Salam kenal, Saya koq tiba2 tertarik juga ya setelah membaca beberapa posting sehubungan dengan Announced dari mba' Leonita tentang situs 'kehamilan di luar nikah'. Bahkan memiliki pendapat yang 'nyaris' sama dengan Prihamangku (duuh... manggil namanya gimana, bos?)
Kembali saya mencatat adanya sisi "abu-abu" dalam hidup, tidak sekadar "hitam dan putih". Adalah baik dan benar mengacu segala hal dalam sudut pandang "kepercayaan" namun kita harus berhati-hati agar "kepercayaan" yang kita anut tidak membutakan pada fanatisme berlebihan. Mungkin maksud mba' Leonita adalah baik... saling share, saling menguatkan sesama kaumnya. Toh, tidak semua status single parent diperoleh karena kenakalan masa lalu yang akhirnya memiliki anak di luar nikah. Bagaimana dengan mereka yang.... maaf, korban perkosaan? Atau korban dari RAYUAN GOMBAL laki-laki (Uuuuh... saya sadar kaum saya memang suka ngegombal, ya?) Kalaupun status 'single parent' disematkan karena memang akibat kenakalan masa muda... Hey! It was the past... yg penting sekarang, menyadari kesalahan utk tidak mengulangi, mau mencintai dan merawat buah hati, syukur-syukur mencari dan memperoleh suami yang baik (hmm... daftar dong! Siapa tahu bisa ikuti jejak Rasulullah yg menolong janda2.. Shalawat untuk Mu ya Alloh dan Rasul Nya) Ini cuma opini dari sudut pandang lain, sudut pandang yang tidak mengatasnamakan hitam dan putih. Karena banyak segi-segi kehidupan ternyata berada di area abu-abu... So, Selamat berjuang ya mba' Leonita. Semoga niat baik Anda mendapat balasan yang baik pula. Untuk mba' Nurul moga2 tidak marah ya dgn pendapat saya, maaf kalau ada salah2 kata dan perbedaan pandangan. Salam, Sandipras --- prihamangku dionisius <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > woo...ini menarik. saya ucapkan profisiat untuk ibu > leonita. meskipun saya lelaki bahkan belum pernah > menikah dan "masih kecil" untuk tahu hal-hal > mendalam hubungan pria dan wanita (selain nonton > film) he..he..he.., tapi saya menaruh keprihatinan > tersebut. bisa dibayangkan (kalau tidak dikatakan > rasa empati saya), terhadap mereka yang mengalami > kejadian itu. pasti stress, khususnya sang wanita. > lelaki, meskipun juga stress, tidak membawa beban > dan bisa seperti kumbang yang bisa terbang kemanapun > pergi, atau ayam yang bisa mencari betina lain. > sedangkan ayam betina, bertanggung jawab terhadap > telur2nya. mereka yang telah dicemooh lingkungannya > (baik lingkungan gereja, masjid, keagamaan yang > lain, lingkungan rumah, keluarga besar, sekolah, > kerja, dll), akan merasakan semakin tertekan. > disinilah perlunya semangat hidup. dunia masih luas > untuk ditapaki, bukan sekedar daun kelor yang sering > berakhir di petak 1x2 meter (alias kematian). orang > yang sedang jatuh, tentunya harus > bangkit lagi, kalau perlu ditolong, bukan dimaki. > dia sudah tahu kalau jatuh atas kesalahannya > sendiri, maka di sinilah tatapan ke depan > dicerahkan. > semoga kegiatan ibu semakin mencerahkan mereka > yang telah jatuh untuk bangkit lagi, dan semakin > bisa memberi kesaksian kepada orang lain agar lebih > HATI-HATI dan all of you must love yourself (beda > dengan mementingkan sendiri ya....) > amang > > > chirpy printing <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > maaf, saya tidak membawa nama agama yach, > tapi ketika pendosa yang dosanya > jelas banget, masuk ke satu kumpulan agama. maka, > rata2 jamaah atau jemaat > yang lain, cenderung menjauhi, tentu saja pemuka > agama akan membantu, tapi > khan di tempat ibadah bukan cuma ada Haji, Pendeta > dan Biksu saja. Gosip > cenderung berdedar, apalagi hamil di luar nikah. > lebih gampangnya, apakah > seorang janda muda (istri yang habis nikah sebulan > suaminnya meninggal) akan > hidup bahagia di masyarakat tanpa gosip? > > Saya setuju dengan Ibu Leonita, pasien yang telah > sembuh akan lebih mudah > menyembuhkan pasien yang baru terluka. :) > > On 3/4/07, Nurul Abidah <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Kayaknya gak perlu deh situsnya mbak. Mending > gabung ke perkumpulan yg > > bisa mendekatkan diri ke agamanya masing-masing > aja. Pasti ada jawaban > > disana. Saya tdk termasuk yg mencibir kehamilan > diluar nikah tapi jelas > > itu suatu yg tdk baik alias haram kalo dlm hukum > islam. Lbh baik cari > > jalan bertobat, berkumpul dengan lingkungan yg > bisa membawa ke jalan yg > > benar bukan cari perkumpulan orang-orang yang > salah jalan juga. Thanks.. > > > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] > <relasimania%40yahoogroups.com> [mailto: > > [email protected] > <relasimania%40yahoogroups.com>] > > On Behalf Of leonita_care > > Sent: 24 Februari 2007 19:09 > > To: [email protected] > <relasimania%40yahoogroups.com> > > Subject: [relasimania] Situs Group untuk kehamilan > di luar nikah > > > > Hi, > > > > Kenalkan, saya Leonita, saat ini saya sedang > mengurus sebuah situs > > group yang diperuntukan bagi mereka yang mengalami > masalah kehamilan > > di luar nikah atau menjadi single parent. > Akhir-akhir ini gaya hidup > > single parent memang banyak dilakukan oleh kaum > urban terutama di > > kota besar, ada yg mencibir tetapi ada jg yg > menganggap biasa. > > > > Situs ini terbuka bagi siapapun terutama bagi > gadis/wanita yang > > mengalami masalah kehamilan diluar nikah tetapi > ditinggalkan oleh > > pasangannya sehingga terpaksa menjadi single > parent. Di situs group > > ini bisa saling berbagi cerita, curhat,pengalaman, > atau dukungan > > bagaimana menjalani hidup saat hamil tetapi di > luar nikah tanpa > > pasangan atau menjadi single parent. > > > > Kita dengan senang hati akan menerima teman-teman! > Salam, Leonita > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > > --------------------------------- > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
