Saya cuma mengutip ;)
Kebenarannya silakan dicerna masing2 :)

2013/2/18 stock gainer <[email protected]>

> postingan pak mikail tendesius sekali mendukung bakrie secara membabi
> buta...bisa jadi milis propaganda bakrie nih...wkwkwkwk
>
> On 2/18/13, Mikail <[email protected]> wrote:
> > *UDARA begitu dingin di London. Suhu sudah mencapai minus 10 derajat
> > celcius. Masih banyak warga yang belum berani ke luar rumah. Mereka
> memilih
> > tinggal di dalam. Kalaupun ke luar, mereka hanya membeli minyak sebagai
> > bahan bakar penghangat ruangan.*
> >
> > Cuaca ekstrem ini, tak hanya menyerang Inggris, tapi semua negara di
> Eropa.
> > Entah sampai kapan cuaca seperti ini akan berakhir. Namun yang jelas,
> udara
> > dingin di London tak mengubah jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
> Bumi
> > Plc pada Kamis (21/2) pekan ini.
> >
> > Dalam RUPS yang akan berlangsung di Honourable Artilery Company, Armoury
> > House, City Road itu, para pemegang saham kunci akan memutuskan
> permintaan
> > co-founder Bumi Plc, Nathaniel Rothschild. Nat—begitu Nathaniel
> Rothschild
> > kerap disapa—dalam suratnya kepada manajemen Bumi Plc meminta agar 12
> dari
> > 14 direktur perusahan tersebut dipecat, termasuk CEO Bumi Plc yang baru
> > Nick von Schirnding dan Chairman Samin Tan.
> >
> > *Reshuffle* gaya Nat ini tak begitu mengagetkan. Nat selama ini kerap
> > berseberangan dengan anggota BoD (Board of Directors) Bumi Plc lainnya,
> > terutama pemegang saham mayoritas, yakni PT Bakrie & Brothers Tbk (23,8%)
> > dan PT Borneo Lumbung Energy Tbk milik Samin Tan (23,8%).
> >
> > Bagi orang awam, langkah pengusaha keturunan Yahudi ini agak
> mengherankan.
> > Namun, dalam aturan main di Bursa Efek London (London Stock Exchange),
> > pemegang saham di atas 5% diberi hak untuk meminta manajemen perusahaan
> > menyelenggarakan RUPS atau RUPS Luar Biasa.
> >
> > Nat sendiri hanya memiliki 11% saham di Bumi Plc. Tapi, belakangan
> > disebut-sebut telah menjadi 13% setelah dia membeli sedikit demi sedikit
> > saham Bumi Plc di pasar. Dengan cara ini, dia berharap memiliki hak
> voting
> > lebih besar dalam RUPS tanggal 21 Februari ini.
> >
> > Nat tak hanya membeli saham publik. Dia juga terus menggalang kekuatan
> > dengan melobi para pemegang saham minoritas Bumi Plc agar berpihak
> > kepadanya. Nat juga membuka nama-nama calon direksi baru yang menjadi
> > pilihannya, seperti mantan Leighton Holdings Ltd head Wallace King
> sebagai
> > direksi, Brock Gill sebagai CEO, dan dia sendiri sebagai direktur
> > eksekutif.
> >
> > “Yang saya tahu, Nat juga menyiapkan Pak Hashim (Hashim Djojohadikusumo).
> > Demikian pula mantan Dubes Inggris untuk Indonesia, Richard Gozney,” ujar
> > Amir Sambodo, Direktur Independen Bumi Plc, kepada *InilahREVIEW. *
> >
> > Tentu saja, serangan Nat tak membuat kubu Samin Tan dan Grup Bakrie diam.
> > Mereka sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk melawan proposal Nat.
> "Kami
> > sudah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham kunci mengenai dukungan
> > terhadap program kami ," ujar Samin Tan kepada *Bloomberg*. Samin Tan
> > yakin, kubunya mendapat dukungan untuk menjegal upaya Nat
> > me-*reshuffle *jajaran
> > direksi.
> >
> > Di tempat terpisah, Grup Bakrie menyatakan, mereka memiliki hak untuk
> > mengajukan calon direksi, *chief executive officer*, dan *chief financial
> > officer *Bumi Plc.
