Rekans,
Sebenarnya ini tidak terlalu bermasalah karena umumnya petugas SPBU
bekerja di lingkungan luar.
Dan uap BBM itu langsung bercampur dgn udara luar tertiup angina
.. dan
hilang lah dia.
Saya rasa Pertamnia akan memberikan jawaban yang sama
Rgds, A3K
________________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Irwan Ariston Napitupulu
Sent: Thursday, October 23, 2008 11:33 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] OOT: Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin
Terima kasih Pak untuk masukan2 tambahannya. Semoga pihak
terkait bisa mengambil kebijakan yg lebih bijaksana lagi demi
kebaikan bersama khususnya para pekerja yg mungkin belum
berani menyuarakan penderitaannya karena takut kehilangan pekerjaan.
Media internet apakabar juga sudah memuat artikel tersebut setelah
sebelumnya meminta saya untuk memuat tulisan tersebut.
http://www.apakabar.ws/content/view/2135/88888889/
Saya percaya, semakin banyak berita ini menyebar, maka akan
semakin besar pula kemungkinannya sampai terbaca oleh pihak terkait.
Saya masih yakin seyakin2nya, pihak terkait tersebut sebenarnya
mungkin belum terpikirkan permasalahan ini. Dengan disampaikannya
permasalahan ini, saya masih yakin mereka akan mempertimbangkan
kembali kebijakan yg diambil selama ini dan juga saya yakin mereka
akan memperbaiki dengan merubah kebijakan yg lama untuk kemudian
lebih memihak kepada kesehatan para pekerjanya.
Hal ini karena saya yakin dan percaya bahwa sebenarnya pihak otoritas
yg terkait tersebut punya tujuan yg sama yaitu mendahulukan kesehatan
pekerjanya. Hanya saja mungkin selama ini mereka belum mendapatkan
masukan dari lapangan.
Semoga ya perubahan tersebut bisa segera terwujud demi kebaikan para
petugas pom bensin.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2008/10/23 Vincentius Budi Darmawan <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Pak Irwan,
>
> Sanyat sangat setuju dengan Pendapat Pak Irwan 10000000000%
> Tidak bisa dikatakan dengan kata-kata,
> Apalagi mereka juga punya anak, istri yang bergantung hidup ke ayahnya
... KASIHAN
> Gaji cuma berapa tapi resiko kesehatan bagi mereka sangat tinggi
> Dan untuk meminimalkan BUKAN menghilangkan racun harus ada susu
>
> Dan harus ada dokter yang survey dan cek fisik para pekerja pom bensin,
> Jadi rekomendasi yang keluar dari dokter ...
>
> Sebaiknya email ini dikirim ke Pertamina dan Ikatan Dokter Indonesia
>
> --- On Wed, 10/22/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [saham] OOT: Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, October 22, 2008, 3:03 AM
>
> Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin
>
> Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom
bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja.
Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang
mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.
>
> Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin.
Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat
pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap
hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar
mengurangi uap bensin yang terhirup.
>
> Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar
sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin
tersebut.
>
> Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab
bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak.
Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu,
perasaan sakit di dada semakin menjadi.
>
> Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka
semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang
mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka
diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka
bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan
senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak
menghargai pelanggan.
>
> Hazrah kazrah!
>
> Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam.
Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi
yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.
>
> Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus
mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat
memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya
paru-paru dan otak mereka.
>
> Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker
penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu
dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.
>
> Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para
pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom
bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom
bensin dengan masker penutup hidung.
>
> Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom
bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke
kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik
senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat
menghirup uap bensin.
>
> Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.
>
> catatan:
> Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan
tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam.
Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.
>
> Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir
dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin
dibolehkan memakai masker penutup hidung.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
------------------------------------
Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/