Menurut saya PER BEI tidak begitu saja bisa dibandingkan dengan bursa luar karena inflasi tiap negara beda2. Suku bunga di Indonesia 6.5%, sedangkan di USA hanya 0.25% dan di Eropa 1%. Perbedaan suku bunga ini mengakibatkan perbedaan premium sehingga misalnya ekspektasi gain 10% di BEI tergolong kecil (selisih 3.5% dengan suku bunga penjaminan atau beda 53.85%) tetapi ekspektasi gain 10% di NYSE tergolong besar (selisihnya 9.75% dengan suku bunga Fed atau beda 3900%).
--- Fabianto --- On Sat, 8/21/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls: [saham] ihsg To: [email protected] Date: Saturday, August 21, 2010, 7:30 PM Wah klo itu jujur saya juga kurang tahu. Mgkn akan lebih baik dijawab para Suhu yg lbh mengetahui/sdh ambil CFA. Tapi klo mengambil rata2 sampai 20tahun ke belakang bukannya terlalu panjang pak? Mnurut saya inflasi kita 5-10 tahun ke blkang cukup terkendali dan dlm kondisi pengelolaan yg baik. Lagipula sebagian besar perusahaan justru diuntungkan dengan inflasi yg cukup tinggi yg berarti peningkatan pendapatan. GJTL, INDF, UNVR, ASII, JSMR, SMGR dll adalah contohnya. Dr kacamata ini berarti peningkatan pendapatan perusahaan di Indonesia lebih baik drpd di eropa/AS. Outlook kedepannya, kondisi ekonomi Indonesia masih baik apalagi Ratio Utang Indonesia dibandingkan GDP juga trus turun. Makanya lembaga rating dlm wktu yg tdk lama lagi sy rasa akan memasukan Indonesia ke dalam investment grade. Semoga membantuSent from BlackBerry® on 3From: Radi P. <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 21 Aug 2010 17:49:59 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: RE: Bls: [saham] ihsg Pak Rahmat, Apakah jika rata2 PER BEI 15X bisa kita asumsikan secara langsung lebih murah jika dibanding PER rata2 bursa katakanlah di Eropa 20X? Jika dimana dalam kondisi misalkan 20 tahun terakhir, inflasi di indonesia 10X lebih tinggi dari rata2 inflasi eropa. Mohon pencerahannya. Salam. Rp.
