Perfect and appreciate it, thx Bang IAN.

--- On Fri, 10/24/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [saham] 12 Hari Lagi
To: [email protected]
Date: Friday, October 24, 2008, 4:07 PM










    
            Menurut saya wajar2 saja dikaitkan dengan pilpres.

Di Indonesia khan juga begitu, kalau lagi mau ada pilpres, gerakan

saham juga akan pengaruh karena terkait dengan harapan di masa

mendatang.



Di Amerika juga begitu.

Nah, karena Amerika merupakan pusat kekuatan ekonomi dunia,

karenanya kalau ekonomi Amerika anjlog, dunia kena imbasnya juga.



Yang perlu kita ingat Amerika itu negara yg tingkat konsumsi rakyatnya

setahu saya paling tinggi. Mereka juga termasuk yg paling tinggi

mengkonsumsi energi (termasuk minyak).



Jadi, urusan dengan Amerika ini bisa merembet ke berbagai sektor,

mulai dari urusan soal minyak, mobil, elektronik, makanan, pakaian,

juga komoditas2 baik hard commodities maupun soft commodities

bisa kena pengaruh semuanya.



Agak berbeda dengan kasus tahun 1997/98 lalu. Krisis yg

menghantam Asia, Rusia, Amerika Latin, dan juga beberapa

negara Eropa, dapat cepat terselamatkan karena waktu itu

ekonomi Amerika lagi booming. Dunia saat itu terselamatkan

oleh ekonomi Amerika.



Ibarat film, sekarang jagoannya lagi sakit keras. Belum

ada negara lain yg bisa menggantikan posisi Amerika dalam

hal konsumsi.



Negara2 lain bisa memproduksi segala macam barang,

tapi kalau pembeli utamanya lagi ogah belanja, gimana? :)



Itu sebabnya sekarang pilpres Amerika tanggal 4 Nov menjadi

sangat penting. Yang diharapkan dari hasil pilpres nanti

saya perhatikan hanyalah pemulihan kepercayaan pasar saja.



Ini krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan harus diatasi

dengan memulihkan kepercayaan. Dan saya perhatikan

pasar sejauh ini berharap Obama yang menang.



Dari hasil obrolan saya barusan dengan kawan saya di Texas,

lewat facebook, dia menceritakan kalau mall2 disana sekarang

lagi sepi seperti kuburan. Orang2 lagi banyak yg kasih suara

karena memang sekarang ini lagi ada kebijakan yg namanya

early voting.



Dengan kebijakan early voting ini atau memberikan suara

lebih awal dari tanggal 4 Nov, akan meningkatkan jumlah

partisipasi warga yg memberikan suara karena sekarang

orang lebih punya banyak waktu dan bisa menyesuaikan

waktunya masing2 dalam memberikan suaranya.

Perhitungan tetap dilakukan tanggal 4 Nov setelah batas

waktu memberikan suara berakhir.



Dari pantauan kawan saya tersebut, ada fenomena diluar

kebiasaan yaitu orang banyak yg berbondong2 memberikan

suaranya. Tampaknya orang mulai peduli dengan nasib mereka,

nasih pekerjaan mereka, nasib portfolio mereka, nasib 401K

untuk pensiun mereka. Mereka pada keluar untuk aktif

memberikan suara. Dan ini saya perkirakan akan menguntungkan

untuk Obama.



Walau demikian, terlalu dini kalau memastikan Obama akan

pasti menang. Karena teringat trauma dari kasus Bradley dulu.

Tom Bradley, kulit hitam, waktu pemilihan untuk gubernur California

sempat unggul di beberapa polling.

Setelah perhitungan pemilu, ternyata kalah.

Analis memperkirakan hal ini disebabkan karena waktu polling

dilakukan orang2 kulit putih yg mungkin masih ragu/mengambang

waktu ditanya memberikan jawaban memilih Bradley, tapi

pas saatnya kasih suara, mereka berubah pikiran dan memilih

orang kulit putih seperti kulit mereka.



Hal inilah yg ditakutkan terjadi di Obama.

Sejauh ini hasil polling menunjukkan Obama di atas angin,

tapi orang2 tidak mau mengulangi kesalahan yg sama.

Mereka belum mau memastikan sesuatu sampai benar2

hasilnya keluar dan Obama terpilih sebagai presiden.



Itu sebabnya, kejatuhan indeks yg cukup dalam, akan sangat

memberikan keuntungan bagi kemenangan Obama.

Dan saya melihat ada unsur konspirasi disini dalam

menjatuhkan indeks/saham.

Perkiraan saya ini bisa salah. Karenanya, kita tunggu saja

nanti tanggal 5 November, dan bagaimana pasar bereaksi

atas hasil dari pilpres.



Mudah2an, pada saat tanggal 5 Nov nanti (asumsi Obama yg

menang), kebijakan Auto Rejection kita sudah bisa dipulihkan

ke normal, kalau memang orang IT nya BEJ masih belum mampu

membuat Asimetris untuk AR.



Sejauh ini, saya tidak berharap terlalu banyak adanya hal2

positip yg akan terjadi di bursa global sebelum pilpres Amerika.



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu



2008/10/24 ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED] com>

>

> Bang IAN, saya juga dengar begitu. Jadi pasar akan terus bergejolak dengan 
> trend terus melemah sampai 4 November. Setelah itu, seandainya Barack Obama 
> dipastikan menang, maka gejolak akan mulai mereda untuk kemudian menuju 
> normal. Saya tidak mengerti koq gejolak pasar dikaitkan dengan pilpres 
> Amrik?, namun begitulah news yang beredar.

>

> --- On Thu, 10/23/08, Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> 
> wrote:

>

> From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com>

> Subject: [saham] 12 Hari Lagi

> To: [EMAIL PROTECTED] com

> Date: Thursday, October 23, 2008, 7:56 PM

>

> Pasar terus melesu. Tampaknya pasar akan menunggu pemilu presiden AS

> tanggal 4 November 2008. Untuk kita yang di Indonesia, baru akan tahu

> hasilnya tanggal 5 November 2008 pagi atau 12 hari lagi dari sekarang.

>

> Lumayan, dalam 12 hari ke depan ini mungkin bisa jualan bakso dulu :)

>

> jabat erat,

> Irwan Ariston Napitupulu

>


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke