Saya kira tidak jadi masalah mbak, darimana datangnya. Walaupun kita sudah mendiskusikan secara lebih lama, intensif, dan transparan, ternyata bahan-bahan mereka lebih dulu sampai ke SBY. Salam. -ekadj 2010/9/6 nita <[email protected]>
> > > Sepertinya yg sangat ingin memindahkan ibukota negara tuh tim UI ya.... > #komen iseng... > > > Salam > Nita > #ya_itb_ya_ui# > > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: *Harya Setyaka <[email protected]> > *Sender: *[email protected] > *Date: *Mon, 6 Sep 2010 08:21:26 -0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: *[email protected] > *Subject: *Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons > WacanaPemindahan Ibukota > > > > > FYI, > -K- > > " ...... Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting > yang diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui > kajian yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar > ibu kota dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. " > > > http://us.detiknews.com/read/2010/09/05/221906/1435477/10/sby-ajak-kabinet-bahas-pemindahan-ibu-kota-setelah-idul-fitri > > > Minggu, 05/09/2010 22:19 WIB > SBY Ajak Kabinet Bahas Pemindahan Ibu Kota Setelah Idul Fitri > *Irwan Nugroho* - detikNews > > ** > *Jakarta* - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya makin serius > membahas pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta. Presiden akan > mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk > berbicara lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota > itu usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang. > > Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan > Otonomi Daerah, Velix Wanggai, dalam rilis yang diterima*detikcom*, > Minggu (5/9/2010). > > "Presiden mengharapkan adanya konsolidasi yang intens antara Kementerian > dan Lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahakan ibu kota. > Semua dokumen yang telah diselesaikan, seperti asessment awal, berbagai > kajian tata ruang yang terkait dengan ibu kota Jakarta, serta kajian > terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota akan dikerucutkan," ujar Velix. > > Menurut Velix, meski kajian mengenai perpindahan ibu kota yang dilakukan > pemerintah telah berjalan, SBY juga mengajak para pemangku kepentingan, > seperti pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga > swadaya masyarakat, untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan > kajian-kajian yang dilakukan oleh pemerintah itu. > > "Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin > menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, > pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota > dilakukan secara partisipatif," lanjutnya. > > Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang > diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian > yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu > kota dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. > > Seperti diketahui, di depan peserta buka bersama dengan pengurus dan > anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Jumat, 3 September yang lalu, SBY > mengemukakan 3 opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin parah di Jakarta. > Ketiga opsi itu adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota dengan > membenahi kemacetan, memindahkan pusat pemerintahan ke luar dari Jakarta, > atau membangun ibu kota baru. > > "Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di > hadapan pers. Karena ini fundamental, diperlukan kesepakatan bersama baik > itu pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita > pilih." kata SBY. *(irw/irw)* > > > 2010/9/6 suharyanto yanto <[email protected]> > >> >> >> Menurut pandangan saya, persoalan kepadatan aktivitas dan penduduk di >> ibukota Jkt tidak semata-mata karena keberadaan pusat kekuasaan yang berada >> di Jkt, akan tetapi ada faktor lain yang lebih mendesak untuk dipertanyakan, >> yaitu apakah penduduk yang memadati ibukota memang terkait langsung dengan >> kegiatan pada civic center ataukah pada business-business center termasuk >> didalamnya kegiatan-kegiatan ekonomi informal. Hal tersebut menurut saya >> yang harus ditemukan jawabannya secara tepat dan obyektif sehingga kebijakan >> untuk memindahkan ibukota negara pada lokasi yang baru dapat disertai dengan >> upaya desinsentif terhadap kemungkinan kegiatan-kegiatan yang akan >> berkembang dan mendorong inmigration. >> >> ------------------------------ >> *Dari:* Ferrianto Djais <[email protected]> >> *Kepada:* nita <[email protected]>; "[email protected] " < >> [email protected]> >> *Terkirim:* Sab, 4 September, 2010 23:49:49 >> *Judul:* Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons >> WacanaPemindahan Ibukota >> >> Sepertinya sdh saatnya ibukota neg segera dipindahkan - kalau tidak >> regional disparity semakin membesar. Kekuatan market mechanism yg ada >> hanyalah memperbesar jurang perbedaan. Saya ingat thn 1978an, di programkan >> setiap pelita dipindahkan 1 juta KK keluar jawa - wah dampaknya thdp >> pembangunan hebat sekali, kalau saat ini jalan dari jambi ke padang, akan >> banyak ditemui pusat-pusat pertumbuhan akibat pemb transmigrasi. Kalau tidak >> ada transmigrasi - jangan harap akan terjadi center2 of development. Upaya >> menjalarkan pertumbuhan dan perkembangan akan sangat sulit sekali. Memang >> pada saat itu kondisi politik memungkinkan - dlm arti tidak bisa protes. Thx >> ferri djais >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> >> -----Original Message----- >> From: nita <[email protected]> >> Date: Sat, 4 Sep 2010 16:20:03 >> To: <[email protected]> >> Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons >> Wacana >> Pemindahan Ibukota >> >> >> >> >

