Paling banyak bisa dilihat di forex chart pak..
Regards, Dannies
Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 23 Aug 2010 12:19:27 
To: Milis saham<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Stop Loss Strategy (was Re: Support and resistance)

Harusnya apabila harga support tersebut jebol baru kita jual.
Jadi kalau support 1000, begitu jebol ke 990, jual di 990.

Salah satu kronologis terbentuknya support:
Harga misal pernah low di 1000 terus naik. Banyak orang akan berkata: "wah, 
kalau turun ke 1000 lagi saya beli deh". Dan begitu harga betulan turun ke 
1000, para buyer siap2 tampung. Karena setiap kali jual di kisaran 1000 selalu 
ada yg makan, maka harga tertahan disana. Disinilah titik support diuji, 
banyakan mana yang makan dan yang jual.

Sebaliknya prinsip yg sama untuk resisten.
Makannya, begitu level support ataupun resisten jebol, seringkali pergerakannya 
kenceng.




Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Anggriawan Sugianto <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 23 Aug 2010 19:05:41 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Stop Loss Strategy (was Re: Support and resistance)

Dear para senior,

Berkaitan dengan topik support & resistance, saya (newbie juga ^_^)
mohon petunjuk dari para sesepuh/senior di sini.

Misalkan kita sudah anggap suatu harga di kisaran support itu sebagai
stop loss kita (misalnya, 1000), bagaimanakah realisasi dari strategi
stop loss tersebut? Apakah:

1. Begitu harga menyentuh 1000, kita langsung jual saham tersebut.
2. Tunggu harga 1 step di bawah 1000, baru kita jual saham di harga 1000
3. Tunggu harga closing dulu, kalau di bawah 1000, baru jual keesokan
harinya berapapun harga openingnya

Mohon pencerahannya :)
Terima kasih

--
AS


2010/8/23 Dannies Shamdasani <[email protected]>:
> support and resistance itu bisa di hitung seperti yang sudah bapak tulis 
> melalui HLC candle dan menghitung pivot nya.. Formula nya :
> H = PREVIOUS DAYS HIGH
> L = PREVIOUS DAYS LOW
> C = PREVIOUS DAYS CLOSE
>
> PIVOT POINT: PP = H+C+L / 3
>
> FIRST RESISISTANCE : R1 = 2PP - L
> FIRST SUPPORT : S1 = 2PP - H
> SECOND RESISTANCE : R2 = 1PP + H - L
> SECOND SUPPORT : S2 = 1PP - H + L
>
> Alasan mengapap memakai pivot adalah karena harga selalu kembali ke batas 
> pivot, atau dr pivot lah ditemukan tujian harga, menuju resistance or support.
>
> Tetapi resistance dan support bisa juga di lihat melalui chart tanpa 
> melakukan perhitungan matematis. Caranya adalah dengan mencari titik dimana 
> candle tidak dapat tutup di atas harga tsb.
>
> Contoh nya adalah, ada 3 candle yang tidak bisa tutup diatas harga 500 untuk 
> saham "X".. Maka dengan ini bisa di katakan ini menjadi titik resistance 
> untuk saham tersebut, dan kalau harga tutup diatas 500 untuk saham X tersebut 
> maka bisa di katakan bull.
>
> Kenapa di lakukan seperti ini, karena pasar di dorong oleh analisa 
> fundemental, technical, dan juga pisikologi.. Yang saya maksud dengan 
> pisikologi adalah dimana orang melihat suatu batas dan ketika batas tersebut 
> pecah maka sebuah keputusan dibuat..
> Semoga membantu
>
> Regards, Dannies
> Sent from my BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "BudiFranz.-" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 22 Aug 2010 13:39:19
> To: Milis saham<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [saham] Support and resistance
>
> Dear senior,
>
> Saya newbie pengen dapet ilmu dari para senior tentang Bagaimana cara kita 
> utk menentukan support dan resistance suatu saham? Apa yang mendsdsrinya atau 
> komponen apa saja yang mempengaruhinya?
>
>
> Soalnya saya pernah liat di salah satu website, kita cukup input high, low 
> and close price dari hari sebelumnya dan langsung dihitungkan level support 
> 1,2,3 dan resistance 1,2,3
>
> Level ini tentunya erat kaitannya dengan strategi kita dalam hal take profit 
> pada level resistance berapa dan dalam hal cut loss pada level berapa 
> dibandingkan dengan level prosentase tertentu yang telah kita tentukan 
> sendiri dalam money management kita.
>
> Mohon pencerahannya dong...
>
> Thanks
> BudiFranz

Kirim email ke