Nasabah Kehilangan Rp 1,7 Triliun 

Surabaya, Kompas - Sekitar 5.000 nasabah PT Wahana Bersama Globalindo di
Jawa Timur kehilangan uang simpanan mereka sekitar Rp 1,7 triliun.
Besarnya uang simpanan nasabah yang menguap merupakan dana untuk
investasi di perusahaan tersebut minimal 5.000 dollar AS atau sekitar Rp
47 juta. 

Nasabah yang merasa dirugikan oleh perusahaan itu, Selasa (13/3),
melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Mereka melaporkan Krisno
Arbiyanto selaku Direktur PT WBG di Jakarta dan Kepala Cabang Surabaya
Subaidi. Nasabah meminta polisi segera mencekal mereka dan memaksa
perusahaan mengembalikan dana nasabah yang telah diinvestasikan. 

Pengacara nasabah, Abdul Salam, menjelaskan bahwa PT WBG telah merugikan
sekitar 5.000 nasabahnya di Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp 1,7
triliun. Abdul mewakili 300 nasabah yang merugi hingga Rp 70 miliar.
"Kami melaporkan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan
perusahaan kepada para nasabah," ujarnya. Perusahaan investasi 

PT WBG adalah sebuah perusahaan agen penjualan berbagai produk investasi
dari Dressel Investment Limited, sebuah perusahaan investasi yang
berpusat di Hongkong dan dipimpin oleh Dhony Whong. PT WBG berpusat di
Jakarta dengan 12 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. 

Awalnya, nasabah diberikan bunga dua persen per bulan dari uang yang
diinvestasikan. Namun, sejak November 2006, perusahaan tidak lagi
memberi bunga kepada para nasabahnya di Surabaya. Setiap ditanya,
karyawan perusahaan hanya berjanji akan secepatnya membayar bunga yang
tertunda. Namun, nasabah juga tidak bisa mengambil simpanan dengan
beragam alasan. 

Pekan lalu, Polda Jatim telah memeriksa Kepala Cabang Surabaya PT WBG
Subaidi. Subaidi mengakui, perusahaan memang belum memiliki dana untuk
membayarkan bunga, apalagi dana investasi nasabah. Alasannya, pada
November lalu banyak nasabah yang menarik dananya sehingga pengeluaran
perusahaan terlalu besar. (AB8)  

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke