Tulisan ini sungguh lebay.

Saya tinggal di London. Seminggu ini suhu berkisar antara 7-11°C siang hari
dan 0-3° di malam hari. Bahkan ketika turun salju Januari kemarin, suhu
belum pernah minus 10°C. Salju ekstrim hanya turun di bagian utara Inggris,
tapi tidak di London.

Armory House (HAC) sendiri sebenarnya cuma sebuah venue yang kapasitasnya
tak lebih dari 400 orang. Saya kok agak ragu akan digelar RUPS di tempat
sekecil HAC. Ada yang tahu jam berapa RUPS Kamis nanti? Biar saya tengok
kalau pas break lunch. Kebetulan tak begitu jauh dari kantor.


Iman


2013/2/18 Mikail <[email protected]>

> **
>
>
> *UDARA begitu dingin di London. Suhu sudah mencapai minus 10 derajat
> celcius. Masih banyak warga yang belum berani ke luar rumah. Mereka memilih
> tinggal di dalam. Kalaupun ke luar, mereka hanya membeli minyak sebagai
> bahan bakar penghangat ruangan.*
>
> Cuaca ekstrem ini, tak hanya menyerang Inggris, tapi semua negara di
> Eropa. Entah sampai kapan cuaca seperti ini akan berakhir. Namun yang
> jelas, udara dingin di London tak mengubah jadwal Rapat Umum Pemegang Saham
> (RUPS) Bumi Plc pada Kamis (21/2) pekan ini.
>
> Dalam RUPS yang akan berlangsung di Honourable Artilery Company, Armoury
> House, City Road itu, para pemegang saham kunci akan memutuskan permintaan
> co-founder Bumi Plc, Nathaniel Rothschild. Nat—begitu Nathaniel Rothschild
> kerap disapa—dalam suratnya kepada manajemen Bumi Plc meminta agar 12 dari
> 14 direktur perusahan tersebut dipecat, termasuk CEO Bumi Plc yang baru
> Nick von Schirnding dan Chairman Samin Tan.
>
> *Reshuffle* gaya Nat ini tak begitu mengagetkan. Nat selama ini kerap
> berseberangan dengan anggota BoD (Board of Directors) Bumi Plc lainnya,
> terutama pemegang saham mayoritas, yakni PT Bakrie & Brothers Tbk (23,8%)
> dan PT Borneo Lumbung Energy Tbk milik Samin Tan (23,8%).
>
> Bagi orang awam, langkah pengusaha keturunan Yahudi ini agak mengherankan.
> Namun, dalam aturan main di Bursa Efek London (London Stock Exchange),
> pemegang saham di atas 5% diberi hak untuk meminta manajemen perusahaan
> menyelenggarakan RUPS atau RUPS Luar Biasa.
>
> Nat sendiri hanya memiliki 11% saham di Bumi Plc. Tapi, belakangan
> disebut-sebut telah menjadi 13% setelah dia membeli sedikit demi sedikit
> saham Bumi Plc di pasar. Dengan cara ini, dia berharap memiliki hak voting
> lebih besar dalam RUPS tanggal 21 Februari ini.
>
> Nat tak hanya membeli saham publik. Dia juga terus menggalang kekuatan
> dengan melobi para pemegang saham minoritas Bumi Plc agar berpihak
> kepadanya. Nat juga membuka nama-nama calon direksi baru yang menjadi
> pilihannya, seperti mantan Leighton Holdings Ltd head Wallace King sebagai
> direksi, Brock Gill sebagai CEO, dan dia sendiri sebagai direktur eksekutif.
>
> “Yang saya tahu, Nat juga menyiapkan Pak Hashim (Hashim Djojohadikusumo).
> Demikian pula mantan Dubes Inggris untuk Indonesia, Richard Gozney,” ujar
> Amir Sambodo, Direktur Independen Bumi Plc, kepada *InilahREVIEW. *
>
> Tentu saja, serangan Nat tak membuat kubu Samin Tan dan Grup Bakrie diam.
> Mereka sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk melawan proposal Nat. "Kami
> sudah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham kunci mengenai dukungan
> terhadap program kami ," ujar Samin Tan kepada *Bloomberg*. Samin Tan
> yakin, kubunya mendapat dukungan untuk menjegal upaya Nat me-*reshuffle 
> *jajaran
> direksi.
>
> Di tempat terpisah, Grup Bakrie menyatakan, mereka memiliki hak untuk
> mengajukan calon direksi, *chief executive officer*, dan *chief financial
> officer *Bumi Plc.
>

Kirim email ke