Kalau alasannya seperti ini bahaya dong Pak.
Kelihatannya jajaran mentri kabinet SBY enggan menurunkan harga minyak.
Statement kemarin harga BBM akan turun kalau minyak bisa turun ke
level $49 hingga akhir tahun, karena:
1. Realisasi subsidi sudah melewati jatah subsidi
2. Harga minyak turun tapi harga dollar pembeli minyak naik, jadi
net-nya pengeluaran untuk beli minyak tetap sama.
Berarti BEI harus siap2 untuk terjun lagi bila besok2 ada statement
tidak akan ada penurunan BBM hingga akhir tahun.
Kalau dilihat selama ini cukup banyak jajaran menteri dan deputy
gubernur BI yang manuvernya seperti gerilyawan, hanya untuk
kepentingan sekelompok oknum dan bukan untuk kepentingan negara.
Tahun lalu kalau masih ingat, USD ada kesempatan untuk menguat di
bawah USD 9.000, bahkan sempat melewati level tersebut, lalu salah
seorang deputi gubernur yang memang bermasalah bilang : kurs terbaik
adalah di level 9.000-an. Kontan Rupiah terjungkal lagi.
Yang saya belum dapat pencerahan, penerimaan migas waktu harga naik
itu dinikmati siapa ?
Lalu waktu penurunan harga migas yang berarti subsidi menurun, kalau
harga BBM dalam negeri tetap, kelebihannya dinikmati siapa ya?
Nampaknya para penikmat keuntungan dari brokerage BBM ini masih belum
tersentuh dan masih mendulang untung bahkan waktu krisis seperti ini.
Salam
At 03:11 PM 28/10/2008, Irwan Ariston Napitupulu wrote:
Alasan di bawah persis seperti jaman orba dulu yg pernah saya
ceritakan di milis ini.
Dulu, jaman orba kalau harga minyak internasional naik, maka
pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga minyak dalam
negeri dengan alasan subsidi minyak meningkat.
Nah, pas harga minyak turun drastis, dulu jaman orba
mengambil kebijakan menaikkan harga minyak dalam negeri
dengan alasan penerimaan negara dari minyak menurun drastis
dan di bawah target penerimaan.
Jadi, mau kemanapun harga minyak naik atau turun, di
jaman orba dulu akan selalu ada alasan untuk menaikkan harga
minyak dan tidak ada alasan untuk menurunkan harga minyak :)
Nah, kalau SBY yang seorang jendral, seorang presiden
yg memegang tongkat komando, bentuk perintahnya harusnya
jangan berbunyi seperti di bawah, memerintahkan untuk
mengkaji, tapi harusnya sih bentuk perintahnya adalah
langsung menurunkan harga BBM.
Jadi, bentuk perintahnya tegas. Yang pegang tongkat komando
juga jadi jelas. SBY khan tidak harus bergantung menteri ESDM
dalam mengambil tindakan, dan tongkat komando
pemerintahan juga bukan ditangan menteri ESDM.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2008/10/28 Yanuar Mustofa
<<mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]>
SBY Perintahkan Menteri ESDM Kaji Penurunan BBM
Selasa, 28 Oktober 2008 - 14:09 wib
---dihapus---
Diakui oleh SBY, dengan penurunan harga minyak dunia maka subsidi
BBM juga turun. Akan tetapi, penerimaan negara dari minyak yang
didasarkan pada harga ICP juga turun.
------ dihapus-------------