Klo ndak salah Rudolf Diesel juga meninggal secara misterius karena mesin
temuannya (awalnya) didesain untuk menggunakan minyak nabati :D


On 12/10/07, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya belum tahu, yang Pak Joko punya itu yang seperti apa. Tapi
> berdasarkan informasi yang saya dapatkan, katanya air lautnya itu
> diolah dulu jadi bahan bakar sebelum dimasukan ke dalam mobil.
>
> Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari penemuan Pak Joko ini,
> apakah memang benaran bisa diproduksi massal dengan biaya murah
> ataukah tidak.
>
> Kalau mengikuti berita di Jawa Pos, katanya April ini untuk wilayah
> Jakarta, sudah bisa mulai menikmati bahan bakar hasil olahan air laut
> dengan harga Rp3000/liter nya. Jauh lebih murah dari harga bensin
> sekarang.
>
> Yang jelas, akan banyak pihak2 yg merasa dirugikan atau tidak
> diuntungkan bila penemuan Pak Joko ini benar2 bisa dibuat dan
> diproduksi untuk massal. Akan banyak yang tidak suka kalau teknologi
> ini benar-benar bisa terbukti.
>
> Jadi, bersiaplah untuk tidak berharap terlalu banyak karena yang
> seperti ini ujung-ujungnya nanti kepentingan tertentu yang menguasai
> rupiah jumlah besar pula yang akan menentukan apakah hal ini akan
> dilanjutkan atau disimpulkan tidak layak diteruskan.
>
> Bersiaplah untuk mengelus dada dan menerimanya menjadi kenangan
> sesaat. Kecuali bila ternyata apa yg dibuat Pak Joko ini benar2
> terbukti dan kita memiliki orang2 idealis yang tidak memikirkan
> kepentingan2 pribadi/kelompok, dan terus dengan nekat membuat
> teknologi ini berkembang menjadi hal yang memang bisa dibuat untuk massal.
>
> Ingatlah, bisnis minyak itu bisnis triliunan dollar. Jumlah yang
> sangat besar yang mana orang tidak akan rela bisnisnya jadi terganggu.
> Mereka akan rela mengeluarkan jutaan dolar untuk menggagalkan
> teknologi ini. Boleh percaya boleh tidak. Tapi setidaknya, orang
> Amerika, Stanley Meyer, harus kehilangan nyawanya karena mencoba
> membuat teknologi energi/bahan bakar dari air.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> --- In [email protected], Otto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Bang Irwan..
> > punya tulisan lebih mendalam engga tetang blue energy ini...
> > di forum sebelah ada yg bilang blue energy ini merupakan generasi
> kedua dari
> > Biodiesel. Dimana untuk membuat biodiesel ini ada tahap sumber karbon
> > (minyak nabati/jarak) dicampur dengan methanol. Sedangkan pada "blue
> energy"
> > sumber karbon (minyak nabati/jarak) dicampur dengan hidrogen yang memang
> > berasal dari air setelah melalui proses elektrolisa. Untuk proses
> pemisahan
> > hidrogen dan oksigen membutuhkan energi listrik. Dan hal ini yang
> menjadi
> > kontroversi di barat sana... karena energi listrik yang dibutuhkan
> sangat2
> > besar. Pada artikel ..Pak Joko juga bilang syaratnya.. butuh listrik
> yang
> > murah ... sementara setau saya.. listrik PLN juga subsidi...
> >
> > yg ingin saya tanyakan.. apakah blue energy pak joko ini berbeda
> dengan blue
> > energy yg telah ada (telah diteliti) selama ini?
> > kalau berbeda.. engga usah worried lah masalah patent..
> >
> > Sejujurnya saya salut pada Pak joko... satu dari sedikit orang yang
> lebih
> > ingin mencari solusi daripada komplain tidak jelas sehubungan
> kenaikan harga
> > minyak dunia..
> >
>
> >
>
>
>
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
> Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
>
> [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
> [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke