Hmmm... saya pernah belajar ilmu ekonomi makro & mikro, akuntansi dan juga 
finance di bangku kuliah juga walaupun tidak mahir2 amat. Menurut saya:

2. turunkan tingkat suku bunga serendah mungkin, jadi mau ga mau para investor 
juga berminat balik ke lantai bursa dan invest di situ daripada buka deposito, 
beli obligasi dan/atau reksadana; masalahnya adalah inflasi kita sudah 
(hampir?) 2 digit, jadi ekspor-impor pasti terpengaruh;
3. alihkan ekspor/diversifikasi ke negara2 Asia Pasifik yang bursa sahamnya 
juga merah seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Australia, dan 
Selandia Baru. Postpone yang ke Amerika dan Eropa.
4. menerapkan aturan ketat larangan short-selling sampai waktu yang tidak 
terbatas.
5. membuat Bank Sentral ASEAN seperti halnya kayak European Central Bank. yang 
ini tentu saja perlu waktu.
6. sunset policy pajak dipercepat menjadi akhir oktober ini, instead of sampai 
akhir 2008. jadi setelah 31 Oktober 2008 nanti yang belum ngurus NPWP dan hal2 
yang berkaitan dengan pajak diberi penalti.
7. masuk menjadi anggota OPEC lagi dengan harapan bisa ikut memberikan suara 
terhadap supply dan demand harga crude oil yang menguntungkan bagi negara2 OPEC 
saja.
8. kurs dolar dibiarkan mengambang/floating. mungkin tidak apa2 juga apabila 
sampai menyentuh 11,000 per rupiah asal nilai ekspor naik, nilai impor turun 
dan IHSG naik.
9. menjamin plafon simpanan di bank minimal sebesar 100 milyar. bandingkan 
policy ini dengan negara Irlandia dan Eslandia (yang hampir "bangkrut");
10. memberi pelatihan singkat dan menyarankan dengan amat sangat bagi para 
investor agar menanamkan modalnya di bursa saham hanya maksimal sebesar 30% 
dari total aset mereka. jadi mereka masih bisa diversifikasi dengan menyimpan 
emas, membuka deposito, membeli properti dlsb. ini juga untuk mencegah 
kepanikan dan agar menjaga ketenangan hati para investor.
11.........

saya mohon ma'af apabila usul saya ngawur tenan. inilah yang saya dapatkan dari 
bangku kuliah selama di Belanda, Selandia Baru (Canterbury University di 
Christchurch), Universitas Bina Nusantara, pelatihan singkat oleh Prof. Jeffrey 
Sachs dan Bono (betul, Bono-nya U2) dan juga channel2 TV seperti CNBC, CNN dan 
Bloomberg. Serta juga buku2 Warren Buffett, Alexander Green dan Garrett B. 
Gunderson.

Salam,

Patria. 





--- On Fri, 10/10/08, Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [saham] Solusi untuk pemerintah... apa?
To: [email protected]
Date: Friday, October 10, 2008, 4:09 AM










    
            Kira-kira , menurut rekan-rekan apa yang harus dilakukan 
pemerintah? 1) Langkah buyback disaat murah, itu kan sudah tepat, 2). Suspen 
disaat bursa-bursa berpengaruh pada merah, sudah tepat, apa lagi?

" Tapi.. kalau sekarang bursa dibuka, kita-kita yg mau pada beli, pasti seneng 
? Tapi pasti banyak yang pada mau jual juga kan? "

Menurut saya, beberapa ide berikut juga perlu dilakukan :

1. Berita di Televisi, koran, dan atau semua media tentang bursa merah, di 
menej/diatur. .. 
2. ...
3. ....
4. ...
5. ...





      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke