maaf, ikutan nimbrung saja, Obama menang bisa pengaruh positip, tetapi mungkin kecil dibanding skala masalah krisis keuangan yg sangat besar dan global. Kebanyakan perusahaan2 telah melakukan lay off pegawai, perampingan, pengangguran meningkat, projek2 ditunda, konsumsi menurun, kebanyakan usaha rugi atau merosot keutungannya. Terjadi ekonomi slow down. Orang mengurangi travel seingga menurunkan konsumsi BBM dg drastis, harga turun dari $3.80 ke $2.60 hari ini. Fuel surcharge untuk airline dihapus ( tkt lb murah). Just for today, no worry.
________________________________ From: ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, October 25, 2008 7:29:30 AM Subject: Re: [saham] 12 Hari Lagi Perfect and appreciate it, thx Bang IAN. --- On Fri, 10/24/08, Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> wrote: From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> Subject: Re: [saham] 12 Hari Lagi To: [EMAIL PROTECTED] com Date: Friday, October 24, 2008, 4:07 PM Menurut saya wajar2 saja dikaitkan dengan pilpres. Di Indonesia khan juga begitu, kalau lagi mau ada pilpres, gerakan saham juga akan pengaruh karena terkait dengan harapan di masa mendatang. Di Amerika juga begitu. Nah, karena Amerika merupakan pusat kekuatan ekonomi dunia, karenanya kalau ekonomi Amerika anjlog, dunia kena imbasnya juga. Yang perlu kita ingat Amerika itu negara yg tingkat konsumsi rakyatnya setahu saya paling tinggi. Mereka juga termasuk yg paling tinggi mengkonsumsi energi (termasuk minyak). Jadi, urusan dengan Amerika ini bisa merembet ke berbagai sektor, mulai dari urusan soal minyak, mobil, elektronik, makanan, pakaian, juga komoditas2 baik hard commodities maupun soft commodities bisa kena pengaruh semuanya. Agak berbeda dengan kasus tahun 1997/98 lalu. Krisis yg menghantam Asia, Rusia, Amerika Latin, dan juga beberapa negara Eropa, dapat cepat terselamatkan karena waktu itu ekonomi Amerika lagi booming. Dunia saat itu terselamatkan oleh ekonomi Amerika. Ibarat film, sekarang jagoannya lagi sakit keras. Belum ada negara lain yg bisa menggantikan posisi Amerika dalam hal konsumsi. Negara2 lain bisa memproduksi segala macam barang, tapi kalau pembeli utamanya lagi ogah belanja, gimana? :) Itu sebabnya sekarang pilpres Amerika tanggal 4 Nov menjadi sangat penting. Yang diharapkan dari hasil pilpres nanti saya perhatikan hanyalah pemulihan kepercayaan pasar saja. Ini krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan harus diatasi dengan memulihkan kepercayaan. Dan saya perhatikan pasar sejauh ini berharap Obama yang menang. Dari hasil obrolan saya barusan dengan kawan saya di Texas, lewat facebook, dia menceritakan kalau mall2 disana sekarang lagi sepi seperti kuburan. Orang2 lagi banyak yg kasih suara karena memang sekarang ini lagi ada kebijakan yg namanya early voting. Dengan kebijakan early voting ini atau memberikan suara lebih awal dari tanggal 4 Nov, akan meningkatkan jumlah partisipasi warga yg memberikan suara karena sekarang orang lebih punya banyak waktu dan bisa menyesuaikan waktunya masing2 dalam memberikan suaranya. Perhitungan tetap dilakukan tanggal 4 Nov setelah batas waktu memberikan suara berakhir. Dari pantauan kawan saya tersebut, ada fenomena diluar kebiasaan yaitu orang banyak yg berbondong2 memberikan suaranya. Tampaknya orang mulai peduli dengan nasib mereka, nasih pekerjaan mereka, nasib portfolio mereka, nasib 401K untuk pensiun mereka. Mereka pada keluar untuk aktif memberikan suara. Dan ini saya perkirakan akan menguntungkan untuk Obama. Walau demikian, terlalu dini kalau memastikan Obama akan pasti menang. Karena teringat trauma dari kasus Bradley dulu. Tom Bradley, kulit hitam, waktu pemilihan untuk gubernur California sempat unggul di beberapa polling. Setelah perhitungan pemilu, ternyata kalah. Analis memperkirakan hal ini disebabkan karena waktu polling dilakukan orang2 kulit putih yg mungkin masih ragu/mengambang waktu ditanya memberikan jawaban memilih Bradley, tapi pas saatnya kasih suara, mereka berubah pikiran dan memilih orang kulit putih seperti kulit mereka. Hal inilah yg ditakutkan terjadi di Obama. Sejauh ini hasil polling menunjukkan Obama di atas angin, tapi orang2 tidak mau mengulangi kesalahan yg sama. Mereka belum mau memastikan sesuatu sampai benar2 hasilnya keluar dan Obama terpilih sebagai presiden. Itu sebabnya, kejatuhan indeks yg cukup dalam, akan sangat memberikan keuntungan bagi kemenangan Obama. Dan saya melihat ada unsur konspirasi disini dalam menjatuhkan indeks/saham. Perkiraan saya ini bisa salah. Karenanya, kita tunggu saja nanti tanggal 5 November, dan bagaimana pasar bereaksi atas hasil dari pilpres. Mudah2an, pada saat tanggal 5 Nov nanti (asumsi Obama yg menang), kebijakan Auto Rejection kita sudah bisa dipulihkan ke normal, kalau memang orang IT nya BEJ masih belum mampu membuat Asimetris untuk AR. Sejauh ini, saya tidak berharap terlalu banyak adanya hal2 positip yg akan terjadi di bursa global sebelum pilpres Amerika. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2008/10/24 ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED] com> > > Bang IAN, saya juga dengar begitu. Jadi pasar akan terus bergejolak dengan > trend terus melemah sampai 4 November. Setelah itu, seandainya Barack Obama > dipastikan menang, maka gejolak akan mulai mereda untuk kemudian menuju > normal. Saya tidak mengerti koq gejolak pasar dikaitkan dengan pilpres > Amrik?, namun begitulah news yang beredar. > > --- On Thu, 10/23/08, Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> > wrote: > > From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> > Subject: [saham] 12 Hari Lagi > To: [EMAIL PROTECTED] com > Date: Thursday, October 23, 2008, 7:56 PM > > Pasar terus melesu. Tampaknya pasar akan menunggu pemilu presiden AS > tanggal 4 November 2008. Untuk kita yang di Indonesia, baru akan tahu > hasilnya tanggal 5 November 2008 pagi atau 12 hari lagi dari sekarang. > > Lumayan, dalam 12 hari ke depan ini mungkin bisa jualan bakso dulu :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu >
