Kalau SIPD ?
Diramal donk... Saya megang banyak nih... !

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: greenhorn <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 23 Sep 2010 19:55:48 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Investor Tulen

masak sih 1000:1,pak...

JPFA dalam 5 tahun naik >1000%
CPIN dalam 5 tahun naik >4000%



dalam

2010/9/23 RonaLd. W e-Mail® <[email protected]>

>
>
> Hahahah....
> Iyaa sih
> Tapi... dari seribu macam saham. Mungkin hanya satu yang very very goood
> performance.
> 1000 : 1
> Yang mana kah itu ? Only God knows
> :-)
>
> Sent from my BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 23 Sep 2010 11:36:25 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Investor Tulen
>
>
>
> Wkwkwkw iya cih tp pasti kalo invest skrg cnth XXXX 10 lot hrg 50=250.000
> 2010 entr jualnya 2030 kira2 jadi apa ya maybe hrgnya jadi 50.000 jadi duit
> kita 250.000.000
>
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> ------------------------------
> *From: * "RonaLd. W e-Mail®" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 23 Sep 2010 11:03:08 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Investor Tulen
>
>
>
> Kalo itu tahun yang bagus buat investasi 90an
> Ekonomi dunia sedang stabil. Semua negara sedang lepas landas...menuju
> kemakmuran.
>
> Gak tau zaman sekarang. Terlalu banyak "noise"
> Dan chaos.
>
> Gak tau deh ..besok2. Hehehe... Zaman cepat berubah.
> Apalagi dunia semakin tua.
> Cepat kena penyakit dan uzur. hehhehe...
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Budiono Kurniawan <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 23 Sep 2010 18:52:30 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Investor Tulen
>
>
>
> sabar subur...tunggu 20 tahun ( seperti asuransi aja tunggunya )
> ternyata invest saham ngak perlu modal gede ya....
> tapi kalau main saham kok perlu modal besar
>
> --- On *Thu, 9/23/10, [email protected] <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: Re: [saham] Investor Tulen
> To: [email protected]
> Date: Thursday, September 23, 2010, 4:49 AM
>
>
>
> Go kil ceritanya mantaps jadi setiap tahun dapat 725 itu uda termsk divided
> gk ya?
>
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> ------------------------------
> *From: * D0N Qicot <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 23 Sep 2010 03:26:24 -0700 (PDT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Cc: *<[email protected]>
> *Subject: *[saham] Investor Tulen
>
>
>
>
> Kisah Eddy 'Menyulap' Saham AQUA ala Warren Buffet
> *Indro Bagus* - detikFinance
>
>
> * *
> <a href='
> http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE<http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE>'
> target='_blank'><img src='
> http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a3db6179<http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3db6179>'
> border='0' alt='' /></a>
> *Jakarta* - Eddy Rustanto mungkin bukan seorang investor kakap bermodal
> miliaran rupiah. Namanya boleh jadi tidak dikenal publik. Namun tidak
> mustahil jika dirinya akan
> menjadi sosok impian setiap investor saham.
>
> Jika Warren Buffet dikatakan pernah menyulap saham Coca-Cola seharga US$ 1
> per saham menjadi US$ 1.000 per saham, mungkin kisah yang 'hampir' sama akan
> dialami
> Eddy.
>
> Pada tahun 1990, tepatnya pada tanggal 1 Maret 1990, PT Aqua Golden
> Mississippi
> menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
> Dengan
> mencatatkan saham sebanyak 6.000.000 saham. Harga pelaksanaan IPO
> perusahaan
> yang menyandang kode AQUA ini sebesar Rp 7.500 per saham dengan nilai
> nominal Rp
> 1.000 per saham.
>
> Eddy Rustanto, merupakan salah seorang investor yang berpartisipasi dalam
> IPO
> itu. Tak banyak yang ia beli, jumlahnya tidak sampai 1 lot. Sebagai
> catatan, untuk masa itu, investor dimungkinkan membeli saham berjumlah di
> bawah 500 lembar (1 lot) atau yang dikenal dengan istilah Odd Lot (lot
> ganjil).
>
> "Waktu itu saya beli cuma 100 lembar saham pada harga IPO. Tujuannya ya
> investasi, iseng-iseng beli, siapa tahu bisa untung di kemudian hari," ujar
> Eddy kepada *detikFinance, *Senin (20/9/2010) malam.
>
> Itu berarti, modal yang dikeluarkan Eddy untuk berpartisipasi dalam IPO
> AQUA
> hanya sebesar Rp 750.000. Pada tahun 1994, AQUA membagikan saham bonus
> dengan
> rasio 2:1 atau setiap pemegang 2 saham akan memperoleh 1 saham baru.
>
> Pada tahun 1995, AQUA kembali menggelar aksi pembagian saham bonus dengan
> rasio
> 10:3 atau setiap pemegang 10 saham akan memperoleh 3 saham baru. Kemudian
> pada
> tahun 1997, AQUA membagikan dividen saham dengan rasio 8:1 atau setiap
> pemegang
> 8 saham akan memperoleh 1 saham baru.
>
> Demikianlah sejak 1997 total saham AQUA dalam modal disetor dan ditempatkan
> penuh sebanyak 13.162.473 saham, jumlah yang sama hingga hari ini.
>
> Bersamaan dengan serangkaian aksi itulah, tanpa menambah modal apa pun
> jumlah
> saham Eddy kini berlipat 2,19 kali menjadi 219 lembar saham. "Jumlah saham
> saya
> saat ini segitu, 219 lembar," ujarnya.
>
> Pada akhir 2001, AQUA menggalang rencana go private alias mengubah
> statusnya menjadi perusahaan tertutup. Untuk keperluan itu, AQUA menawarkan
> harga tender offer sebesar Rp 35.000 per saham. Sayangnya rencana itu tidak
> disetujui pemegang saham lantaran harga saham AQUA merambat naik hingga
> menyentuh level yang sama dengan harga tender.
>
> Pada akhir Agustus 2001, harga AQUA masih di level Rp 15.000-an. Pada
> Desember
> 2001, harganya telah menyentuh level Rp 35.000 per saham.
>
> "Waktu itu memang pemegang saham minoritas meminta harga lebih tinggi,
> karena harga tender sama dengan harga di pasar. Makanya waktu itu rencana go
> private akhirnya gagal karena tidak dapat restu pemegang saham," tutur Eddy.
>
> Lama berselang, AQUA kembali menggelar rencana go private pada akhir 2005.
> Ketika itu harga AQUA di pasar reguler berkisar di level Rp 50.000 per
> saham, sedangkan harga tender yang ditawarkan AQUA sebesar Rp 100.000 per
> saham.
>
> Pada RUPS 14 November 2005, jumlah investor independen yang hadir hanya
> 52,74%,
> jauh dibawah ketentuan Bapepam-LK minimal sebanyak 75%. RUPS ke 2 digelar
> pada 2
> Desember 2005. Namun yang hadir hanya 39,27% saja. Dan pada RUPS ke 3,
> batasan
> kuorum tetap tidak dapat dipenuhi.
>
> Oleh sebab itu, otomatis rencana go private ini kembali gagal.
> Pertanyaannya
> kemudian, mengapa investor-investor memutuskan tidak hadir?
>
> Menurut Eddy, saat itu memang ada pihak-pihak yang membisikkan pemegang
> saham minoritas untuk menjegal go private AQUA dengan alasan harga tender
> yang ditawarkan terlalu murah.
>
> "Saat itu saya termasuk yang setuju dengan rencana go private. Tetapi ada
> beberapa investor minoritas yang punya saham cukup banyak, mendesak
> manajemen
> menaikkan harga tender. Padahal saat itu, banyak sekali pemegang saham
> minoritas
> yang setuju dengan harga yang ditawarkan," ungkap Eddy.
>
> Hal senada diungkapkan oleh Yuli, ibu dari Ardhian Indrayana yang diberi
> surat
> kuasa atas kepemilikan 6.163 lembar saham AQUA milik Ardhian.
>
> "Memang sangat disayangkan kalau dari kemarin-kemarin gagal terus karena
> ada
> investor besar yang meminta harga terlalu tinggi. Padahal, kita yang hanya
> punya
> sedikit ingin menjualnya sejak lama. Masak karena yang besar-besar itu,
> kita yang kecil-kecil jadi rugi?" keluh Yuli.
>
> Meski gagal pada tahun 2005, AQUA belum menyerah. Pada tahun 2010 ini,
