secara kkuantitatif, sebara bahaya kurang bisa dihitung juga tapi klo lihat dari beberapa bank esar juga ada kenaikan, klo ga salah (mohon di crosschek lagi untuk lbih akurat)
bei5000.com http://www.facebook.com/rhliembono twritter : @bei5000 ________________________________ From: musicallypso <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Friday, August 16, 2013 10:05 PM Subject: Re: [saham] Warning dari ADMF maksud bad debt mulai banyak ya? seberapa bahaya nya? Sent from my iPhone On Aug 17, 2013, at 11:52 AM, Hendrik Limbono <[email protected]> wrote: >ADMF adalah salah satu market leader dari industri pembiayaan konsumen di >indonesia. Bisnis ADMF adalah dia menerbitkan obligasi untuk mendapatkan dana >, dan kemudian dana tersebut di salurkan kepada masyarakat untuk membeli >barang - barang konsumsi (motor, mobil, elektronik, dll) dengan bunga yang >lebih tinggi dari bunga obligasi yang dia terbitkan, dan dari selisih bunga >itulah ADMF dan perusahaan pembiayaan lainnya mnedapatkan keuntungan. >Perseroan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan pada tanggal 4 >Maret 1991. ruang lingkup kegiatan Perseroan dalam bidang perusahaan >pembiayaan meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan >usaha kartu kredit. Pada saat ini, Perseroan terutama bergerak dalam bidang >pembiayaan konsumen. Pada tahun 2012, Perseroan menambah ruang lingkup >kegiatannya dengan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. >Sejak Januari 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjadi pemegang saham >pengendali Perseroan. PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan anak >perusahaan dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., dimana pemegang saham >akhir adalah Temasek Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang >berkedudukan di Singapura dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura. >Jadi bisa dikatakan ADMF adalah milik singapura. Saat ini 95% saham ADMF >dipegang oleh Bank danamon , 0,42% dipegang oleh asuransi adirsa dan sisanya >mayarakat umum. >Dalam laporan keuangan ADMF Q2 2013, terlihat hutang yang diterima oleh ADMF >dari pihak berelasi mencapai 2,8 T. >820 M diantaranya baru baru ini diperoleh dari BMDN sebagai induk usaha ADMF, >dan sisanya 1,98 T diperoleh dari pinjaman DBS (Singapore). >Melihat laporan keuangan ADMF Q2 2013, saya melihat ada bahaya , bukan saja >untuk ADMF namun ini menjadi signal bahaya bagi industri pembiayaan dan >mungkin menjadi signal bagi peningkatan kredit macet. > >Analisa Laporan Keuangan ADMF >Melihat grafik di atas tertutama INCOME, terlihat bahwa Walau sales (kredit >yang diberikan) ADMF mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari Q2 2010 >- Q2 2013, namun net profit ADMF bisa dikatakan stagnan dari Q2 2010 - Q2 >2013. Sehingga gross margin pun terus menerus mengalami penurunan. Dan kalau >kit alihat lebih teliti lagi di LK Q2 2103 ADMF ada pos Penyisihan kerugian >yang menglami peningkatan dari 428 M pada Q 2 2012 menjadi 624 M pada Q2 2013. >artinya ada peningkatan resiko kredit macet sehingga penyisihan kerugian pun >bertambah. > > >Selengkapnya : http://bei5000.com/2013/08/17/analisa-admf-q2-2013/ > >bei5000.com >http://www.facebook.com/rhliembono > >twritter : @bei5000
