Ooh, karena Anda memiliki saham BNII, jadi Anda merasa dirugikan kalau harganya turun karena transaksi batal. Sebenarnya apa yang mendasari Anda ketika membeli saham tersebut (mungkin Anda beli di harga yang cukup tinggi, bukan di bawah 250), dan apa tujuannya? Kalau tujuannya spekulasi, ya resiko seperti ini memang harus dihadapi karena dasar pertimbangannya adalah rumor dan momentum.
Transaksi ini adalah bisnis besar, dengan perubahan industri finansial yang drastis dewasa ini, segala pertimbangan bisa berubah dalam sekejap. Anda hanya merasakan paper loss saat ini, yang kemudian hari bisa saja naik kembali. Namun Anda mungkin tidak tahu bahwa di dunia komoditi internasional, tepatnya CPO, banyak sekali kontrak yang sudah ditanda tangani akhirnya dibatalkan karena harga CPO yang turun, dan hal ini juga menjadi salah satu sebab yang membuat harga CPO kian turun. Inilah kenyataan dunia bisnis dan keuangan, yang mau tak mau harus dihadapi oleh para pelakunya (seperti Anda pula, sebenarnya siapa sih yang mau rugi, demikian pula MayBank). Untung atau rugi adalah konsekuensi berbisnis, tentunya tidak ada hubungan dengan nasionalisme yang sempit dan embel-embel yang berbau politik bukan? Salam ----- Original Message ----- From: Betty Cantik To: [email protected] Sent: Friday, September 26, 2008 5:00 PM Subject: Bls: [saham] SEDIH, SEDIH, TAPI AKU MARAH !!! Bila anda memiliki saham ini ? Siapa yg mesti anda percayai ? Bagaimana regulator nasional dipermainkan oleh pihak luar negri padahal sebelum melakukan transaksi mereka sudah melakukan due dilligent artinya segala kebaikan dan keburukan atau isi perut perusahaan ini telah diketahui dan akhirnya mereka memberikan penilaian atau deal. Bank adalah lokomotif pembangunan, bagaimana bila masa depan bank ini dipermainkan, bukankah fundamental ekonomi menjadi permainan mereka? Bila pelaksanaannya seperti saat ini, mending korporasi spt MB diblok saja karena keputusan mereka menjadi tidak bisa dipercaya. Bisa-2 ketika mereka benar sudah mengendalikan BNII dan manajemen BNII melakukan perjanjian kredit kepada pengusaha nasional, lantas pengusaha memulai kegiatan usaha, kemudian usaha baru dimulai lantas kredit dibatalkan, bagaimana? ----- Pesan Asli ---- Dari: Tommy Jayamudita <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 26 September, 2008 15:38:14 Topik: Re: [saham] SEDIH, SEDIH, TAPI AKU MARAH !!! Bukankah penjualan saham pemilikan BNII adalah transaksi antara MayBank (Malaysia) dan Temasek (Singapore), saya tidak mengerti mengapa Anda marah, sebenarnya kalau transaksi ini batal, apa sih yang bisa merugikan Indonesia, dan kalau terlaksana, apa yang menguntungan Indonesia (di luar pajak dan fee transaksi IDX)? Salam ----- Original Message ----- From: Rudy To: [EMAIL PROTECTED] com Sent: Friday, September 26, 2008 3:17 PM Subject: RE: [saham] SEDIH, SEDIH, TAPI AKU MARAH !!! Soal BNM Perintahkan Maybank Turunkan Harga Akuisisi BII "Malayan Banking Berhad (Maybank) diperintahkan Bank Negara Malaysia (BNM) untuk memotong harga akuisisi Bank Internasional Indonesia (BII) dari harga semula US$ 2,7 miliar" baca : http://www.detikfin ance.com/ read/2008/ 09/26/111420/ 1012844/6/ bnm-perintahkan- maybank-turunkan -harga-akuisisi- bii From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto:saham@ yahoogroups. com] On Behalf Of abdulrahim abdulrahim Sent: Fri, 26 Sep 2008 14:45 PM To: [EMAIL PROTECTED] com Subject: Re: [saham] SEDIH, SEDIH, TAPI AKU MARAH !!! Ibu ngomong apaan si? 2008/9/26 Betty Cantik <bettycantik21@ yahoo.co. id>: > MALAYSIA KEMBALI BERHASIL MEMPERCUNDANGI NEGARA INDONESIA, APAKAH MAU KITA > BIARKAN SAJA? > > > > BAGAIMANAKAH KESEPAKATAN KORPORASI BISA DIBUAT SEPERTI MAINAN OLEH LEMBAGA > NEGARA? > > > > APAKAH KITA PANTAS MENJALIN HUBUNGAN DENGAN KORPORASI DAN TURUNANNYA? ------------------------------------------------------------------------------ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
