Saya lebih banyak setuju dibanding tidak setuju atas usul solusi saudara2 Simon, ki_4ever, dan Dadi.
Untuk memulihkan kepercayaan para investor maka kondisi makro dan mikro ekonomi Republik yang tercinta ini harus diperbaiki. Iklim investasi, pembangunan infrastruktur, kebijakan moneter dan fiskal serta banyak faktor dan instrumen lagi yang notabene ada di tangan pemerintah SBY harus dipergunakan. Ga usahlah terlalu berharap mendongkrak popularitas pribadi agar terpilih kembali tahun depan (ini topik yang lain lagi) karena kalau memang di lapangan terbukti bahwa angka pengangguran dan kemiskinan turun, iklim investasi kondusif, modal asing terpakai dan terserap untuk pembangunan jangka panjang di tanah air yang akhirnya bisa menaikkan IHSG, hutang LN berkurang, maka rakyat dan bangsa kita juga akan semakin sejahtera. The unfortunate and the poor don't care less who will be their next president. Yang penting harga barang2 kebutuhan sehari2 terjangkau dan ada uang berlebih untuk savings bagi masa depan keluarga mereka. Tapi yah sekali lagi: lebih gampang ngomong dibanding praktek. Bola panas ada di Menteri Keuangan pada saat ini. Apakah perlu bursa dibuka kembali secara prematur di sesi II hari Jum'at ini atau apakah pemerintah memanfaatkan dahulu instrumen2 yang ada untuk mengurangi benturan indeks ke dasar yang lebih dalam lagi? Salam, Patria. --- On Fri, 10/10/08, simon bolenang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: simon bolenang <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [saham] Apa saja solusi untuk pemerintah...? To: [email protected], "obrolan-bandar yahoogroups" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, October 10, 2008, 6:29 AM 1. Suku bunga sebaiknya mengikuti trend global. 2. Sunset policy (pajak) di ganti dgn pengampunan pajak total ( pemutihan total ) sehingga dana2 konglomerat dapat kembali ke Indonesia, untuk meningkatkan usahanya, setelah itu pajak harus benar dan sesuai dgn pendapatan. 3. Percepat kebijakan 1 atap pemberian izin usaha di RI dgn insentive2nya untuk merangsang masuknya modal asing. 4. Buat infratruktur jalanan & listrik sebanyak mungkin sehingga asing nyaman di RI dan dapat berusaha di seluruh Indonesia. 5.Jaminan simpanan di Bank di perbesar menjadi Rp 10-100 M 6. Pemberian kredit perbankkan ke konsumtif di perketat, di ganti dgn pemberian kredit ke sektor usaha dgn kehati2an. 7. Pejabat2 dimohon untuk tidak mengeluarkan statement yg meresahkan, beri statement yg menenangkan. 8. Jaga kurs dollar.(kalau bisa kurs tetap ) dgn menjaga cadangan devisa pd jalur yg aman. 9. Berantas korupsi, penyalagunakan kekuasaaan, KKN. 10.Cari provokator yg merusak ekonomi (pelaku Short sell, pemborong dollar dalam jumlah besar ) 11. Menjaga keamanan dalam negeri ( Jangan sampai terjadi kerusuhan atau huru hara ) 12. Sukseskan pemilu. 13. Export diperlancar, import diperketat, apalagi penyelundup di sikat habis. 14. Untuk kebaikan kita semua mari kita bersama2 membantu pemerintah mengatasi krisis global ini jangan sampai berimbas ke RI. Lupakan ego kita masing2 (termasuk orang parpol ) --- On Fri, 10/10/08, ki_4ever888 <ki_4ever888@ yahoo.com> wrote: From: ki_4ever888 <ki_4ever888@ yahoo.com> Subject: Re: [saham] Solusi untuk pemerintah.. . apa? ==> nasionalisasi aja deh To: [EMAIL PROTECTED] com Date: Friday, October 10, 2008, 1:01 AM Ude susah2 mikirin gmn atasi krisis global.. suruh pemerintah ambil alih paksa perusahaan2 tambang, telco, bank, semen & perusahaan yg berkaitan dgn hayat hidup org byk deh yg gede2, kyk Freeport, newmont dll.. abis nationalize, then jual semua emas & komoditinya. . then bayar utang