Sahabat semua,
Baca Kompas hari ini, minggu tanggal 13 Januari 2008 di halaman 17, wah ..baru
kita terhenyak.
Sebetulnya masalah ini juga selalu menjadi bahan diskusi diantara teman-teman
kelompok. Tapi pada akhirnya selalu selesai begitu saja, yakh agak bersikap
skeptis lah gitu.
Jangankan di tempat umum, di sekolah, kampus, RS, atau Mesjid aja --- sarana
toilet ini jauh dari harapan kenyamanan dan harapan tidak berbau.
Tapi syukurlah ada juga toilet umum yang mendapat penghargaan dari MURI --
toilet itu ada di SPBU di Pantura sebagai toilet terbanyak dan terbersih milik
pengusaha Shinta Irawati , jumlah toiletnya 67 buah wuah banyak sekali ... dan
benar-benar dijaga oleh petugas khusus yang digaji sesuai UMR regional
setempat. Menurut petugas sering dijumpai pengguna toilet habis pakai lalu
ngacir, dan kaum perempuan yang paling banyak meninggalkan sampah tisu dan
membuang bekas pembalut ke closet. Kalau udah gitu...terpaksa dech. mobil
tinja dipanggil untuk menyedotnya.
Saya kutip tulisan awalnya:
"Banyak orang bilang, kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun , di
Indonesia dengan penduduk yang dikenal religius ini, ajaran moral itu justru
kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kenyataan yang
paradoksal itu bisa terjadi ?"
Itulah ... artikel yang membuat kita harus punya komitmen mendisiplin diri dan
lingkungan agar menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan
kenyamanan setiap toilet yang mungkin pernah kita singgahi dan akan kembali
lagi ---kembali lagi---menggunakannya. Khusus untuk akhwat, kalau habis pakai
toilet dimanapun, dan juga menggunakan tisu atau pembalut di toilet jangan
membuangnya di closet tapi buanglah di tempat sampah yang biasanya tersedia.
Lebih kurangnya mohon maaf.
Erni Siregar, Jakarta
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/