Andai sesederhana itu.... lihat aja running trade sampai short list
Kalau hmin lihat sih.... ini mafia ketemu mafia he.he.... 2008/9/27 Betty Cantik <[EMAIL PROTECTED]> > Bagaimana bila anda sudah deal dan sepakat untuk mengadakan suatu > kontrak kerjasama misalnya mengirim sayur dan buah segar ke suatu > supermarket, ada harga,ada kwalitas, ada term pembayaran, waktu pengiriman, > dsb. Sewaktu tiba waktu pengiriman barang perjanjian itu lantas dibatalkan > dgn berbagai alasan ? Seandainya posisi pada saat itu anda cuma pembuat > keranjang sayur yg tidak terlibat dalam kontrak tersebut secara langsung > tetapi menjadi pihak yg terlibat secara tidak langsung, apa anda merasa > tidak dipermainkan apalagi pembatalan itu telah dua kali dilakukan? syukur > bila cuma pembuat keranjang sayur yg tidak cepat rusak, kalo sayur atau > buahnya, gimana mau diobral, berapa kerugiaannya? Pebisnis mau dihargai bila > semua janjinya bisa ditepati, Singapore negara kecil dan miskin apapun > kecuali manusianya saja, mereka tidak memiliki sistem demokrasi yg baik > sebagaimana layaknya negara demokrasi dunia. Tetapi Singapore dihargai > karena menghormati sekecil apapun perjanjian bisnis itu. Coba tanya yg > pernah melakukan transaksi dgn pebisnis di Singapore (pihak yg jelas dan > transaksi yg tidak melanggar hukum), meski cuma sebuah kertas fax > coret-coretan tapi derajatnya tidak kalah dgn perjanjian yg dibuat di depan > notaris. > > Atas kejadian MB ini, malah Betty berharap otoritas keuangan di Indonesia > memblokir saja MayBank dan mengawasi ketat semua korporasi yg bergerak di > bidang keuangan asal Malaysia. Mereka tidak punya etika Bisnis yg baik, bila > kemudian BNII berhasil dikendalikan mereka. Maka BNII malahan bisa tambah > kacau, tidak mungkin manajemen MB yg tidak memiliki pandangan dan tidak > menghormati etika bisnis dibolehkan mengelolah Bank, apakah pemerintah RI > dikemudian hari masih bersedia mem-bailout BNII bila Bank tersebut > terjerembat dalam kekacauan oleh pengelolah yg salah yg jelas-2 diketahui > sejak awal. Apakah anda bersedia menghadapi kekacauan yg terjadi di BNII dan > kemudian menyebar ke Bank lainnya seperti yg terjadi pada tahun 1997-98 > karena kesalahan pengelola Bank? >
