Pas banget baru kelar baca-baca lagi email pak Busur jaman dulu. Ijin copy
paste kesini yah :

> Money management dalam pengertian saya simple pak,yang bisa saya resume
sbb:
>
> 1.Yang pasti philosofinya yang utama preserving capital.gak punya capital
artinya gak bisa partisipasi next oppotunity,out of bussines.Hal ini saya
apply dengan cut loss cepet.saya gak pernah tahu apa yg terjadi
didepan,begitu posisi loss sampai level tertentu, pasti saya buang dan gak
pernah coba2 untuk average down.Dengan cutting loss cepat protofolio saya
bersih dari yang merah,isinya ijo semua.proceed hasil cut loss cenderung
untuk avg up atas posisi yang udah untung.Saya cut loss regularly and
religiously.dengan demikian asset saya selalu liquid sebagai modal yg selalu
tersedia untuk spekulasi di next/new opportunity.
>
> 2.Yang kedua Optimizing Capital,kalau first buying ,kelihatan untung,
HOLD, jangan cepat ambil profit,jangan ngibrit, market akan rally 1-2 hari
dan kemudian ada market reaction,harga turun lagi, tugas saya bertahan untuk
cek support(gak usah woory profit akan ilang), dan seharusnya kalau saya
benar,market akan balik,dan membentuk small konsolidasi dan akan ada next
break,dimana itu kesempatan nambah posisi,dari mana asalnya duit? simple,
buang posisi2 yang loss,dan avg up di winning position,atau gunakan
margin.Sekarang sudah di second leg rally.Hold.saya awasi daily volume dan
kenaikan harga.selama masih normal (steady accumulation dan steady uprising)
saya biarkan, akan ada next konsol,disini saya sudah mulai nyari support
level utk locking prorfit, kalau lolos level ini dan bentuk next
break,mungkin sy avg up sedikt utk riding 3rd leg. dst.Dengan demikian
portofolio saya kalau posisi bagus cenderung terkonsentrasi pada 1-2 sham
saja (ini menurut saya salah satu bentuk
> MM) .Intinya kalau untung hold dan avg up an let the profit run.ini akan
menambah posibility kalau saya bener a big money will be made.
>
> Ringkasnya cutting my loss short , hold the winning trade,avg up n letting
my profit run utk mengharap big profit.Cutting loss quickly merupakan wujud
spiritualitas dan respek saya terhadap Market(tidak perduli sahamnya
gorengan ,rebusan,bluechips,undervalue or over value), nggak mau cut loss
artinya saya mengangap diri sendiri seperti Dewa yang gak bisa salah,saya
hanya manusia biasa dan saya tidak meletakkan pride saya di posisi
trading.Sedangkan Hold profit dan avg up merupakan wujud spirit dan harapan
saya terhadap market,hoping for spectacular profit.
>
> Ada adagium yang menjadi favorit saya (yg saya quote dari salah satu buku
trading) dan sesuai dgn tema ini "While ameteurs go broke by taking large
losses,profesional go broke by taking small profit" yang menunjukkan cutting
loss quickly dan hold profit itu merupakan kesatuan yang tak terpisahkan
seperti Yin dan Yang.
>
>
> Realitasnya secara number of trades, saya sangat banyak mengalami lossing
trades(akibat cutting loss cepat) sementara winning trades sedikit (tapi
profit substansial secara absolut).Saya banyak mengalami open profit yang
ilang (konsekuensi dari letting the profit run). Client saya kebanyakkan
keqi melihat cara saya trading (khususnya yang trader),Beli di harga super
mahal, banyak trades yang udah untung dikit jadi loss dikit, dan konyolnya
sering dibeli balik di harga yang lebih tinggi ,Beberapa trade yang udah
untung 20% diclose dengan untung cuman 10%(open profit ilang separuh) dan
ada satu dua trade yang untung lumayan gede gak cepet diclosed untuk offset
loss2 yang terdahulu,malah avg up.dst. Tapi setelah beberapa bulan mereka
realized setelah melihat net final return dan untuk selanjutnya mulai
comfort, so saya harus educate my client as well.
>
>
> Kebanyakan pemain punya tendensi untuk has to be right over most the
time,sehingga ada tendensi kalau untung harus cepet diambil sedangkan kalau
rugi di hold ,kalau perlu average down berlawanan dengan strateg Money
Management diatas.Kalau operate dengan cash gak masalah paling returnya yang
mediocre,tapi kalau operate dengan margin,karir di bidang spekulasi akan
berumur sangat pendek.Kita tanya aja player yang main selama 1 tahun
terakhir di Poly,TMPI antara golongan yang Avg Up vs golongan yang Avg Down
(lepas dari timing,teknik trading atau level berapa mereka ambilnya)
bagaimana kesan2nya?
>
> Melawan naluri? melawan human instinct? Psychologically uncomfotable? ya
,sama halnya utk menjadi top atlet itu psychologically uncomforable, bangun
pagi latihan,siang latihan sore hari harus tidur cukup,gak bisa dugem
semaunya,makan harus dijaga, sehari2 terima semprotan pelatih dst..dst. To
be a TOP DOG is pychologically uncomfortable awalnya,tapi selanjutnya akan
sangat mudah.
>
> Saya percaya dengan Luck,tapi saya sangat percaya bahwa Luck harus di
manage secara sistematis,dengan cara seperti diatas yaitu cut loss quickly
supaya gak jadi bad luck dan kalau bener (kelihatan untung) push and stretch
my luck dengan avg up position dan hold , dengan demikian on the long run
Luck akan menjadi Fortune.
>
> Saya percaya pada Streak. Idealnya gak ada streak,dimana porfitable trade
dan lossing trade gantian. Tapi di realitasnya nggak begitu, ada kalanya
kita mengalami periode lossing streak,yaitu berturut loss,loss dan loss, ada
sisi lain ada periode profit profit dan profit. Dalam menghadap lossing
streak, saya cenderung menurunkan size trading sampai lossing streak
berakhir(cenderung defensive) begitu memasuk winning streak,saya cenderung
agresive dan sangat agresive. (ini merupakan salah satu bentuk lain dari MM)
>
> Mengenai berapa percent risk capital untuk 1 singgle trade, itu bisa
2-5%,(artinya lossing trade gak boleh lebih dari angka tsb diatas) Tapi saya
apply awal 2 trading(biasanya pada set up trading account baru dan di
General market sideways) Setelah berjalannya waktu, trading account udah
menunjukkan profit lumayan ,say 30-40%, saya mulai agresif,saya mungkin
risking 10-20% dari last reval equity, dengan syarat General market
mendukung seperti saat ini.
>
>
> Saya juga percaya bahwa MM skill ini bisa dilatih, awalnya dengan size
kecil dan cash,lama lama akan terbiasa dan pulling the triger akan menjadi
reflek ,seperti kita main badminton/pingpong saja, kapan waktu smash,kapan
defend,dst.Di MM ini kalau sudah terbiasa,tahu kapan harus berani trade
dengan jumlah besar, dan kapan trade dengan size main2,dan kapan get out
secepatnya at all cost dengan reflek/otomatis.Dan jangan melihat itu
duit,jangan bandingkan dengan gaji yang kita terima ajeg bulanan tapi anggap
saja score main Video Game biasa.
>
> Wanna be a Top Dog? Shift your paradigm! Ini sebenarnya simple ,merely a
take and give game, Hanya kita yang sudah dewasa dan sekolah ketinggian
biasa membuat hal simple jadi susah dan ruwet.



2010/9/27 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

>
>
> Lupakanlah niatan untuk menjual saham di harga tertinggi dalam kondisi
> bullish seperti ini. Bila ingin mendapat profit yang optimum, gunakan
> teknik trailing stop saja. Karena kalau kita berusaha menjual di harga
> tertinggi, yang ada nanti malah tertinggal bullish rally bila ternyata
> marketnya lagi bullish rally panjang. Dengan trailing stop, kita
> memang tidak akan pernah menjual di harga tertinggi, tapi kita bisa
> mendapatkan profit yang optimum saat bursa sedang rally panjang.
> Optimum disini bisa diartikan puluhan persen bahkan lebih dari 100%.
> Kalau berupaya menjual di harga tertinggi, biasanya malah jadi
> terbatas profitnya, sekitar 5-15%, karena begitu harga sahamnya naik
> lagi kecenderungannya malah ngga berani masuk lagi karena harga saham
> sudah berada di atas harga jual terakhir.
>
> Itu sebabnya beberapa waktu lalu saya sempat ada sebutkan soal
> acrophobia, yaitu suatu phobia atau ketakutan terhadap ketinggian.
>
> Umumnya, trader akan berani hold ketika saham yang dipegangnya turun
> dalam, tapi ketika baru naik sedikit saja, jantung malah deg2an dan
> jadi takut hold. Untuk mengatasi rasa takut pegang saham saat mulai
> cuan, gunakan teknik trailing stop dan abaikan keinginan menjual di
> harga tertinggi.
>
> Sekedar tips trading dari saya.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>  
>

Kirim email ke