> manajemen
> AQUA kembali mencanangkan skema go private. Harga yang ditawarkan pun naik
> drastis menjadi Rp 500.000 per saham.
>
> Sebagai catatan, harga saham AQUA di pasar reguler sebesar Rp 244.800 per
> saham,
> sedangkan di pasar negosiasi (NG) dan pasar tunai (TN) sebesar Rp 350.000
> per
> saham.
>
> "Harga tender offer dari PT Tirta Investama sebagai pemegang saham
> kendali,"
> ujar Direktur Utama AQUA, Parmaningsih Adinegoro.
>
> Komposisi pemegang saham AQUA adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham
> (94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500 ribu
> per
> saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama sebesar Rp
> 371,691
> miliar.
>
> Untuk keperluan ini, AQUA akan menggelar RUPS pada 22 September 2010 dalam
> rangka meminta persetujuan pemegang saham minoritas. RUPS kali ini sedikit
> berbeda. Manajemen AQUA telah mewanti-wanti kepada pemegang saham kalau
> penawaran kali ini merupakan kesempatan terakhir pemegang saham untuk
> menjual sahamnya di harga tinggi.
>
> "Ini sudah merupakan penawaran terbaik. Kalau perseroan tetap jadi
> perusahaan publik, maka harga saham akan tergantung mekanisme pasar dan
> pemegang saham,
> terutama yang memegang saham odd lot (jumlah saham di bawah 500 lembar
> saham)
> dimana banyak pemegang saham perseroan yang seperti ini, akan kehilangan
> kesempatan untuk menjual pada harga seperti yang ditawarkan pada tender
> offer.
> Artinya kesempatan emas akan hilang," jelas Parmaningsih.
>
> Parmaningsih mengakui, ancaman penolakan masih mungkin terjadi pada RUPS
> kali
> ini. Namun ia bersama manajemen AQUA memastikan kalau penawaran kali ini
> merupakan penawaran terakhir yang akan diberikan AQUA. Jika gagal, maka
> tidak
> akan ada lagi skema go private.
>
> "Kalau tetap ada penolakan, maka tidak akan ada lagi aksi korporasi. Ini
> upaya
> terakhir dan maksimal yang bisa ditawarkan kepada pemegang saham," tegas
> Parmaningsih.
>
> Meski demikian, Parmaningsih optimistis kalau pemegang saham minoritas akan
> menyetujui skema go private pada kesempatan kali ini. Sebab, banyak
> pemegang
> saham minoritas yang telah menyampaikan konfirmasi atas kesiapannya
> mendukung
> rencana tersebut.
>
> "selama ini banyak pemegang saham yang sudah menghubungi perseroan
> menyatakan
> keinginan untuk menjual sahamnya," ujar Parmaningsih.
>
> Yuli pun menyatakannya kesiapannya mendukung rencana ini. Ia mengaku tidak
> melihat alasan untuk menolak rencana ini.
>
> "Buat apa repot-repot minta harga tinggi kalau ujung-ujungnya malah nggak
> dapat apa-apa. Manajemen kan sudah bilang kalau ini penawaran terakhir, jadi
> saya pikir sebaiknya semua pemegang saham minoritas setuju saja lah, supaya
> sama-sama enak, semuanya untung," ujarnya.
>
> Hal itu pun diakui oleh Eddy. Ia pun mengaku siap mendukung rencana go
> private
> AQUA dalam RUPS 22 September 2010.
>
> "Kalau saya sih melihatnya, harga yang ditawarkan sudah sangat bagus. Kapan
> lagi
> bisa jual pada harga segini. Kalau jual di market sulit, tidak ada posisi.
> Lagipula ini kesempatan terakhir kan, kalau tidak jual sekarang, kapan
> lagi?"
> ujar Eddy.
>
> Bagaimana tidak, dengan modal membeli 100 lembar saham sebesar Rp 750.000,
> Eddy
> bakal memperoleh dana sebesar Rp 109,5 juta dari penjualan 219 lembar
> sahamnya
> di harga Rp 500.000 per saham. Itu berarti, selisih keuntungan (gain) yang
> diperoleh Eddy dari penantian selama 20 tahun sejak IPO AQUA mencapai
> 14.500%!!
> *(dro/qom)*
>
>
>
>
>
> PS : Ada ngak saham calon pengganti AQUA...?
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> regards,
>
>
> DonQicot
> Astra never lies, Bakrie always lies
>
>
>
>
>    
>

Kirim email ke