Kasihan banget dibilang ga ada kerjaan...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Animated Region <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 31 Jul 2010 20:11:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Reverse split Rupiah

Kalau tidak salah masih wacana ya pak..

Kalau potensi hyper inflation pasti bakal terjadi di harga2 yang denominasi nya 
kecil,dibawah 1000,tapi kalau diatas itu sih seharus nya masih bisa keredam ( 
gak ngaruh ),tapi susah juga klo beli sayur biasa 500 perak jadi 1 cent ( 1000 
) 
perak,hyper inflation nya di situ paling ya...

tapi katanya sih:..setidaknya ada tiga  persyaratan yang harus dipenuhi jika 
ingin melakukan penyederhanaan  satuan nilai tukar.Tiga persyaratan itu adalah 
kondisi ekonomi yang  stabil, inflasi yang terjaga rendah, dan adanya jaminan 
stabilitas harga.

klo kondisi ekonomi sih emang stabil, tapi stabilitas harga dan inflasi memang 
susah jaga nya di indonesia,lha wong harga cabai naik aja bisa naikin 
inflasi..hehehe

klo menurut saya sih kemungkinan nya di aplikasikan dalam 3 tahun kedepan masih 
kecil,kecuali  masyarakat nya udah memiliki pendapatan berkapita tinggi..

tapi ada bagus nya juga di bahas dan dijadikan wacana di bank central,jadi 
analis2 BI nya ada kerjaan,dan gurbenur BI baru juga keliatan klo dia juga 
kerja..hehehe

tapi saya setuju sih pak klo di aplikasiin sekarang cari mati nama nya,orang 
disperitas pendapatan perkapitanya di indonesia gap nya lebar gini,pasti gila2 
an inflasi nya,soal nya yang kena impact paling besar pasti barang-barang 
kebutuhan pokok..


________________________________
From: T Jayamudita <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, 1 August, 2010 8:30:00
Subject: Re: [saham] Reverse split Rupiah

  
 
Saya ada sedikit pemikiran, mungkin Pak IAN dan rekan2 yang  mengerti 
moneter bisa membantu :
 
Kalau hal ini benar2 dilakukan oleh pemerintah dan BI, rasanya  akan terjadi 
hyper inflasi terselubung, jika Rp 10000 menjadi Rp 1, harga barang  dan jasa 
yang yang berlaku di level di bawah Rp 1000 akan bernilai  berapa?
 
Kalai Rp 10000 = Rp 1, berarti Rp 1000 = Rp 0.1, Rp 100 = Rp  0.01, bagaimana 
cara membayarnya dalam transaksi, apakah akan dicetak uang yang  bernominal 
segitu? Ini masalah dalam bentuk nominal alat tukur  (Rupiah).
 
Dari segi nilai (Rupiah), perubahan dari 0.1 ke 0.2 itu  mudah sekali (rasanya 
nilai 0.01 kok sulit diberlakukan) , jika sebuah barang  atau jasa yang senilai 
0.1 berubah menjadi 0.2, bukankah itu terjadi kenaikan  100%!
 
Bila nominal terkecil nanti adalah 0.1 (=1000), maka akan  terjadi kenaikan 
harga (atau penurunan nilai) sebesar Rp 1000 karena yang <  1000 naik ke 0.1 
(=1000), kelihatannya hanya akan menguap nilai 10%, tapi  nilai dan harga dari 
0.01 ke 0.1 itu naik berapa%, atau sesungguhnya nilai  Rp menyusut berapa%??
 
Kalau di pasar modal (termasuk obligasi, saham, ikatan  transaksi derivatif 
dll) 
mungkin bertransaksi dengan nominal 0.01 masih bisa  karena memang menggunakan 
alat tukar elektrik (tidak berbentuk fisik), tapi  bisakah harga nominal 
selembar saham berubah secara otomatis dari 0.01 menjadi  0.1 (karena tidak ada 
nilai atau alat tukar 0.01) tanpa melakukan perubahan  nilai harga 
perusahaannya, seperti yang mungkin akan terjadi dalam kegiatan  ekonomi riil 
dalam masyarakat?
 
Apa kepentingan dan keuntungan kalau "nilai Rp 1 itu lebih  berarti" 
sebagaimana 
yang dijelaskan oleh sang menteri? Apakah kalau Rp 1 = USD  1.1 (sesuai dengan 
kurs saat ini) itu pasti menandakan bahwa ekonomi negara kita  ini kuat, 
padahal 
nominal alat tukar banyak negara yang maju juga hampir  sama dengan Indonesia.
 
Terima kasih atas kesediaannya.
 
Salam,
TJ
 
----- Original Message ----- 
>From: anru.s...@gmail. com 
>To: sa...@yahoogroups. com 
>Sent: Sunday, August 01, 2010 7:36    AM
>Subject: Re: [saham] Reverse split    Rupiah
>
>  
>
>Bedanya dg sanering masa lalu apa?
>
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________
 
>From: Radi P. <rdp...@gmail. com> 
>Sender: sa...@yahoogroups. com 
>Date: Sun, 1 Aug 2010 09:12:20 +0900
>To: <sa...@yahoogroups. com>
>ReplyTo: sa...@yahoogroups. com 
>Subject: RE: [saham] Reverse split Rupiah
>
>  
>Paling ga 1    dolar jd 9 rupiah..
>Lebih enak di denger di kuping.. 
>Tidak lagi junk    money kata bule2..
>Yaa..paling ga ngurangin rasa malu rakyat, kalo ada    meeting moneter di luar 
>negri..
>
>Efeknya utk rakyat?
>Kayanya ga    ada..
>
>
>
________________________________
 From: Erianto Wong    <graha...@indosat. net.id>
>Sent: Sunday, 1    August 2010 7:45 AM
>To: Saham    <sa...@yahoogroups. com>
>Subject: Re: [saham]    Reverse split Rupiah
>
>  
>Apa bedanya nilai tukar dan nilai rupiah? Kalo yg dikurangi angka nol nya    
>cuma nilai tukar apakah nilai rupiah ga berkurang nolnya? Apa efeknya utk    
>rakyat? Thanks
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
 
>From: "hery santoso" <invio_...@yahoo. com>
>Sender: sa...@yahoogroups. com
>Date: Sat, 31 Jul 2010 16:16:53 +0000
>To: Saham<sa...@yahoogroups. com>
>ReplyTo: sa...@yahoogroups. com
>Subject: Re: [saham] Reverse split Rupiah
>
>  
>Asik entar harga laptop cm 6rb-an,spd motor cm 14rb,apartemen cm 700rb,aya2    
>wae nambahin pusing n kerjaan yg nggak penting,efek positifnya apa ya
>YM,FB :kelvinsantoso@ yahoo.com
>From ‪ HeryBerry®
>powered by    KINGDOM OF GOD
________________________________
 
>From: Treasure Seeker <treasureseeker9@ gmail.com>
>Sender: sa...@yahoogroups. com
>Date: Sat, 31 Jul 2010 18:42:19 +0300
>To: <sa...@yahoogroups. com>
>ReplyTo: sa...@yahoogroups. com
>Subject: [saham] Reverse split Rupiah
>
>  
>Source: http://www.kontan. co.id/index. php/keuangan/ news/42435/ Kala-Rp-10- 
>Ribu-Jadi- Rp-1
> 
> 
> 
>Sabtu, 31 Juli 2010 |    19:50
> 
>PEMOTONGAN    NILAI RUPIAH 
> Kala    Rp 10 Ribu Jadi Rp 1 
> 
> 
>JAKARTA. Isu pemotongan nilai rupiah sebenarnya sudah banyak    beredar, 
>terutama sejak nilai tukar rupiah melorot 4-5 kali lipat terhadap    dolar 
>Amerika. Beberapa kali juga pemerintah membantah isu pemotongan rupiah    yang 
>sempat membuat trauma banyak orang Indonesia di tahun 1950 dengan    
>menggunting 
>uang menjadi setengahnya. 
>
>Tapi kini Bank Indonesia benar-benar sudah    berancang akan melakukan 
>pemotongan atau istilah kerennya redenominasi rupiah.    Tapi dalam 
>redenominasi 
>nilai tukar yang terjadi hanya pemotongan nilai mata    uang untuk menjadi 
>lebih 
>kecil tanpa mengubah nilai tukarnya.
>Gubernur BI terpilih Darmin Nasution mengatakan    saat ini BI tengah 
>menggodok 
>wacana mengenai redenominasi nilai tukar rupiah.    "BI sedang menyiapkan 
>sejumlah hal agar nilai Rp 1 itu lebih berarti," ujar    Darmin Sabtu (31/7).
>Ia menambahkan, rencana redenominasi nilai    tukar ini nantinya akan dibahas 
>terlebih dahulu dengan pemerintah dan DPR.    "Harus melalui Dewan Perwakilan 
>Rakyat baru nanti kita soasialisasikan, "    jelasnya.
>Dalam redenominasi, akan ada pemotongan angka    nol pada nilai mata uang. 
>Pemotongan nol biasanya tiga buah di belakang. Tapi    Darmin mengatakan belum 
>bisa memutuskan berapa jumlah angka nol yang akan    dipotong. "Belum bisa 
>diputuskan sekarang berapa angka nol yang akan    dikurangi, apakah tiga atau 
>empat. Namun hasil pembahasan akan diusahakan    disampaikan ke pemerintah 
>tahun 
>ini," janji mantan Dirjen pajak ini.
>Sebenarnya proses untuk melakukan redenominasi    nilai tukar membutuhkan 
>waktu 
>sekitar empat hingga lima tahun.
>Menurut Deputi Gubernur BI Budi Rochadi,    setidaknya ada tiga persyaratan 
>yang 
>harus dipenuhi jika ingin melakukan    penyederhanaan satuan nilai tukar.Tiga 
>persyaratan itu adalah kondisi ekonomi    yang stabl, inflasi yang terjaga 
>rendah, dan adanya jaminan stabilitas    harga.
>Selain itu, untuk melakukan redenominasi nilai    tukar juga dibutuhkan 
>penarikan uang yang beredar di masyarakat secara    bertahap. "Hal yang paling 
>sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah    sosialisai kepada seluruh 
>masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta    jiwa," jelasnya.
>
>Herlina    KD
 


      

Kirim email ke