Betul pak Irwan, kita sering kali tidak bisa tuntas dalam mengerjakan sesuatu,rasa tanggung jawab yg kurang. Lemah sekali ditindak lanjut dan kurang stamina jangka panjang.
Contoh : slot satelit yg tidak diurus ijinnya / perpanjangan, banned dari EU atas penerbangan nasional krn tidak digubris undangan EU utk present the case, hak cipta lagu, budaya yg katanya di claim negeri jiran kita (entah sejauh mana fakta dan emosi saya blm teliti). Minyak Jarak yg tempo hari menggebu gebu bikin rally atau safari sampai ke NTT, sejuta pohon, sejuta sawah lahan gambut etc. Bikin busway dng asal jadi, jalan tol tanpa bench mark kinerja (misal: kalau ada orang mati gara gara ambulans terlambat akibat bahu jalan dipenuhi kendaraan siapa tanggung jawab) ,... hidup terlalu mudah di repulbik ini dng katabelece. Seabreg deh ..ga usah diperpanjang list nya. Soal otak sih sama aja, dimana mana ada orang pintar pintar termasuk di negeri ini. Semoga pak Djoko kalau benar menemukan lebih dahulu siap dng data data penelitian, dan dibantu oleh legal team yg baik (bukan yg aji mumpung). Mudah mudahan kepastian hukum menjadi salah satu basis pokok dalam kita berbangsa. th