luar & dlm negeri.. ude selesai toh?? then, kan mgkn kita diembargo amrik dll.. so what gitu lho?? abis itu kembangkan pertanian dlm negeri, spy rakyat tdk lapar.. kl rakyat kenyang, negara dgn otomatis akan berkembang, tanpa eksport / import dr luar negeri.. toh secara SDA kita kaya.. then kalo ude ada duit, kita import pakar2 dr luar negeri lho.. gitu aja koq repot.. heheheh.. :p --- On Fri, 10/10/08, Patria Asmara <patria.asmara@ yahoo.com> wrote: From: Patria Asmara <patria.asmara@ yahoo.com> Subject: Re: [saham] Solusi untuk pemerintah.. . apa? To: [EMAIL PROTECTED] com Date: Friday, October 10, 2008, 12:38 AM Hmmm... saya pernah belajar ilmu ekonomi makro & mikro, akuntansi dan juga finance di bangku kuliah juga walaupun tidak mahir2 amat. Menurut saya: 2. turunkan tingkat suku bunga serendah mungkin, jadi mau ga mau para investor juga berminat balik ke lantai bursa dan invest di situ daripada buka deposito, beli obligasi dan/atau reksadana; masalahnya adalah inflasi kita sudah (hampir?) 2 digit, jadi ekspor-impor pasti terpengaruh; 3. alihkan ekspor/diversifikas i ke negara2 Asia Pasifik yang bursa sahamnya juga merah seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Postpone yang ke Amerika dan Eropa. 4. menerapkan aturan ketat larangan short-selling sampai waktu yang tidak terbatas. 5. membuat Bank Sentral ASEAN seperti halnya kayak European Central Bank. yang ini tentu saja perlu waktu. 6. sunset policy pajak dipercepat menjadi akhir oktober ini, instead of sampai akhir 2008. jadi setelah 31 Oktober 2008 nanti yang belum ngurus NPWP dan hal2 yang berkaitan dengan pajak diberi penalti. 7. masuk menjadi anggota OPEC lagi dengan harapan bisa ikut memberikan suara terhadap supply dan demand harga crude oil yang menguntungkan bagi negara2 OPEC saja. 8. kurs dolar dibiarkan mengambang/floating . mungkin tidak apa2 juga apabila sampai menyentuh 11,000 per rupiah asal nilai ekspor naik, nilai impor turun dan IHSG naik. 9. menjamin plafon simpanan di bank minimal sebesar 100 milyar. bandingkan policy ini dengan negara Irlandia dan Eslandia (yang hampir "bangkrut"); 10. memberi pelatihan singkat dan menyarankan dengan amat sangat bagi para investor agar menanamkan modalnya di bursa saham hanya maksimal sebesar 30% dari total aset mereka. jadi mereka masih bisa diversifikasi dengan menyimpan emas, membuka deposito, membeli properti dlsb. ini juga untuk mencegah kepanikan dan agar menjaga ketenangan hati para investor. 11......... saya mohon ma'af apabila usul saya ngawur tenan. inilah yang saya dapatkan dari bangku kuliah selama di Belanda, Selandia Baru (Canterbury University di Christchurch) , Universitas Bina Nusantara, pelatihan singkat oleh Prof. Jeffrey Sachs dan Bono (betul, Bono-nya U2) dan juga channel2 TV seperti CNBC, CNN dan Bloomberg. Serta juga buku2 Warren Buffett, Alexander Green dan Garrett B. Gunderson. Salam, Patria. --- On Fri, 10/10/08, Dadi Resmawan <dadiresmawan02@ yahoo.com> wrote: From: Dadi Resmawan <dadiresmawan02@ yahoo.com> Subject: [saham] Solusi untuk pemerintah.. . apa? To: [EMAIL PROTECTED] com Date: Friday, October 10, 2008, 4:09 AM Kira-kira , menurut rekan-rekan apa yang harus dilakukan pemerintah? 1) Langkah buyback disaat murah, itu kan sudah tepat, 2). Suspen disaat bursa-bursa berpengaruh pada merah, sudah tepat, apa lagi? " Tapi.. kalau sekarang bursa dibuka, kita-kita yg mau pada beli, pasti seneng ? Tapi pasti banyak yang pada mau jual juga kan? " Menurut saya, beberapa ide berikut juga perlu dilakukan : 1. Berita di Televisi, koran, dan atau semua media tentang bursa merah, di menej/diatur. .. 2. ... 3. .... 4. ... 5. ...
