengurangi demand lalu lintas. Katakanlah 
ada 5000 kendaraan yang di-generate fungsi pemerintahan. Tapi ingat, dengan 
pindahnya K/L, maka ada properti atau ruang yang ditinggalkan, yaitu 
bekas-bekas kantor yang ditinggalkan. Apakah bekas kantor ini akan ngangkrak 
didiamkan? Tenu saja tidak. Ruang itu akan diganti fungsi produktif yang baru, 
apakah itu mal, pusat perbelanjaan, ruang pamer, hotel, pusat perkantoran, dan 
sebagainya. Nah fungsi baru ini tentu akan men-generate lalu lintas baru justru 
lebih banyak dari pada fungsi pemerintahan pusat, atau lebih dari 5000 
kendaraan. Jadi menurut saya kalau ibukota pindah tidak mengurangi kemacetan di 
Jakarta ini, justru sebaliknya akan semakin bertambah.  
  
Thanks. CU. BTS. 
  


--- Pada Sab, 4/9/10, [email protected] <[email protected]> 
menulis:
 
Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan Ibukota
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 4 September, 2010, 12:13 PM

 
  
 
 
 
Mas BTS ysh, 
  
Kalau ibukota pindah dan kantor-kantor pemerintahan dan kantor-kantor lain yang 
terkait erat juga ikut pindah ke lokasi ibukota yang baru, maka itu bisa 
mengurangi jumlah demand pergerakan manusia dan barang di Jakarta. Saya tidak 
tahu persis berapa jumlah pegawai di kantor-kantor tsb. Tapi saya yakin jumlah 
pegawainya sampai beratus ribu, dan artinya itu bisa mengurangi volume 
pergerakan Jakarta sampai berjuta poergerakan orang per hari. 
  
Dampak pemindahan terhadap pengurangan demand ini saja sudah merupakan salah 
satu kaitan penting dari pemindahan ibukota dari Jakarta. Sementara itu, 
kemacetan merupakan suatu ketidak-seimbangan antara demand dan suplay 
transportasi. Jadi pemindahan ibukota juga akan berdampak kepada kondisi 
transportasi di Jakarta, menurut saya. 
  
Tapi ya itu, seperti yang saya bilang, asal pemindahan ibukota tsb dilakukan ke 
suatu tempat yang sangat jauh dari Jakarta, misalnya ke luar Jawa. Kalau 
pindahnya seperti ke Jonggol atau ke Cikampek, ya sami mawon dengan fenomena 
sebelumnya, yaitu gigantisasion Jakarta... 
  
Salam, 
  
Fadjar 


--- En date de : Sam 4.9.10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> a 
écrit :
 
De: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Objet: Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan Ibukota
À: [email protected]
Date: Samedi 4 septembre 2010, 13h41

 
  
 
 
 
Nyuwun semu Mas CA,..saya mengomentari logikanya  bahwa pemindahan ibu kota 
tidak ada hubungannya dengan masalah kemacetan lalu lintas. Kalau mau pindahkan 
ibu kota, sebaiknya dicari landasan atau alasan lain, bukan kemacetan lalu 
lintas. 
  
Oke mungkin salah satu alasan pemindahan ibu kota adalah aspek pemerataan 
pembangunan. Tapi ini saya perlu gugat, apa bisa dengan pemindahan ibu kota 
bisa mendorong pembangunan di lokasi ibu kota baru? Hemat saya kurang bisa 
karena fungsi pemerintahan pusat itu sangat lemah ikutan ekonominya. Khan 
banyak contoh di negara-negara lain yang memindahkan ibu kota di daerah baru 
(bukan pada kota lain yang juga maju) itu mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi 
daerah, misalnya Canberra (Aus.) dan Putrajaya (Malaysia). 
  
Saya selaku Planner, tentu punya pemikiran adanya pemerataan pembangunan yang 
tidak hanya terpusat di Java atau Jakarta saja, tapi juga tumbuh di seluruh 
nusantara ini. Hanya saja masing-masing Planner atau peminat ilmu perencanaan 
punya pendekatan/ide  berbeda. Misalnya Pak Aby lebih kepada penyebaran kota 
metro (kalau nggak salah gitu) di kawasan Timur, kalau Pak Risfan mungkin lebih 
pada Local Economic dan Partisipasi plus Kelembagaan (maaf Pak Risfan kalau 
kurang tepat), kalau Pak Nuzul mungkin pendekatan enerji dan sumber kelautan 
(mungkin begitu Pak Nuzul?), sedangkan Kementerian PU melalui RTRWN lebih pada 
pendekatan kawasan strategis, dan saya lebih suka pendekatan desentralisasi 
fiskal untuk menciptakan daya kompetitif daerah. 
  
Saya termasuk anti pemindahan ibu kota bukan  karena tidak memikirkan 
pemerataan pembangunan, tapi saya anti pemborosan. 
  
Demikian Mas CA. Thanks. CU. BTS. 
  
  


--- Pada Sab, 4/9/10, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> menulis:
 
Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Judul: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan Ibukota
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 4 September, 2010, 5:40 AM

 
  
 
Pak BTS yth, kok sepertinya Bapak tidak memikirkan pemerataan
pembangunan di daerah lain? Mengapa yang Pak BTS komentari hanya
kemacetan Jakarta atau "survival of the richest"?

Salam,
CA

On 9/4/10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]&gt; wrote:&gt; Emang 
nggak nyambung koq antara kemacetan lalu lintas di Jakarta dengan&gt; 
pemindahan ibu kota (fungsi pemerintahan pusat) ke luar Jakarta.&gt;&gt; 
Thanks. CU. BTS.&gt;&gt; --- Pada Sab, 4/9/10, [email protected] 
&lt;[email protected]&gt; menulis:&gt;&gt;&gt; Dari: [email protected] 
&lt;[email protected]&gt;&gt; Judul: Re: Bls: Re : [referensi] Presiden SBY 
Respons Wacana Pemindahan&gt; Ibukota&gt; Kepada: [email protected]&gt; 
Tanggal: Sabtu, 4 September, 2010, 1:53 AM&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; RRS 
ysh,&gt; Yg aku krng paham...khan persoalan utamanya adalah kemacetan kok 
bisa&gt; akhirnya ke ide pindahnya ibukota ya? Apakah tdk ada solusi 
memperbaiki&gt; sistem lalu-lintas / infrastruktur atau minimal pengaturan jam 
peak hour,&gt; anak sekolah sampai mhsiswa dibuat jam masuknya beda spt yg sdh 
dilakukan,&gt;
 PNS spt divisi marketing di perush swasta (krn tgs utamanya pelayanan)&gt; 
masuknya wkend dan ada libur di working day...dst utk yg lain. Dicobanya&gt; 
bertahap.... Memang sulit sih tp mestinya bisa ya...sembari lakukan&gt; 
pengereman pembangunan utk fasilitas commercial dan pemerataan utk 
fasilitas&gt; masy banyak. Bukannya lbh mudah, murah, dan feasible ya 
dibanding&gt; memindahkan ibukota. Sistem kehidupan kota bila tdk diatur baik 
ya akan&gt; menyebabkan kepadatan n kemacetan lg di ibukota yg baru (klo pun 
dipaksakan&gt; pindah), spt bom waktu jg. Bukannya ini merupakan perub 
mendasar?&gt; Salam,&gt; Oka&gt; Powered by Telkomsel BlackBerry®&gt;&gt;&gt; 
From: Bambang Tata Samiadji &lt;[email protected]&gt;&gt; Date: Sat, 4 Sep 
2010 09:26:49 &#43;0800 (SGT)&gt; To: &lt;[email protected]&gt;&gt; 
ReplyTo: [email protected]&gt; Subject: Bls: Re : [referensi] Presiden 
SBY Respons Wacana Pemindahan&gt; Ibukota&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; 
Kalaupun pindah ke Luar Jawa, perubahan mendasar akan sulit terjadi..&gt;&gt; 
Thanks. CU. BTS.&gt;&gt; --- Pada Jum, 3/9/10, [email protected]&gt; 
&lt;[email protected]&gt; menulis:&gt;&gt;&gt; Dari: 
[email protected] &lt;[email protected]&gt;&gt; Judul: Re : 
[referensi] Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan Ibukota&gt; Kepada: 
[email protected]&gt; Tanggal: Jumat, 3 September, 2010, 3:23 
PM&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; Belum ada indikasi bahwa ibukota mau 
dipindah ke luar Jawa...&gt; Kalau tak ke luar Jawa, perubahan mendasar akan 
sulit terjadi...&gt;&gt; Salam,&gt;&gt; Fadjar&gt;&gt;&gt;&gt; --- En date 
de&nbsp;: Ven 3.9.10, Mohammad Andri Budiman &lt;[email protected]&gt; a&gt; 
écrit&nbsp;:&gt;&gt;&gt; De: Mohammad Andri Budiman 
&lt;[email protected]&gt;&gt; Objet: [referensi] Presiden SBY Respons Wacana 
Pemindahan Ibukota&gt; À: [email protected]&gt; Date: Vendredi 3 septembre 
2010, 21h54&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; Arah menuju perbaikan ketataruangan Indonesia 
semakin tampak. Dengan&gt; pindahnya sebagian fungsi "pusat negara" ke 
daerah-daerah lain, maka&gt; insya Allah Jakarta tidak macet lagi dan 
daerah-daerah lain pun akan&gt; berkembang tanpa perlu "Kementerian Pemercepat 
Pembangunan" segala.&gt; Sudah lama Jakarta maju sendiri
 dan daerah lain semakin tertinggal.&gt;&gt; Demi keadilan dan pemerataan, ayo 
kita follow-up bersama!&gt;&gt; Salam,&gt; CA&gt;&gt; Source: 
http://bit.ly/9vhxih&gt;&gt; --begins--&gt; Presiden SBY Respons Wacana 
Pemindahan Ibukota&gt;&gt; Anwar Khumaini : detikNews&gt;&gt; ?detikcom - 
Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya&gt; buka suara soal 
wacana pemindahan Ibukota Jakarta yang akhir-akhir ini&gt; mengemuka. Menurut 
SBY, Pemindahan ibukota memang merupakan salah satu&gt; dari tiga opsi untuk 
mengatasi kemacetan yang makin menggila di&gt; Jakarta.&gt;&gt; "Kalau 
solusinya pertahankan Jakarta baik sebagai ibukota sekaligus&gt; pusat 
pemerintahan, maka solusinya adalah mengatasi kemacetan Jakarta,&gt; ini one 
option," kata SBY.&gt;&gt; Hal tersebut dia katakan saat memberikan
 sambutan dalam buka puasa&gt; bersama dengan pengurus dan anggota Kamar Dagang 
dan Industri (Kadin)&gt; di Jakarta Convention Center, Jl Gatot Subroto, 
Jakarta, Jumat&gt; (3/9/2010).&gt;&gt; Opsi kedua, menurut SBY, Indonesia bisa 
membandingkan dengan apa yang&gt; dilakukan Malaysia. Ibukota Malaysia tetap 
berada di Kuala Lumpur,&gt; tapi pusat pemerintahan berada di 
Putrajaya.&gt;&gt; "Dipisahkan, cut off. Tetapi tentu ada komunikasi yang 
baik.&gt; Berkembanglah PutraJaya," ujar SBY.&gt;&gt; "Ketiga, sama sekali 
membangun ibu kota yang baru, the real capital,&gt; the real govement center. 
Seperti Canberra, Brasilia, Ankara dan&gt; tempat-tempat yang lain," sambung 
SBY.&gt;&gt; Ketiga opsi tersebut, menurut SBY ada plus minusnya. Tapi 
harus&gt; diputuskan. Kalau diputuskan, misalnya opsi kedua dan tiga, maka 
mau&gt; tidak mau harus membangun pusat pemerintahan baru. Maka 10 tahun
 dari&gt; sekarang baru bisa dilakukan berdirinya pusat pemerintahan yang 
baru&gt; yang sudah terencana dengan desain yang bagus dan memenuhi&gt; 
syarat-syarat sebagai pemerintahan yang baik.&gt;&gt; "Saya sudah berpikir 
diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara&gt; di hadapn pers, karena ini 
fundamental itu diperlukan kesepakatan&gt; bersama baik itu pemerintah, 
parlemen dan semua kalangan masyarakat,&gt; mana yang kita pilih." terang 
dia.&gt;&gt; Jika opsi kedua dipilih, misalnya menurut SBY, biarkan Jakarta&gt; 
dipertahankan sebagai ibu kota, ekonomi, perdagangan dan semua&gt; dibangun 
tempat yang baru sebagai pusat pemerintahan.&gt;&gt; "Nah kalau kita membangun 
baru tentu well plan, well design, kemudian&gt; kita hitung keindahan aspek 
lingkungan dan lain-lain. Kita barangkali&gt; butuh waktu 5-7 tahun untuk 
membangunnya, itu by project," ungkap SBY.&gt;&gt; SBY
 mencontohkan, pusat pemerintahan di Malaysia, Putra Jaya,&gt; menghabiskan 
uang sekitar Rp 80 triliun. Jika Indonesia ingin&gt; membangun seperti itu 
dengan cakupan yang lebih luas,&nbsp; bisa saja.&gt; Dananya bisa diambil dari 
APBN sebagian, sebagian partnership,&gt; govement dengan publik, sebagian 
mungkin bisa melepas aset pemerintah&gt; yang ada di Jakarta.&gt;&gt; "Kemudian 
kita bangun yang baru. banyak opsi yang tersedia, tetapi&gt; yang jelas. Kalau 
menjadi pilihan kita nanti saya akan&nbsp; mendengar&gt; masukan, rekomendasi 
dari semua pihak," papar SBY.&gt;&gt; SBY berandai-andai, jika pemindahan 
ibukota benar-benar dilaksanakan,&gt; tentunya 90 persen dibangun oleh 
pengusaha dalam negeri. Material yang&gt; diimpor dibatasi tidak lebih 10 
persen, selebihnya di dalam negeri.&gt;&gt; "Oleh karena itu, ini masalah 
besar, masalah fundamental, jangan&gt; berteriak tiap hari
 kemacetan-kemacetan tapi tidak berpikir besar.&gt; Kita harus think big, 
kemudian melakukan sesuatu dengan seksama,"&gt; harapnya.&gt;&gt; "Saya 
mendengar sebulan ini silang pendapat entah kemana kita.&gt; Kemananya nanti, 
yang penting konsepnya benar, idenya benar, desainnya&gt; benar kita sepakat 
bahwa apa yang kita lakukan solusi untuk Jakarta ke&gt; depan," tutup SBY 
disambut tepuk tangan hadirin.&gt; --ends--&gt;&gt; --&gt; Sent from my mobile 
device&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;-- Sent from my mobile device




      

    
     

    










    
     

    
    


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke