Menurut saya wajar2 saja dikaitkan dengan pilpres.
Di Indonesia khan juga begitu, kalau lagi mau ada pilpres, gerakan
saham juga akan pengaruh karena terkait dengan harapan di masa
mendatang.

Di Amerika juga begitu.
Nah, karena Amerika merupakan pusat kekuatan ekonomi dunia,
karenanya kalau ekonomi Amerika anjlog, dunia kena imbasnya juga.

Yang perlu kita ingat Amerika itu negara yg tingkat konsumsi rakyatnya
setahu saya paling tinggi. Mereka juga termasuk yg paling tinggi
mengkonsumsi energi (termasuk minyak).

Jadi, urusan dengan Amerika ini bisa merembet ke berbagai sektor,
mulai dari urusan soal minyak, mobil, elektronik, makanan, pakaian,
juga komoditas2 baik hard commodities maupun soft commodities
bisa kena pengaruh semuanya.

Agak berbeda dengan kasus tahun 1997/98 lalu. Krisis yg
menghantam Asia, Rusia, Amerika Latin, dan juga beberapa
negara Eropa, dapat cepat terselamatkan karena waktu itu
ekonomi Amerika lagi booming. Dunia saat itu terselamatkan
oleh ekonomi Amerika.

Ibarat film, sekarang jagoannya lagi sakit keras. Belum
ada negara lain yg bisa menggantikan posisi Amerika dalam
hal konsumsi.

Negara2 lain bisa memproduksi segala macam barang,
tapi kalau pembeli utamanya lagi ogah belanja, gimana? :)

Itu sebabnya sekarang pilpres Amerika tanggal 4 Nov menjadi
sangat penting. Yang diharapkan dari hasil pilpres nanti
saya perhatikan hanyalah pemulihan kepercayaan pasar saja.

Ini krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan harus diatasi
dengan memulihkan kepercayaan. Dan saya perhatikan
pasar sejauh ini berharap Obama yang menang.

Dari hasil obrolan saya barusan dengan kawan saya di Texas,
lewat facebook, dia menceritakan kalau mall2 disana sekarang
lagi sepi seperti kuburan. Orang2 lagi banyak yg kasih suara
karena memang sekarang ini lagi ada kebijakan yg namanya
early voting.

Dengan kebijakan early voting ini atau memberikan suara
lebih awal dari tanggal 4 Nov, akan meningkatkan jumlah
partisipasi warga yg memberikan suara karena sekarang
orang lebih punya banyak waktu dan bisa menyesuaikan
waktunya masing2 dalam memberikan suaranya.
Perhitungan tetap dilakukan tanggal 4 Nov setelah batas
waktu memberikan suara berakhir.

Dari pantauan kawan saya tersebut, ada fenomena diluar
kebiasaan yaitu orang banyak yg berbondong2 memberikan
suaranya. Tampaknya orang mulai peduli dengan nasib mereka,
nasih pekerjaan mereka, nasib portfolio mereka, nasib 401K
untuk pensiun mereka. Mereka pada keluar untuk aktif
memberikan suara. Dan ini saya perkirakan akan menguntungkan
untuk Obama.

Walau demikian, terlalu dini kalau memastikan Obama akan
pasti menang. Karena teringat trauma dari kasus Bradley dulu.
Tom Bradley, kulit hitam, waktu pemilihan untuk gubernur California
sempat unggul di beberapa polling.
Setelah perhitungan pemilu, ternyata kalah.
Analis memperkirakan hal ini disebabkan karena waktu polling
dilakukan orang2 kulit putih yg mungkin masih ragu/mengambang
waktu ditanya memberikan jawaban memilih Bradley, tapi
pas saatnya kasih suara, mereka berubah pikiran dan memilih
orang kulit putih seperti kulit mereka.

Hal inilah yg ditakutkan terjadi di Obama.
Sejauh ini hasil polling menunjukkan Obama di atas angin,
tapi orang2 tidak mau mengulangi kesalahan yg sama.
Mereka belum mau memastikan sesuatu sampai benar2
hasilnya keluar dan Obama terpilih sebagai presiden.

Itu sebabnya, kejatuhan indeks yg cukup dalam, akan sangat
memberikan keuntungan bagi kemenangan Obama.
Dan saya melihat ada unsur konspirasi disini dalam
menjatuhkan indeks/saham.
Perkiraan saya ini bisa salah. Karenanya, kita tunggu saja
nanti tanggal 5 November, dan bagaimana pasar bereaksi
atas hasil dari pilpres.

Mudah2an, pada saat tanggal 5 Nov nanti (asumsi Obama yg
menang), kebijakan Auto Rejection kita sudah bisa dipulihkan
ke normal, kalau memang orang IT nya BEJ masih belum mampu
membuat Asimetris untuk AR.

Sejauh ini, saya tidak berharap terlalu banyak adanya hal2
positip yg akan terjadi di bursa global sebelum pilpres Amerika.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2008/10/24 ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Bang IAN, saya juga dengar begitu. Jadi pasar akan terus bergejolak dengan 
> trend terus melemah sampai 4 November. Setelah itu, seandainya Barack Obama 
> dipastikan menang, maka gejolak akan mulai mereda untuk kemudian menuju 
> normal. Saya tidak mengerti koq gejolak pasar dikaitkan dengan pilpres 
> Amrik?, namun begitulah news yang beredar.
>
> --- On Thu, 10/23/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [saham] 12 Hari Lagi
> To: [email protected]
> Date: Thursday, October 23, 2008, 7:56 PM
>
> Pasar terus melesu. Tampaknya pasar akan menunggu pemilu presiden AS
> tanggal 4 November 2008. Untuk kita yang di Indonesia, baru akan tahu
> hasilnya tanggal 5 November 2008 pagi atau 12 hari lagi dari sekarang.
>
> Lumayan, dalam 12 hari ke depan ini mungkin bisa jualan bakso dulu :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke