belum lagi kena kasus seperti sari jaya gitu...maka bangkrutlah kita....
itu perlu dipertimbangkan karena olt itu sangat berbahaya...
kl mau aman pilihlah olt terpercaya spt BNI SEC,..atau ....danareksa..sec...yg 
sdh punya olt...
karena di indonesia dana nasabah tidak dijamin....
tp sahamnya aman jk sdh di KSEI...
saya sendiri menjd korbannya sarijaya... sangat mengerikan...traumanya luar 
biasa...



________________________________
Dari: Fabianto <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sab, 21 Agustus, 2010 09:26:39
Judul: Re: [saham] Trading dari luar negeri

  
          Masalah teknisnya hanya di jaringan internet saja dan masalah 
transfer 
dana. Bisa saja dijadikan mata pencaharian satu2nya, tapi harus realistis. Mis 
jika bisa profit 5% sebulan secara konsisten saja maka jika kita membutuhkan 5 
juta per bulan untuk biaya hidup berarti memerlukan modal 100 juta dan modal 
ini 
tidak bertambah jika diambil terus 5 juta setiap bulan. Jika mau ada lebihnya 
katakanlah 7 juta, diambil 5 juta, 2 juta lagi jadi tambahan modal maka butuh 
modal awal 140 juta. Resikonya juga perlu diperhitungkan yaitu ketika market 
crash sehingga ada baiknya punya juga dana cadangan yg bisa menunjang biaya 
hidup paling tidak 12 bulan. Uji coba dulu kemampuan bertrading min dalam 
setahun sebelum memutuskan menjadi trader full time. Jadi persiapannya seperti 
kita memulai usaha sendiri seperti dagang atau buka pabrik.

Semoga membantu.

________________________________

From:  "bonarmanurung" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 21 Aug 2010 02:17:41 -0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [saham] Trading dari luar negeri
  
Saya punya beberapa pertanyaan, mohon masukan dari suhu-suhu sekalian. Kalau 
misalnya kita online trading dari luar negeri, misalnya dengan IPOT, apakah 
akan 
ada masalah teknis dan non teknis? trus, apakah trading bisa kita jadikan mata 
pencaharian satu-satunya? Terima kasih sebelumnya atas bantuannya.

Salam,
Bonar


 

Kirim email ke