Saya belum tahu, yang Pak Joko punya itu yang seperti apa. Tapi berdasarkan informasi yang saya dapatkan, katanya air lautnya itu diolah dulu jadi bahan bakar sebelum dimasukan ke dalam mobil.
Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari penemuan Pak Joko ini, apakah memang benaran bisa diproduksi massal dengan biaya murah ataukah tidak. Kalau mengikuti berita di Jawa Pos, katanya April ini untuk wilayah Jakarta, sudah bisa mulai menikmati bahan bakar hasil olahan air laut dengan harga Rp3000/liter nya. Jauh lebih murah dari harga bensin sekarang. Yang jelas, akan banyak pihak2 yg merasa dirugikan atau tidak diuntungkan bila penemuan Pak Joko ini benar2 bisa dibuat dan diproduksi untuk massal. Akan banyak yang tidak suka kalau teknologi ini benar-benar bisa terbukti. Jadi, bersiaplah untuk tidak berharap terlalu banyak karena yang seperti ini ujung-ujungnya nanti kepentingan tertentu yang menguasai rupiah jumlah besar pula yang akan menentukan apakah hal ini akan dilanjutkan atau disimpulkan tidak layak diteruskan. Bersiaplah untuk mengelus dada dan menerimanya menjadi kenangan sesaat. Kecuali bila ternyata apa yg dibuat Pak Joko ini benar2 terbukti dan kita memiliki orang2 idealis yang tidak memikirkan kepentingan2 pribadi/kelompok, dan terus dengan nekat membuat teknologi ini berkembang menjadi hal yang memang bisa dibuat untuk massal. Ingatlah, bisnis minyak itu bisnis triliunan dollar. Jumlah yang sangat besar yang mana orang tidak akan rela bisnisnya jadi terganggu. Mereka akan rela mengeluarkan jutaan dolar untuk menggagalkan teknologi ini. Boleh percaya boleh tidak. Tapi setidaknya, orang Amerika, Stanley Meyer, harus kehilangan nyawanya karena mencoba membuat teknologi energi/bahan bakar dari air. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu --- In [email protected], Otto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bang Irwan.. > punya tulisan lebih mendalam engga tetang blue energy ini... > di forum sebelah ada yg bilang blue energy ini merupakan generasi kedua dari > Biodiesel. Dimana untuk membuat biodiesel ini ada tahap sumber karbon > (minyak nabati/jarak) dicampur dengan methanol. Sedangkan pada "blue energy" > sumber karbon (minyak nabati/jarak) dicampur dengan hidrogen yang memang > berasal dari air setelah melalui proses elektrolisa. Untuk proses pemisahan > hidrogen dan oksigen membutuhkan energi listrik. Dan hal ini yang menjadi > kontroversi di barat sana... karena energi listrik yang dibutuhkan sangat2 > besar. Pada artikel ..Pak Joko juga bilang syaratnya.. butuh listrik yang > murah ... sementara setau saya.. listrik PLN juga subsidi... > > yg ingin saya tanyakan.. apakah blue energy pak joko ini berbeda dengan blue > energy yg telah ada (telah diteliti) selama ini? > kalau berbeda.. engga usah worried lah masalah patent.. > > Sejujurnya saya salut pada Pak joko... satu dari sedikit orang yang lebih > ingin mencari solusi daripada komplain tidak jelas sehubungan kenaikan harga > minyak dunia.. > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