> >
> > *Dikeruk Habis*
> >
> > Saling klaim antara kedua kubu, tentu saja akan membuat ‘pertarungan’ di
> > RUPS nanti bakal seru. Masing-masing punya hak voting cukup kuat. Asal
> tahu
> > saja, pada 19 Desember tahun lalu, United Kingdom Take Over Panel atau
> > badan yang mengawasi dan menetapkan peraturan mengenai aksi akuisisi
> > perusahaan di Inggris menyatakan bahwa antara Grup Bakrie (PT Bakrie &
> > Brothers Tbk dan Long Haul Holding), Samin Tan (PT Borneo Lumbung Energi
> > dan Metal Tbk), dan Rosan Perkasa Roeslani (PT Bukit Mutiara) memiliki
> > hubungan *concerted party *sebagai pemilik saham di Bumi Plc.
> >
> > Akibat putusan ini, agregat hak suara (*voting rights*) ketiganya di Bumi
> > tidak boleh lebih 30%. “Inilah yang membuat Samin Tan kecewa berat,” kata
> > Amir Sambodo.
> >
> > Memang, banyak yang kecewa atas putusan tersebut. “Keputusan panel itu
> > membuat kami dalam situasi dirugikan,” kata Christopher Fong, juru bicara
> > Grup Bakrie.
> >
> > Banyak kalangan menduga, keputusan panel tersebut tak lepas dari lobi Nat
> > dan keluarga besarRothschild. Sekadar mengingatkan, keluarga Rothschild
> > sudah lama dikenal di Inggris sebagai pengusaha kenamaan dan cukup
> > disegani. Keluarga ini sudah malang melintang membangun imperium bisnis
> > sejak abad ke-18.
> >
> > Itulah kenapa, Nat begitu bernafsu untuk memenangkan ‘pertarungan’ dalam
> > RUPS nanti. “Dia ingin menguasai Bumi Plc, termasuk manajemennya,” ujar
> > Amir Sambodo.
> >
> > Amir tak salah. Sebab, dengan menguasai Bumi Plc, Nat bisa mengontrol dan
> > mengoperasikan Bumi Resources. Bumi Resources sendiri bukan perusahaan
> > main-main. Saat ini, total cadangan batu bara perusahaan ini sebanyak 2,8
> > miliar. Cadangan sebanyak itu, dimiliki anak usahanya, PT Kaltim Prima
> Coal
> > (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin). Tahun ini, Bumi Resources
> > menargetkan produksi batu bara mencapai 75 juta ton, naik 13,6% dibanding
> > periode yang sama tahun lalu.
> >
> > Bila ini sampai terjadi, bisa dibayangkan bagaimana leluasanya Nat
> mengeruk
> > batu bara dari perut bumi Indonesia. “Kekayaan alam kita dibawa lari ke
> > luar negeri,” tambah Amir Sambodo.
> >
> > Susilo Siswo Utomo,Wakil Menteri ESDMmemahami munculnya kekhawatiran
> > semacam itu. Karena itu, katanya, pemerintah akan mengawasi. “Tapi, yang
> > perlu diingat bahwa di antara mereka ada kesepakatan bisnis yang harus
> > dihormati masing-masing pihak. Pemerintah tidak ikut campur,” kata Susilo
> > kepada InilahREVIEW, Jumat pekan lalu.
> >
> > *Diadu Domba*
> >
> > Sebenarnya, sejak awal berkongsi dengan Grup Bakrie, niat Nat sudah tidak
> > baik. “Mulutnya manis. Kalimatnya menyenangkan. Tapi, semua itu cuma
> > ‘pembungkus’,” kata sumber yang pernah mengenal Nat cukup lama.
> >
> > Marilah lihat awal mereka meneken perjanjian jual beli saham. Pada
> November
> > 2010, Nat lewat Vallar Plc membuat perjanjian jual beli saham dengan PT
> > Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dan beberapa perusahaan dalam kelompok
> usaha
> > Bakrie.
> >
> > Dalam transaksi yang dikenal dengan tukar guling saham PT Bumi Resources
> > Tbk itu, Grup Bakrie melepaskan 5,2 miliar (25%) saham Bumi Resources di
> > harga Rp 2.500 per saham, senilai Rp 13 triliun kepada Vallar Plc.
> > Kemudian, Vallar barter dengan 90,1 juta saham baru seharga GBP 10 per
> > saham kepada Bakrie. Kala itu, Bakrie menguasai 43% saham Vallar Plc,
> > sedangkan Vallar Plc memiliki 25% saham Bumi Resources.
> >
> > Tak lama setelah transaksi tersebut, Vallar Plc berganti nama menjadi
> Bumi
> > Plc. Kala itu, keduanya masih mesra di Bumi Plc, bahkan sempat menambah
> > kepemilikan sahamnya di Bumi Resources sebanyak 3,3% menjadi 32,1%.
> >
> > Setelah melewati titik ini, Nat mulai ketahuan belangnya. Dia mulai
> > menyebar isu mengenai potensi gagal bayar alias *default* Grup Bakrie
> > akibat krisis Eropa.
> >
> > Dengan menyalahkan krisis Eropa, harga saham Bumi Plc di London Stock
> > Exchange terus tergerus sehingga berpengaruh pada nilai saham yang sedang
> > dijadikan jaminan atas pinjaman ke Credit Suisse. Emiten berkode BNBR itu
> > pun mengambil langkah-langkah yang diperlukan, antara lain mengupayakan
> > fasilitas pinjaman baru.
> >
> > Langkah Nat mengambil alih Bumi Plc makin gencar. Dia ketahuan sedang
> > mengincar kursi direktur utama. Grup Bakrie mencium rencana ini. Mereka
> > lalu melakukan perlawanan dengan cara membatalkan rencana divestasi 75%
> > saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).
> >
> > Akhirnya, Grup Bakrie memilih menjual sekitar 23,8% sahamnya di Bumi Plc
> > kepada PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) milik Samin Tan. Nilai
> > transaksinya mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 8,5 triliun saat itu.
> >
> > Sejak saat itu, kisruh di tubuh Bumi Plc tak pernah surut. Bahkan, Nat
> > mencoba memecah belah pengusaha Indonesia, yakni dengan mengajak Hashim
> > Djojohadikusumo duduk di jajaran direksi Bumi Plc.
> >
> > *Menyambut BUMI*
> >
> > Untuk membendung langkah Nat menguasai tambang batu bara Indonesia, Grup
> > Bakrie mengajukan perceraian dengan Bumi Plc. Caranya, lewat tukar guling
> > 23,8% saham Bumi Plc dengan 10,3% saham Bumi Resources. Selain itu,
> mereka
> > juga menawarkan pembelian 18,9% saham Bumi Resources yang dipegang Bumi
> Plc
> > seharga US$ 278,3 juta.
> >
> > Bumi Plc menyetujui proposal ini. Selasa pekan lalu, mereka meneken
> > perjanjian berupa *heads of term agreement* tentang pemisahan perusahaan
> > dari Grup Bakrie dan Bumi Resources. Dengan begitu, Bumi Plc dapat
> > mendivestasikan semua sahamnya di Bumi Resources dan mengeluarkan Grup
> > Bakrie dari perusahaan.
> >
> > Hanya saja, semua transaksi ini harus mendapat persetujuan dari pemegang
> > saham dan direksi Bumi Plc yang akan menggelar RUPS pada 21 Februari
> nanti.
> > Meski begitu, *deal* ini disambut positif investor di Bursa Efek
> Indonesia.
> > Pada Kamis pekan lalu, harga saham Bumi Resources yang berkode BUMI
> ditutup
> > naik hingga 26,38% ke level Rp 910 per saham. Volume perdagangan saham
> BUMI
> > mencapai 675,42 juta saham dengan nilai transaksi Rp 562,73 miliar. Ini
> > merupakan kenaikan tertinggi saham BUMI sejak awal tahun 2013.
> >
> > Inikah pertanda kemenangan Grup Bakrie dan Samin Tan?
> > *Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi
> ke-25
> > Tahun II yang terbit, Senin, 18 Februari 2012.*
> >
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke