waaah...yang saya tau di bursa.... bukannya KEBANYAKAN??-CMIIW- short term 
investor pak...  JCI dah dipoles...moneter dah dipoles...ekonomi?? dah dipoles..
so.... habislah barang si BOSS diborong LEGIUN ASING tahun 2007...kan tuk modal 
2009^^

pisss yooouw

 [EMAIL PROTECTED] wrote:
Ini kan kata orang pemerintah. Indonesia masih dalam katagori risk country buat 
investor
selama pemerintah tidak komit mereformasi aturan aturan investasi. Who cares ???
Parameternya adalah besar investasi di sektor riil. Kalau investasi sektor riil 
bagus, otomatis
investasi di pasar modal bagus. Sedang sebaliknya tidak berlaku. Kita masih 
jeblok di direct
foreign investment.


  ----- Original Message ----- 
  From: Aria Bela Nusa 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Tuesday, December 19, 2006 4:16 PM
  Subject: [saham] RI Bisa 'Kebanjiran' Dana Asing...



  Wawancara Deputi Gubernur BI 

          RI Bisa 'Kebanjiran' Dana Asing

          

          Nurul Qomariyah - detikcom 

          Jakarta - Investor asing tampaknya masih shock dengan keluarnya 
aturan 

          baru dari Thailand. Indonesia pun berpeluang 'kebanjiran' dana dari 
para 

          investor asing itu.



          "Itu bisa saja terjadi," jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) 
Aslim 

          Tadjudin dalam perbincangannya dengan detikcom, Selasa (19/12/2006).



          Namun melihat tipikal modal yang bersifat short term capital inflow, 
BI 

          akan tetap mewaspadainya. "Untuk sementara aturan yang kita terapkan 

          sudah bisa (mengatur)," tambahnya.



          Bank Sentral Thailand terhitung pada hari ini mengeluarkan aturan 
yang 

          mewajibkan 30 persen dari mata uang asing dengan nilai lebih dari US$ 

          20.000 harus didepositokan tanpa bunga. Kebijakan itu tidak berlaku 

          untuk mata uang asing yang berhubungan dengan perdagangan barang atau 

          jasa.



          Namun para analis dan pelaku pasar shock dengan kebijakan baru itu. 

          Mereka menilai kebijakan baru itu akan menghalangi masuknya investasi 

          asing termasuk ke pasar saham Thailand. 



          "Ini seperti memukul semut dengan palu. (Langkah) ini mungkin bisa 

          membantu mereka mencapai tujuan, seperti memberikan tekanan pada 
baht, 

          namun bisa meluas ke instrumen lainnya," ujar Sriyan Pietersz, kepala 

          analis JP Morgan seperti dikutip dari AFP.



          Analisis itu tampaknya benar. Contohnya adalah di pasar saham 
Thailand 

          yang langsung terpuruk. Akibat kepanikan di pasar saham, sekitar 
pukul 

          11.30 waktu setempat, indeks saham Thailand anjlok hingga 10,10 
persen 

          (73,80 poin) ke level 656,75. 



          Penurunan ini merupakan yang terparah sejak pertengahan tahun 1997, 

          sebelum akhirnya Negeri Gajah Putih itu terjerumus ke jurang krisis 

          ekonomi. Di akhir sesi pagi, seperti dilansir dari AFP, indeks saham 

          Thailand ditutup anjlok hingga 11,76 persen, menyusul terjadinya 

          kepanikan di pasar saham.



          Sebagai tambahan, sepanjang Januari hingga November 2006, capital 
inflow 

          atau aliran modal asing yang masuk melalui pasar modal dan obligasi 

         ....


DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke