Kalau harga minyak naik $140, BBM buru2 dinaikan sekarang harga minyak turun 
BBM tidak bisa turun, seandainya  harga saham seperti BBM bisa naik tapi ogah 
turun, ya alangkah bagusnya.  
  ----- Original Message ----- 
  From: Henry Santoso 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Tuesday, October 28, 2008 4:22 PM
  Subject: Re: [saham] Keputusan ini yg Bikin IHSG Rally


  Kalau alasannya seperti ini bahaya dong Pak.

  Kelihatannya jajaran mentri kabinet SBY enggan menurunkan harga minyak.
  Statement kemarin harga BBM akan turun kalau minyak bisa turun ke level $49 
hingga akhir tahun, karena:
  1. Realisasi subsidi sudah melewati jatah subsidi
  2. Harga minyak turun tapi harga dollar pembeli minyak naik, jadi net-nya 
pengeluaran untuk beli minyak tetap sama.

  Berarti BEI harus siap2 untuk terjun lagi bila besok2 ada statement tidak 
akan ada penurunan BBM hingga akhir tahun.

  Kalau dilihat selama ini cukup banyak jajaran menteri dan deputy gubernur BI 
yang manuvernya seperti gerilyawan, hanya untuk kepentingan sekelompok oknum 
dan bukan untuk kepentingan negara.

  Tahun lalu kalau masih ingat, USD ada kesempatan untuk menguat di bawah USD 
9.000, bahkan sempat melewati level tersebut, lalu salah seorang deputi 
gubernur yang memang bermasalah bilang : kurs terbaik adalah di level 9.000-an. 
Kontan Rupiah terjungkal lagi.

  Yang saya belum dapat pencerahan, penerimaan migas waktu harga naik itu 
dinikmati siapa ?
  Lalu waktu penurunan harga migas yang berarti subsidi menurun, kalau harga 
BBM dalam negeri tetap, kelebihannya dinikmati siapa ya? Nampaknya para 
penikmat keuntungan dari brokerage BBM ini masih belum tersentuh dan masih 
mendulang untung bahkan waktu krisis seperti ini.

  Salam








  At 03:11 PM 28/10/2008, Irwan Ariston Napitupulu wrote:



    Alasan di bawah persis seperti jaman orba dulu yg pernah saya 
    ceritakan di milis ini.

    Dulu, jaman orba kalau harga minyak internasional naik, maka
    pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga minyak dalam
    negeri dengan alasan subsidi minyak meningkat.

    Nah, pas harga minyak turun drastis, dulu jaman orba
    mengambil kebijakan menaikkan harga minyak dalam negeri
    dengan alasan penerimaan negara dari minyak menurun drastis
    dan di bawah target penerimaan.

    Jadi, mau kemanapun harga minyak naik atau turun, di 
    jaman orba dulu akan selalu ada alasan untuk menaikkan harga
    minyak dan tidak ada alasan untuk menurunkan harga minyak :)

    Nah, kalau SBY yang seorang jendral, seorang presiden
    yg memegang tongkat komando, bentuk perintahnya harusnya
    jangan berbunyi seperti di bawah, memerintahkan untuk
    mengkaji, tapi harusnya sih bentuk perintahnya adalah
    langsung menurunkan harga BBM.

    Jadi, bentuk perintahnya tegas. Yang pegang tongkat komando
    juga jadi jelas. SBY khan tidak harus bergantung menteri ESDM
    dalam mengambil tindakan, dan tongkat komando
    pemerintahan juga bukan ditangan menteri ESDM.


    jabat erat,
    Irwan Ariston Napitupulu




    2008/10/28 Yanuar Mustofa <[EMAIL PROTECTED] >



      SBY Perintahkan Menteri ESDM Kaji Penurunan BBM




      Selasa, 28 Oktober 2008 - 14:09 wib




      ---dihapus---

      Diakui oleh SBY, dengan penurunan harga minyak dunia maka subsidi BBM 
juga turun. Akan tetapi, penerimaan negara dari minyak yang didasarkan pada 
harga ICP juga turun.



    ------ dihapus-------------




   

Kirim email ke