innalillah......

maut adalah satu dari sekian misteri hidup yang tak seorangpun dapat 
mengetahuinya; kapan dan dimana. Setiap yang hidup pasti akan menemuni ajal. 
Ketiadaan merupakan keniscayaan.

Andaikata pola kematian sama persis seperti yang digambarkan oleh film Final 
Destination, maka kematian itu pastinya kan datang setelah di satu kesempatan 
kita mampu lolos melampauinya. Tak peduli kapan dan dimana. Ia terus menghantui 
hingga tujuan akhirnya tercapai, menjemput kita.

Tentunya hidup ini bukanlah sebuah film; sebuah rekaan cerita kreasi manusia. 
Namun setiap saat kematian tak dapat dilepaskan dari takdir kita. Hidup dan 
mati adalah dua sisi takdir yang menggayuti kita.

Hari ini selamat, belum tentu besok dan lusa. Inilah yang membuat saya berfikir 
apa yang akan terjadi sore nanti. Apakah saya bisa berbuka puasa dirumah 
bersama keluarga..?
Hanya Allah yang tahu.

Wallahu'alam




--- On Tue, 9/9/08, Ahmad Sopiani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ahmad Sopiani <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [rumahilmu] [CATHAR] Lolos dari Maut
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 9, 2008, 6:52 PM











            Assalamu'alaikum wr.wb.

Innaalillaahi wa innaa ilaihi roojiuun.

Turut berbelasungkawa untuk para korban, semoga mendapat
rahmat dan ampunan Allah SWT. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa
bersabar dalam menerima musibah.



Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati Kemudian hanyalah kepada
Kami kamu dikembalikan. (Q.S. Al-Ankabuut : 57)



Pagi ini, Pukul 6 pagi masih beberapa menit lagi. Sebuah mobil
Koasi (Koperasi Angkutan Bekasi) di depan Koasi yang aku tumpangi, hanya
berjarak sekitar 20 meter, dihantam kereta express dari arah karawang di
perlintasan dekat Stasiun Cibitung, Bekasi. Diyakini, supir dan seluruh
penumpang, kecuali dua penumpang yang aku lihat berhasil meloncat keluar di
saat-saat terakhir, tewas. Koasi itu terseret dan
jungkir balik hampir sekitar 100 meter. Semua yang menyaksikan terpana,
menganga, dan akhirnya berteriak istighfar sambil meraba dada. Tubuhku bergetar
sambil istighfar, baru kali ini aku menyaksikan sebuah tragedi secara langsung
di depanku.

Aku turun, tetapi tidak ada yang dapat kami lakukan, tidak
terpikir apa yang bisa dilakukan, serba bingung dan tak tahu harus berbuat apa.
"Ada korban Pak?" tanyaku pada salah seorang yang lolos dari maut
karena berhasil melompat keluar dari koasi naas itu. "Pasti ada paak..."
sahutnya lemas sambil mengusap-ngusap dada. Supir koasi yang kutumpangi
menyuruhku naik kembali dan melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa kali
istighfar, aku terpikir menelpon polisi. Aku coba hubungi nomor Polres Bekasi
di ponsel; nada sambung tapi tak ada yang mengangkat setelah sekian lama. Nomor
Polsek Cibitung; "telepon yang anda hubungi belum terpasang".. .
halah... Polisi MM2100, nyambung, minta tolong beritahu polsek atau polres...
malah nyuruh aku coba telpon lagi sambil kasih nomor... halah... pas... aku
ingat di depan ada Pos Polisi Pasar Induk, segera seturunnya dari Koasi aku ke 
sana,
pintunya masih terkunci, aku ketuk... seorang enggota yang cukup senior... (tua
maksudnya) membukakan pintu. "Selamat pagi Pak!" "Ya selamat
pagi". "Mau melapor pak, ada Koasi tertabrak kereta di dekat
stasiun Cibitung, terseret hampir 100 m". "kapan?" "barusan
pak!". "Baik..baik. .." Sang petugas segera meraih HT… "Terima
kasih Pak", kataku menutup laporan sambil balik kanan dan melanjutkan
perjalanan. Di depan pos polisi, nona Mega, seorang
kenalan yang bekerja di PT. DongYang, menatap heran, aku cuma bisa
tersenyum dan berlalu…

Sesampai kantor, bersama Oom Dede yang juga rupanya mengkhawatirkanku
men-check tetangga-tetangga yang biasa berangkat di jam itu, alhamdulillah,
semua tetangga bisa dikonfirmasi selamat, kecuali beberapa tetangga jauh yang
belum diketahui nomor kontaknya… semoga mereka juga selamat…
aamiin.



Bekasi, 10 September 2008

www.sopian73. wordpress. com





Ahmad
Sopiani

Package Team

R & D
Group

AV Factory



LG Electronics Indonesia

Block G MM 2100 Industrial Town

Cikarang Barat - Bekasi 17520

West Java ~
 Indonesia

Mail : [EMAIL PROTECTED] com

Tel  : +62-21-8989418
























      

Kirim email ke