Mangkanya, sosialisasinya pasti lama... Tapi kalau gara gara ini, minggu besok indeks merah...lebay banget dah... Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: stock gainer <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 1 Aug 2010 07:39:35 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Reverse split Rupiah ya semoga aja setelah itu nggak merosot lagi $ 1 = Rp 1000, nanti kalau merosot lagi...ya redenominasi lagi...hehehe kayak saham B7 aja On 8/1/10, Radi P. <[email protected]> wrote: > Paling ga 1 dolar jd 9 rupiah.. > Lebih enak di denger di kuping.. > Tidak lagi junk money kata bule2.. > Yaa..paling ga ngurangin rasa malu rakyat, kalo ada meeting moneter di luar > negri.. > > Efeknya utk rakyat? > Kayanya ga ada.. > > > -----Original Message----- > From: Erianto Wong <[email protected]> > Sent: Sunday, 1 August 2010 7:45 AM > To: Saham <[email protected]> > Subject: Re: [saham] Reverse split Rupiah > > > Apa bedanya nilai tukar dan nilai rupiah? Kalo yg dikurangi angka nol nya > cuma nilai tukar apakah nilai rupiah ga berkurang nolnya? Apa efeknya utk > rakyat? Thanks > Powered by Telkomsel BlackBerry® > From: "hery santoso" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 31 Jul 2010 16:16:53 +0000 > To: Saham<[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [saham] Reverse split Rupiah > > > Asik entar harga laptop cm 6rb-an,spd motor cm 14rb,apartemen cm 700rb,aya2 > wae nambahin pusing n kerjaan yg nggak penting,efek positifnya apa ya > YM,FB :[email protected] > From HeryBerry® > powered by KINGDOM OF GOD > From: Treasure Seeker <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 31 Jul 2010 18:42:19 +0300 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: [saham] Reverse split Rupiah > > > Source: > http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/42435/Kala-Rp-10-Ribu-Jadi-Rp-1 > > > > Sabtu, 31 Juli 2010 | 19:50 > > PEMOTONGAN NILAI RUPIAH > > Kala Rp 10 Ribu Jadi Rp 1 > > > JAKARTA. Isu pemotongan nilai rupiah sebenarnya sudah banyak beredar, > terutama sejak nilai tukar rupiah melorot 4-5 kali lipat terhadap dolar > Amerika. Beberapa kali juga pemerintah membantah isu pemotongan rupiah yang > sempat membuat trauma banyak orang Indonesia di tahun 1950 dengan > menggunting uang menjadi setengahnya. > Tapi kini Bank Indonesia benar-benar sudah berancang akan melakukan > pemotongan atau istilah kerennya redenominasi rupiah. Tapi dalam > redenominasi nilai tukar yang terjadi hanya pemotongan nilai mata uang untuk > menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. > Gubernur BI terpilih Darmin Nasution mengatakan saat ini BI tengah menggodok > wacana mengenai redenominasi nilai tukar rupiah. "BI sedang menyiapkan > sejumlah hal agar nilai Rp 1 itu lebih berarti," ujar Darmin Sabtu (31/7). > Ia menambahkan, rencana redenominasi nilai tukar ini nantinya akan dibahas > terlebih dahulu dengan pemerintah dan DPR. "Harus melalui Dewan Perwakilan > Rakyat baru nanti kita soasialisasikan," jelasnya. > Dalam redenominasi, akan ada pemotongan angka nol pada nilai mata uang. > Pemotongan nol biasanya tiga buah di belakang. Tapi Darmin mengatakan belum > bisa memutuskan berapa jumlah angka nol yang akan dipotong. "Belum bisa > diputuskan sekarang berapa angka nol yang akan dikurangi, apakah tiga atau > empat. Namun hasil pembahasan akan diusahakan disampaikan ke pemerintah > tahun ini," janji mantan Dirjen pajak ini. > Sebenarnya proses untuk melakukan redenominasi nilai tukar membutuhkan waktu > sekitar empat hingga lima tahun. > Menurut Deputi Gubernur BI Budi Rochadi, setidaknya ada tiga persyaratan > yang harus dipenuhi jika ingin melakukan penyederhanaan satuan nilai > tukar.Tiga persyaratan itu adalah kondisi ekonomi yang stabl, inflasi yang > terjaga rendah, dan adanya jaminan stabilitas harga. > Selain itu, untuk melakukan redenominasi nilai tukar juga dibutuhkan > penarikan uang yang beredar di masyarakat secara bertahap. "Hal yang paling > sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah sosialisai kepada seluruh > masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa," jelasnya. > > Herlina KD >
