mo sedingin apapun kan tinggal msk mobil AD penghangat di dlm meeting board Jg hangat jd tetap jalan meeting Nya
Sent from my iPhone On Feb 18, 2013, at 9:42 AM, Iman <[email protected]> wrote: > Tulisan ini sungguh lebay. > > Saya tinggal di London. Seminggu ini suhu berkisar antara 7-11°C siang hari > dan 0-3° di malam hari. Bahkan ketika turun salju Januari kemarin, suhu belum > pernah minus 10°C. Salju ekstrim hanya turun di bagian utara Inggris, tapi > tidak di London. > > Armory House (HAC) sendiri sebenarnya cuma sebuah venue yang kapasitasnya tak > lebih dari 400 orang. Saya kok agak ragu akan digelar RUPS di tempat sekecil > HAC. Ada yang tahu jam berapa RUPS Kamis nanti? Biar saya tengok kalau pas > break lunch. Kebetulan tak begitu jauh dari kantor. > > > Iman > > > 2013/2/18 Mikail <[email protected]> >> >> UDARA begitu dingin di London. Suhu sudah mencapai minus 10 derajat celcius. >> Masih banyak warga yang belum berani ke luar rumah. Mereka memilih tinggal >> di dalam. Kalaupun ke luar, mereka hanya membeli minyak sebagai bahan bakar >> penghangat ruangan. >> >> Cuaca ekstrem ini, tak hanya menyerang Inggris, tapi semua negara di Eropa. >> Entah sampai kapan cuaca seperti ini akan berakhir. Namun yang jelas, udara >> dingin di London tak mengubah jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bumi >> Plc pada Kamis (21/2) pekan ini. >> >> Dalam RUPS yang akan berlangsung di Honourable Artilery Company, Armoury >> House, City Road itu, para pemegang saham kunci akan memutuskan permintaan >> co-founder Bumi Plc, Nathaniel Rothschild. Nat—begitu Nathaniel Rothschild >> kerap disapa—dalam suratnya kepada manajemen Bumi Plc meminta agar 12 dari >> 14 direktur perusahan tersebut dipecat, termasuk CEO Bumi Plc yang baru Nick >> von Schirnding dan Chairman Samin Tan. >> >> Reshuffle gaya Nat ini tak begitu mengagetkan. Nat selama ini kerap >> berseberangan dengan anggota BoD (Board of Directors) Bumi Plc lainnya, >> terutama pemegang saham mayoritas, yakni PT Bakrie & Brothers Tbk (23,8%) >> dan PT Borneo Lumbung Energy Tbk milik Samin Tan (23,8%). >> >> Bagi orang awam, langkah pengusaha keturunan Yahudi ini agak mengherankan. >> Namun, dalam aturan main di Bursa Efek London (London Stock Exchange), >> pemegang saham di atas 5% diberi hak untuk meminta manajemen perusahaan >> menyelenggarakan RUPS atau RUPS Luar Biasa. >> >> Nat sendiri hanya memiliki 11% saham di Bumi Plc. Tapi, belakangan >> disebut-sebut telah menjadi 13% setelah dia membeli sedikit demi sedikit >> saham Bumi Plc di pasar. Dengan cara ini, dia berharap memiliki hak voting >> lebih besar dalam RUPS tanggal 21 Februari ini. >> >> Nat tak hanya membeli saham publik. Dia juga terus menggalang kekuatan >> dengan melobi para pemegang saham minoritas Bumi Plc agar berpihak >> kepadanya. Nat juga membuka nama-nama calon direksi baru yang menjadi >> pilihannya, seperti mantan Leighton Holdings Ltd head Wallace King sebagai >> direksi, Brock Gill sebagai CEO, dan dia sendiri sebagai direktur eksekutif. >> >> “Yang saya tahu, Nat juga menyiapkan Pak Hashim (Hashim Djojohadikusumo). >> Demikian pula mantan Dubes Inggris untuk Indonesia, Richard Gozney,” ujar >> Amir Sambodo, Direktur Independen Bumi Plc, kepada InilahREVIEW. >> >> Tentu saja, serangan Nat tak membuat kubu Samin Tan dan Grup Bakrie diam. >> Mereka sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk melawan proposal Nat. "Kami >> sudah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham kunci mengenai dukungan >> terhadap program kami ," ujar Samin Tan kepada Bloomberg. Samin Tan yakin, >> kubunya mendapat dukungan untuk menjegal upaya Nat me-reshuffle jajaran >> direksi. >> >> Di tempat terpisah, Grup Bakrie menyatakan, mereka memiliki hak untuk >> mengajukan calon direksi, chief executive officer, dan chief financial >> officer Bumi Plc. > >
