woo...ini menarik. saya ucapkan profisiat untuk ibu leonita. meskipun saya 
lelaki bahkan belum pernah menikah dan "masih kecil" untuk tahu hal-hal 
mendalam hubungan pria dan wanita (selain nonton film) he..he..he.., tapi saya 
menaruh keprihatinan tersebut. bisa dibayangkan (kalau tidak dikatakan rasa 
empati saya), terhadap mereka yang mengalami kejadian itu. pasti stress, 
khususnya sang wanita. lelaki, meskipun juga stress, tidak membawa beban dan 
bisa seperti kumbang yang bisa terbang kemanapun pergi, atau ayam yang bisa 
mencari betina lain. sedangkan ayam betina, bertanggung jawab terhadap 
telur2nya. mereka yang telah dicemooh lingkungannya (baik lingkungan gereja, 
masjid, keagamaan yang lain, lingkungan rumah, keluarga besar, sekolah, kerja, 
dll), akan merasakan semakin tertekan. disinilah perlunya semangat hidup. dunia 
masih luas untuk ditapaki, bukan sekedar daun kelor yang sering berakhir di 
petak 1x2 meter (alias kematian). orang yang sedang jatuh, tentunya harus
 bangkit lagi, kalau perlu ditolong, bukan dimaki. dia sudah tahu kalau jatuh 
atas kesalahannya sendiri, maka di sinilah tatapan ke depan dicerahkan.
  semoga kegiatan ibu semakin mencerahkan mereka yang telah jatuh untuk bangkit 
lagi, dan semakin bisa memberi kesaksian kepada orang lain agar lebih HATI-HATI 
dan all of you must love yourself (beda dengan mementingkan sendiri ya....)
  amang
  

chirpy printing <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          maaf, saya tidak membawa nama agama yach, tapi ketika pendosa yang 
dosanya
jelas banget, masuk ke satu kumpulan agama. maka, rata2 jamaah atau jemaat
yang lain, cenderung menjauhi, tentu saja pemuka agama akan membantu, tapi
khan di tempat ibadah bukan cuma ada Haji, Pendeta dan Biksu saja. Gosip
cenderung berdedar, apalagi hamil di luar nikah. lebih gampangnya, apakah
seorang janda muda (istri yang habis nikah sebulan suaminnya meninggal) akan
hidup bahagia di masyarakat tanpa gosip?

Saya setuju dengan Ibu Leonita, pasien yang telah sembuh akan lebih mudah
menyembuhkan pasien yang baru terluka. :)

On 3/4/07, Nurul Abidah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kayaknya gak perlu deh situsnya mbak. Mending gabung ke perkumpulan yg
> bisa mendekatkan diri ke agamanya masing-masing aja. Pasti ada jawaban
> disana. Saya tdk termasuk yg mencibir kehamilan diluar nikah tapi jelas
> itu suatu yg tdk baik alias haram kalo dlm hukum islam. Lbh baik cari
> jalan bertobat, berkumpul dengan lingkungan yg bisa membawa ke jalan yg
> benar bukan cari perkumpulan orang-orang yang salah jalan juga. Thanks..
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] <relasimania%40yahoogroups.com> [mailto:
> [email protected] <relasimania%40yahoogroups.com>]
> On Behalf Of leonita_care
> Sent: 24 Februari 2007 19:09
> To: [email protected] <relasimania%40yahoogroups.com>
> Subject: [relasimania] Situs Group untuk kehamilan di luar nikah
>
> Hi,
>
> Kenalkan, saya Leonita, saat ini saya sedang mengurus sebuah situs
> group yang diperuntukan bagi mereka yang mengalami masalah kehamilan
> di luar nikah atau menjadi single parent. Akhir-akhir ini gaya hidup
> single parent memang banyak dilakukan oleh kaum urban terutama di
> kota besar, ada yg mencibir tetapi ada jg yg menganggap biasa.
>
> Situs ini terbuka bagi siapapun terutama bagi gadis/wanita yang
> mengalami masalah kehamilan diluar nikah tetapi ditinggalkan oleh
> pasangannya sehingga terpaksa menjadi single parent. Di situs group
> ini bisa saling berbagi cerita, curhat,pengalaman, atau dukungan
> bagaimana menjalani hidup saat hamil tetapi di luar nikah tanpa
> pasangan atau menjadi single parent.
>
> Kita dengan senang hati akan menerima teman-teman! Salam, Leonita
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke