pesmasalahan disiplin itu memang menjadi sebuah masalah klsik dan biasa, seandainya saja disiplin itu diterapkan, indonesia akan jauh lebih maju dari pada negara lain. saya juga heran bagaimana mungkin negara yang notabene adalah negara yang dipenuhi muslim kok bisa-bisanya menjadi negara korup, anarkis, semrawut, bnyk utang.....astaghfirulloh... islam tidak pernah mengajarkan hal2 yang buruk,,,, lalu dari mana umat islam di indonesia belajar hal2 buruk itu???? permasalahannya ada di hati masing-masing....sudahkah kita muslim secara kaffah???menyeluruh???sebenar-benarnya???
jawablah untuk perbaikan diri!! semoga bermanfaat.. salam knal buat sahabat rezaervani smuanya --- In [email protected], erni siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sahabat semua, > > Baca Kompas hari ini, minggu tanggal 13 Januari 2008 di halaman 17, wah ..baru kita terhenyak. > Sebetulnya masalah ini juga selalu menjadi bahan diskusi diantara teman-teman kelompok. Tapi pada akhirnya selalu selesai begitu saja, yakh agak bersikap skeptis lah gitu. > > Jangankan di tempat umum, di sekolah, kampus, RS, atau Mesjid aja --- sarana toilet ini jauh dari harapan kenyamanan dan harapan tidak berbau. > > Tapi syukurlah ada juga toilet umum yang mendapat penghargaan dari MURI -- toilet itu ada di SPBU di Pantura sebagai toilet terbanyak dan terbersih milik pengusaha Shinta Irawati , jumlah toiletnya 67 buah wuah banyak sekali ... dan benar-benar dijaga oleh petugas khusus yang digaji sesuai UMR regional setempat. Menurut petugas sering dijumpai pengguna toilet habis pakai lalu ngacir, dan kaum perempuan yang paling banyak meninggalkan sampah tisu dan membuang bekas pembalut ke closet. Kalau udah gitu...terpaksa dech. mobil tinja dipanggil untuk menyedotnya. > > Saya kutip tulisan awalnya: > "Banyak orang bilang, kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun , di Indonesia dengan penduduk yang dikenal religius ini, ajaran moral itu justru kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kenyataan yang paradoksal itu bisa terjadi ?" > > Itulah ... artikel yang membuat kita harus punya komitmen mendisiplin diri dan lingkungan agar menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kenyamanan setiap toilet yang mungkin pernah kita singgahi dan akan kembali lagi ---kembali lagi---menggunakannya. Khusus untuk akhwat, kalau habis pakai toilet dimanapun, dan juga menggunakan tisu atau pembalut di toilet jangan membuangnya di closet tapi buanglah di tempat sampah yang biasanya tersedia. > > Lebih kurangnya mohon maaf. > > Erni Siregar, Jakarta > > > > > > > ________________________________________________________ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ >
