postingan bagus pak Marcello...btw bisa share nggak pak tentang MM
terutama waktu Oktober 2008, gimana menyiasatinya waktu IHSG ambrol
10% dalam sehari ?...cuma buat pembelajaran aja...gw dulu untung lagi
pegang full cash habis musim dividen, habis itu ya diam aja deh
ngeliatin market kayak gitu..thanks pak sebelumnya.

On 9/28/10, Marcello Djunaidy <[email protected]> wrote:
> Pas banget baru kelar baca-baca lagi email pak Busur jaman dulu. Ijin copy
> paste kesini yah :
>
>> Money management dalam pengertian saya simple pak,yang bisa saya resume
> sbb:
>>
>> 1.Yang pasti philosofinya yang utama preserving capital.gak punya capital
> artinya gak bisa partisipasi next oppotunity,out of bussines.Hal ini saya
> apply dengan cut loss cepet.saya gak pernah tahu apa yg terjadi
> didepan,begitu posisi loss sampai level tertentu, pasti saya buang dan gak
> pernah coba2 untuk average down.Dengan cutting loss cepat protofolio saya
> bersih dari yang merah,isinya ijo semua.proceed hasil cut loss cenderung
> untuk avg up atas posisi yang udah untung.Saya cut loss regularly and
> religiously.dengan demikian asset saya selalu liquid sebagai modal yg selalu
> tersedia untuk spekulasi di next/new opportunity.
>>
>> 2.Yang kedua Optimizing Capital,kalau first buying ,kelihatan untung,
> HOLD, jangan cepat ambil profit,jangan ngibrit, market akan rally 1-2 hari
> dan kemudian ada market reaction,harga turun lagi, tugas saya bertahan untuk
> cek support(gak usah woory profit akan ilang), dan seharusnya kalau saya
> benar,market akan balik,dan membentuk small konsolidasi dan akan ada next
> break,dimana itu kesempatan nambah posisi,dari mana asalnya duit? simple,
> buang posisi2 yang loss,dan avg up di winning position,atau gunakan
> margin.Sekarang sudah di second leg rally.Hold.saya awasi daily volume dan
> kenaikan harga.selama masih normal (steady accumulation dan steady uprising)
> saya biarkan, akan ada next konsol,disini saya sudah mulai nyari support
> level utk locking prorfit, kalau lolos level ini dan bentuk next
> break,mungkin sy avg up sedikt utk riding 3rd leg. dst.Dengan demikian
> portofolio saya kalau posisi bagus cenderung terkonsentrasi pada 1-2 sham
> saja (ini menurut saya salah satu bentuk
>> MM) .Intinya kalau untung hold dan avg up an let the profit run.ini akan
> menambah posibility kalau saya bener a big money will be made.
>>
>> Ringkasnya cutting my loss short , hold the winning trade,avg up n letting
> my profit run utk mengharap big profit.Cutting loss quickly merupakan wujud
> spiritualitas dan respek saya terhadap Market(tidak perduli sahamnya
> gorengan ,rebusan,bluechips,undervalue or over value), nggak mau cut loss
> artinya saya mengangap diri sendiri seperti Dewa yang gak bisa salah,saya
> hanya manusia biasa dan saya tidak meletakkan pride saya di posisi
> trading.Sedangkan Hold profit dan avg up merupakan wujud spirit dan harapan
> saya terhadap market,hoping for spectacular profit.
>>
>> Ada adagium yang menjadi favorit saya (yg saya quote dari salah satu buku
> trading) dan sesuai dgn tema ini "While ameteurs go broke by taking large
> losses,profesional go broke by taking small profit" yang menunjukkan cutting
> loss quickly dan hold profit itu merupakan kesatuan yang tak terpisahkan
> seperti Yin dan Yang.
>>
>>
>> Realitasnya secara number of trades, saya sangat banyak mengalami lossing
> trades(akibat cutting loss cepat) sementara winning trades sedikit (tapi
> profit substansial secara absolut).Saya banyak mengalami open profit yang
> ilang (konsekuensi dari letting the profit run). Client saya kebanyakkan
> keqi melihat cara saya trading (khususnya yang trader),Beli di harga super
> mahal, banyak trades yang udah untung dikit jadi loss dikit, dan konyolnya
> sering dibeli balik di harga yang lebih tinggi ,Beberapa trade yang udah
> untung 20% diclose dengan untung cuman 10%(open profit ilang separuh) dan
> ada satu dua trade yang untung lumayan gede gak cepet diclosed untuk offset
> loss2 yang terdahulu,malah avg up.dst. Tapi setelah beberapa bulan mereka
> realized setelah melihat net final return dan untuk selanjutnya mulai
> comfort, so saya harus educate my client as well.
>>
>>
>> Kebanyakan pemain punya tendensi untuk has to be right over most the
> time,sehingga ada tendensi kalau untung harus cepet diambil sedangkan kalau
> rugi di hold ,kalau perlu average down berlawanan dengan strateg Money
> Management diatas.Kalau operate dengan cash gak masalah paling returnya yang
> mediocre,tapi kalau operate dengan margin,karir di bidang spekulasi akan
> berumur sangat pendek.Kita tanya aja player yang main selama 1 tahun
> terakhir di Poly,TMPI antara golongan yang Avg Up vs golongan yang Avg Down
> (lepas dari timing,teknik trading atau level berapa mereka ambilnya)
> bagaimana kesan2nya?
>>
>> Melawan naluri? melawan human instinct? Psychologically uncomfotable? ya
> ,sama halnya utk menjadi top atlet itu psychologically uncomforable, bangun
> pagi latihan,siang latihan sore hari harus tidur cukup,gak bisa dugem
> semaunya,makan harus dijaga, sehari2 terima semprotan pelatih dst..dst. To
> be a TOP DOG is pychologically uncomfortable awalnya,tapi selanjutnya akan
> sangat mudah.
>>
>> Saya percaya dengan Luck,tapi saya sangat percaya bahwa Luck harus di
> manage secara sistematis,dengan cara seperti diatas yaitu cut loss quickly
> supaya gak jadi bad luck dan kalau bener (kelihatan untung) push and stretch
> my luck dengan avg up position dan hold , dengan demikian on the long run
> Luck akan menjadi Fortune.
>>
>> Saya percaya pada Streak. Idealnya gak ada streak,dimana porfitable trade
> dan lossing trade gantian. Tapi di realitasnya nggak begitu, ada kalanya
> kita mengalami periode lossing streak,yaitu berturut loss,loss dan loss, ada
> sisi lain ada periode profit profit dan profit. Dalam menghadap lossing
> streak, saya cenderung menurunkan size trading sampai lossing streak
> berakhir(cenderung defensive) begitu memasuk winning streak,saya cenderung
> agresive dan sangat agresive. (ini merupakan salah satu bentuk lain dari MM)
>>
>> Mengenai berapa percent risk capital untuk 1 singgle trade, itu bisa
> 2-5%,(artinya lossing trade gak boleh lebih dari angka tsb diatas) Tapi saya
> apply awal 2 trading(biasanya pada set up trading account baru dan di
> General market sideways) Setelah berjalannya waktu, trading account udah
> menunjukkan profit lumayan ,say 30-40%, saya mulai agresif,saya mungkin
> risking 10-20% dari last reval equity, dengan syarat General market
> mendukung seperti saat ini.
>>
>>
>> Saya juga percaya bahwa MM skill ini bisa dilatih, awalnya dengan size
> kecil dan cash,lama lama akan terbiasa dan pulling the triger akan menjadi
> reflek ,seperti kita main badminton/pingpong saja, kapan waktu smash,kapan
> defend,dst.Di MM ini kalau sudah terbiasa,tahu kapan harus berani trade
> dengan jumlah besar, dan kapan trade dengan size main2,dan kapan get out
> secepatnya at all cost dengan reflek/otomatis.Dan jangan melihat itu
> duit,jangan bandingkan dengan gaji yang kita terima ajeg bulanan tapi anggap
> saja score main Video Game biasa.
>>
>> Wanna be a Top Dog? Shift your paradigm! Ini sebenarnya simple ,merely a
> take and give game, Hanya kita yang sudah dewasa dan sekolah ketinggian
> biasa membuat hal simple jadi susah dan ruwet.
>
>
>
> 2010/9/27 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>>
>>
>> Lupakanlah niatan untuk menjual saham di harga tertinggi dalam kondisi
>> bullish seperti ini. Bila ingin mendapat profit yang optimum, gunakan
>> teknik trailing stop saja. Karena kalau kita berusaha menjual di harga
>> tertinggi, yang ada nanti malah tertinggal bullish rally bila ternyata
>> marketnya lagi bullish rally panjang. Dengan trailing stop, kita
>> memang tidak akan pernah menjual di harga tertinggi, tapi kita bisa
>> mendapatkan profit yang optimum saat bursa sedang rally panjang.
>> Optimum disini bisa diartikan puluhan persen bahkan lebih dari 100%.
>> Kalau berupaya menjual di harga tertinggi, biasanya malah jadi
>> terbatas profitnya, sekitar 5-15%, karena begitu harga sahamnya naik
>> lagi kecenderungannya malah ngga berani masuk lagi karena harga saham
>> sudah berada di atas harga jual terakhir.
>>
>> Itu sebabnya beberapa waktu lalu saya sempat ada sebutkan soal
>> acrophobia, yaitu suatu phobia atau ketakutan terhadap ketinggian.
>>
>> Umumnya, trader akan berani hold ketika saham yang dipegangnya turun
>> dalam, tapi ketika baru naik sedikit saja, jantung malah deg2an dan
>> jadi takut hold. Untuk mengatasi rasa takut pegang saham saat mulai
>> cuan, gunakan teknik trailing stop dan abaikan keinginan menjual di
>> harga tertinggi.
>>
>> Sekedar tips trading dari saya.
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>>
>


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke