Assalamu'alaikum Pak Farry terima kasih atas advisenya....
2008/6/12 Farry Yudi Sutami <[EMAIL PROTECTED]>: > Lebih lengkapnya > Ikuti mata kuliah > Teori Belajar dan Mengajar > > Sorry > > > ----- Original Message ---- > From: rahmad nurdin <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, June 12, 2008 10:36:04 > Subject: [rezaervani] [TIPS] TIPS untuk GURU > > *Tips bagi seorang Guru, Dosen atau Trainer* > > Anda seorang guru, dosen atau pelatih? Mungkin, beberapa tips berikut akan > bermanfaat bagi Anda. Mari kita lihat! > > *Tips #1: Kuasai Materi Secara Komprehensif* > Penguasaan materi sanngat esensial untuk dapat melaksanakan tugas mengajar > dengan baik dan menarik. Pasalnya kenapa? Ketika suatu ketika saya diminta > berbicara tentang Training Needs Assessment oleh suatu lembaga, jujur saya > tidak PeDe, walaupun mengetahui tentang training needs assessment. Tapi > ketika saya mengajar mahasiswa tentang pengantar teknologi pendidikan, > katakanlah. Kepercayaan diri tinggi, karena memang menguasai betul tentang > hal tersebut. Jika kita menguasai secara komprehensif, tentu akan mampu > memberikan contoh, analogi, ilustrasi yang beragam dan sesuai dengan konteks > serta dapat menyesuaikan dengan latar belakang audiens.Coba kalau kita tidak > benar-benar menguasai, wauah bakal keringet dingin. Betul, gak? Kunci > pertama, menguasai materi.. > > *Tips #2: Libatkan Peserta Secara Aktif* > Ketika saya diminta untuk menjadi pembicara dalam suatu pelatihan, atau > mengajar untuk suatu mata kuliah tertentu, hal pertama yang saya pikirkan > adalah "Pengalaman belajar (aktifitas belajar) seperti apa saja yang harus > saya siapkan agar peserta terlibat aktif." Memikirkan strategi pembelajaran > aktif seperti ini bukan perkara mudah, tapi secara kreatif mutlak kita > lakukan atau. Pembelajaran tanpa melibatkan peserta belajar secara aktif, > ibarat menabur garam di laut. Bahkan seorang orator ulungpun pada dasarnya > telah berusaha mengaktifkan otak audiensya dengan berbagai cara sehingga > terpukau (hypnoteaching) . Ada ungkapan mengatakan bahwa, "We can teach > fast, but they can forget it much more faster!". Jadi, upayakan janga selalu > terpaku pada ceramah atau mencekoki informasi saja. > > *Tips #3: Upayakan untuk Melakukan Interaksi Informal dengan Peserta* > Kadang-kadang guyon, atau berbincang di sela-sela istirahat atau sebelum > memulai materi sangat penting untuk mencairkan suasana. Dan tidak hanya itu, > akan membangkitkan motivasi dan keterlibatan peserta dalam pembelajaran. > Jangan sampai, sudah datang terlambat, langsung bicara, "Baik Bapak dan ibu > sekalian, sesi ini kita akan ,……………". Basa-basi, kalau perlu dengan guyon > terutama diawal-awal memulai pembicaraan biasanya sangat ampuh. Saya biasa > menyiapkan "ice breaker" yang lucu sebelum memulai pelatihan atau > perkuliahan. > > T*ips #4: Beri Kesempatan Peserta Kewenangan dan Tanggung Jawab atas > Belajarnya* > Peserta akan termotivasi jika mereka diberi kewenangan untuk menentukan > sendiri cara belajarnya. Saya, biasanya membangun komitmen atau aturan > bersama sebelum memulai pelatihan atau perkuliahan. Dalam membangun komitmen > atau aturan bersama ini, dibahas bebagai hal yang harus dilakukan dan apa > yang tidak harus dilakukan, dimana keputusannya diambil bersama. Misalnya, > bentuk tugas akhir mau seperti apa, apakah temanya bebas, atau tertentu dan > lain-lain. Atau selama perkuliahan HandPhone harus seperti apa, dan > lain-lain. Ternyata teknik seperti ini walaupun tidak ada hukuman, tapi > karena disepakati bersama dan menjadi komitmen bersama akan sangat membantu, > dengan catatan konsisten dilaksanakan bersama. Tentu saja ini adalah salah > satu contoh upaya memberikan kewenangan kendali belajar kepada mereka. > > *Tips #5: Yakini Bahwa Manusi Belajar dengan Cara yang Berbeda Satu Sama > lain* > Dengan demikian, jangan perlakukan semua peserta dengan cara yang sama. > Implikasinya adalah laksanakan tips 2 dan 4 di atas. > > *Tips #6: Yakinkan Peserta Bahwa Mereka Mampu* > Mempersepsi sejak awal bahwa semua peserta atau mahasiswa kita adalah > mampu, dan meyakinkan bahwa mereka mampu akan meningkatkan efektifitas > pembelajaran. Motivasi belajar akan menurun ketika mereka merasa tidak > mampu. Oleh karena itu, tips ke 5 di atas bisa diterapkan disini. dalam > artian, jangan sampai memberikan kegiatan belajar yang tidak mungkin mampu > mereka capai. Harus yakin bahwa tugas yang kita berikan memang bisa > dilakukan dan mereka merasa puas dengan hasil yang telah dilakukannya. > > *Tips #7: Beri Kesempatan kepada Peserta untuk Melakukan sesuatu Secara > Kolaboratif atau Kooperatif* > Hal tersebut akan meningkatykan motivasi dan kemenarikan pembelajaran > karena ada sedikit kompetisi, apalagi kalau mereka diberi kesempatan untuk > saling berbagi ide, pengalaman, argumen secara bebas tanpa harus saling > menjatuhkan satu sama lain. > > *Tips #8: Upayakan Materi yang Disampaikan Kontekstual* > Guru atau dosen harus pandai pandai mengaitkan materi yang diajarkan dengan > pengetahuan awal audiens atau peserta. Untuk orang dewasa, seperti dalam > pelatihan, materi yang tidak relevan atau tidak ada kaitannya dengan > kehidupan atau pekerjaan sehari-hari yang ia lakoni maka walaupun harus > berbusa-busa kita bicara, tidak akan ada manfaatnya. > > *Tips #9: Berikan Umpan Balik Segera dan bersifat Deskriptif* > Hal ini akan membantu mereka manyadari sudah sejauh mana perkembangan > pemehaman atau penguasaan mereka terhadap pengetahuan, keterampilan atau > sikap tertentu. > > *Tips #10: Tingkatkan Jam Terbang* > Sebagai penutup, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada yang bisa > mengalahkan pengalaman. Sembilan tips di atas akan sempurna dengan senjata > pamungkas nomor sepuluh ini. > > Semoga bermanfaat > (Sumber sebagian diambil dari "Principle of Effective Teaching and > Learning, University of Toronto, 1990). > > Life for Success > Regards, > *HENDRY RISJAWAN* > - Training & Development Dept. > PT A.J. Central Asia Raya (CAR) > > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo..com > > >
