Dalam pemahaman saya terhadap surat ini kelihatanya ada miss komunikasi
antara kedua belah pihak yang disebabkan oleh ketidak mengertian proses
pembuatan buku itu sendiri. Saya coba berbagi bagaimana proses pembuatan
buku tersebut.

Saya melihat kemungkinan besar memang si Mardi mulyo ini bukan percetakan
yang layak mencetak buku. Perlu rekan - rekan ketahui bahwa mencetak buku
tidak sama dengan mencetak kemasan atau cetakan lainya, terutama dalam hal
halaman ( ini yang membedakan prosesnya ). Dalam menentukan halaman ini
perlu dilakukan proses dummy dimana proses ini harus juga memperhitungkan
alur lipatan yang akhirnya akan menghasilkan halaman dan posisi cetakan yang
aman ketika nantinya dilakukan proses finishing berupa cutting.

Kesalahan pada proses penyusunan lipatan inilah yang sering menjadi waste
pembuatan buku sangat tinggi. Tapi kalau proses pembuatan dummy dilakukan
dengan benar maka hal ini dapat diminimalisir, sayangnya dummy sendiri
memerluka ongkos yang tinggi karena melibatkan mesin secara langsung. Tapi
biasanya ini include kedalam harga final dari produk.

Adapun design, secara prinsip percetaka tidak memiliki departemen design,
karena ini sudah merupakan proses kerja kreatif yang tidak mungkin disatukan
dengan proses kerja masal. Jadi sebaiknya semua editing difinalkan di
designernya terlebih lagi untuk buku tidak mungkin pihak percetakan
melakukan editing satu persatu kata pada design tersebut ( biasanya tidak
tersedia sdm untuk itu ). Yang dimiliki oleh percetakan adalah depatemen
repro yang bertugas melakukan mounting dan expose dari film ke flat. Jadi
kalau tadi ada ribut - rebut masalah file design berupa cd itu kelucuan yang
amat sangat. ( sama - sama ngak ngertinya ). Soal film yang bisa ditarik
oleh customer tergantung kepada kesepakatan awalnya.kalau film itu di charge

Maka itu bisa diambil tapi kalau tidak di charge tapi included kedalam
produk itu tidak bisa diambil, karena biasanya kami menanggung ongkos film
ini berdua dengan konsumen tidak 100 % dibebankan ke konsumen.

Apa saja unsure harga dalam pencetakan buku, sesuai tahapannya. :
1. Dummy
2. Film ( bila ada proses design perubahan yang besar sebaiknya dilakukan
sendiri karena percetakan pun akan dikerejakan ditempat lain dan ada
tambahan overhead pada harganya nanti )
3. pencetakan ( ini sudah meliputi harga bahan, tinta, dll. Yang menyangkut
proses produksi )
4. Delivery dan packing

Nah dari keempat unsure ini rekan - rekan harus perhatikan dengan baik pada
saat menerima penawaran harga. Termasuk kesepakatan film yang bisa diambil 

Terakhir, Adanya mesin cetak tidak berarti di bisa mencetak buku, percetakan
yang biasa mencetak buku harus memiliki mesin folding ( lipat ), mesin
gluing atau stiching. Ini yang paling penting untuk menunjukan bahwa dia
memang biasa memproduksi buku.

Demikian maaf bila menggurui, bila rekan - rekan perlu untuk berdiskusi
lebih jauh masalah percetakan baik offset, rotogravure, maupun fleko boleh
kontak saya, dengan senang hati akan saya Bantu.

Terimakasih,
Toto Hadi Prayitno

PT. TOPPAN PRINTING INDONESIA
MARKETING DEPARTMEN
Phone           : +62218831153 ext. 331 s/d 333
Fax             : +62218830039 / +622188325790
Mobile  : +622198940779/ +62811131123
E - mail        : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke