Bukan hanya UI, salah satu anggota tim perumus sdr. Jehansyah dari ITB, anggota 
referensier juga.
 
Thanks. CU. BTS.

--- Pada Sen, 6/9/10, Harya Setyaka <[email protected]> menulis:


Dari: Harya Setyaka <[email protected]>
Judul: Re:[referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 6 September, 2010, 3:57 PM


  




Iyaa... Bukan masalah siapa yg duluan membuat atau kedalaman kajian. 
Ini Masalah 'akses'.. 

-K-


"Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin 
menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, 
pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan 
secara partisipatif," lanjutnya.


Pedal Powered BikeBerry



From: - ekadj <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Mon, 6 Sep 2010 22:53:55 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY 
ResponsWacanaPemindahan Ibukota

  


Saya kira tidak jadi masalah mbak, darimana datangnya. Walaupun kita sudah 
mendiskusikan secara lebih lama, intensif, dan transparan, ternyata bahan-bahan 
mereka lebih dulu sampai ke SBY. Salam.

-ekadj

2010/9/6 nita <[email protected]>


  



Sepertinya yg sangat ingin memindahkan ibukota negara tuh tim UI ya.... #komen 
iseng...


Salam
Nita
#ya_itb_ya_ui# 



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Harya Setyaka <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Mon, 6 Sep 2010 08:21:26 -0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 



Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons 
WacanaPemindahan Ibukota

  




FYI,
-K-


" ...... Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang 
diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang 
mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota 
dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. "


http://us.detiknews.com/read/2010/09/05/221906/1435477/10/sby-ajak-kabinet-bahas-pemindahan-ibu-kota-setelah-idul-fitri


Minggu, 05/09/2010 22:19 WIB
SBY Ajak Kabinet Bahas Pemindahan Ibu Kota Setelah Idul Fitri
Irwan Nugroho - detikNews



Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya makin serius 
membahas pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta. Presiden akan 
mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk berbicara 
lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu usai 
liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan 
Otonomi Daerah, Velix  Wanggai, dalam rilis yang diterimadetikcom, Minggu 
(5/9/2010).

"Presiden mengharapkan adanya konsolidasi yang intens antara Kementerian dan 
Lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahakan ibu kota. Semua 
dokumen yang telah diselesaikan, seperti asessment awal, berbagai kajian tata 
ruang yang terkait dengan ibu kota Jakarta, serta kajian terhadap opsi-opsi 
alternatif ibu kota akan dikerucutkan," ujar Velix.

Menurut Velix, meski kajian mengenai perpindahan ibu kota yang dilakukan 
pemerintah telah berjalan, SBY juga mengajak para pemangku kepentingan, seperti 
pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga swadaya 
masyarakat, untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan kajian-kajian yang 
dilakukan oleh pemerintah itu.

"Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin 
menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, 
pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan 
secara partisipatif," lanjutnya.

Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan 
oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka 
hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota dipindahan ke 
Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Seperti diketahui, di depan peserta buka bersama dengan pengurus dan anggota 
Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Jumat, 3 September yang lalu, SBY 
mengemukakan 3 opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin parah di Jakarta. 
Ketiga opsi itu adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota dengan membenahi 
kemacetan, memindahkan pusat pemerintahan ke luar dari Jakarta, atau membangun 
ibu kota baru.

"Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di hadapan 
pers. Karena ini fundamental, diperlukan kesepakatan bersama baik itu 
pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih." kata 
SBY. (irw/irw) 




2010/9/6 suharyanto yanto <[email protected]>


  




Menurut pandangan saya, persoalan kepadatan aktivitas dan penduduk di ibukota 
Jkt tidak semata-mata karena keberadaan pusat kekuasaan yang berada di Jkt, 
akan tetapi ada faktor lain yang lebih mendesak untuk dipertanyakan, yaitu 
apakah penduduk yang memadati ibukota memang terkait langsung dengan kegiatan 
pada civic center ataukah pada business-business center termasuk didalamnya 
kegiatan-kegiatan ekonomi informal. Hal tersebut menurut saya yang harus 
ditemukan jawabannya secara tepat dan obyektif sehingga kebijakan untuk 
memindahkan ibukota negara pada lokasi yang baru dapat disertai dengan upaya 
desinsentif terhadap kemungkinan kegiatan-kegiatan yang akan berkembang dan 
mendorong inmigration. 




Dari: Ferrianto Djais <[email protected]>
Kepada: nita <[email protected]>; "[email protected] " 
<[email protected]>
Terkirim: Sab, 4 September, 2010 23:49:49
Judul: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons 
WacanaPemindahan Ibukota




Sepertinya sdh saatnya ibukota neg segera dipindahkan - kalau tidak regional 
disparity semakin membesar. Kekuatan market mechanism yg ada hanyalah 
memperbesar jurang perbedaan. Saya ingat thn 1978an, di programkan setiap 
pelita dipindahkan 1 juta KK keluar jawa - wah dampaknya thdp pembangunan hebat 
sekali, kalau saat ini jalan dari jambi ke padang, akan banyak ditemui 
pusat-pusat pertumbuhan akibat pemb transmigrasi. Kalau tidak ada transmigrasi 
- jangan harap akan terjadi center2 of development. Upaya menjalarkan 
pertumbuhan dan perkembangan akan sangat sulit sekali. Memang pada saat itu 
kondisi politik memungkinkan - dlm arti tidak bisa protes. Thx ferri djais
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: nita <[email protected]>
Date: Sat, 4 Sep 2010 16:20:03 
To: <[email protected]>
Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana
Pemindahan Ibukota

  












Kirim email ke