385 emiten kalau tidak salah CMIIW Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 3 Oct 2010 05:43:52 To: Milis saham<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Investor Tulen Perasaan di Indo saham gak sampai 1000 emiten deh. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: greenhorn <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 23 Sep 2010 19:55:48 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Investor Tulen masak sih 1000:1,pak... JPFA dalam 5 tahun naik >1000% CPIN dalam 5 tahun naik >4000% dalam 2010/9/23 RonaLd. W e-Mail® <[email protected]> > > > Hahahah.... > Iyaa sih > Tapi... dari seribu macam saham. Mungkin hanya satu yang very very goood > performance. > 1000 : 1 > Yang mana kah itu ? Only God knows > :-) > > Sent from my BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 23 Sep 2010 11:36:25 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Investor Tulen > > > > Wkwkwkw iya cih tp pasti kalo invest skrg cnth XXXX 10 lot hrg 50=250.000 > 2010 entr jualnya 2030 kira2 jadi apa ya maybe hrgnya jadi 50.000 jadi duit > kita 250.000.000 > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > ------------------------------ > *From: * "RonaLd. W e-Mail®" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 23 Sep 2010 11:03:08 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Investor Tulen > > > > Kalo itu tahun yang bagus buat investasi 90an > Ekonomi dunia sedang stabil. Semua negara sedang lepas landas...menuju > kemakmuran. > > Gak tau zaman sekarang. Terlalu banyak "noise" > Dan chaos. > > Gak tau deh ..besok2. Hehehe... Zaman cepat berubah. > Apalagi dunia semakin tua. > Cepat kena penyakit dan uzur. hehhehe... > > > Sent from my BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Budiono Kurniawan <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 23 Sep 2010 18:52:30 +0800 (SGT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Investor Tulen > > > > sabar subur...tunggu 20 tahun ( seperti asuransi aja tunggunya ) > ternyata invest saham ngak perlu modal gede ya.... > tapi kalau main saham kok perlu modal besar > > --- On *Thu, 9/23/10, [email protected] <[email protected]>* wrote: > > > From: [email protected] <[email protected]> > Subject: Re: [saham] Investor Tulen > To: [email protected] > Date: Thursday, September 23, 2010, 4:49 AM > > > > Go kil ceritanya mantaps jadi setiap tahun dapat 725 itu uda termsk divided > gk ya? > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > ------------------------------ > *From: * D0N Qicot <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 23 Sep 2010 03:26:24 -0700 (PDT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Cc: *<[email protected]> > *Subject: *[saham] Investor Tulen > > > > > Kisah Eddy 'Menyulap' Saham AQUA ala Warren Buffet > *Indro Bagus* - detikFinance > > > * * > <a href=' > http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE<http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE>' > target='_blank'><img src=' > http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3db6179<http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3db6179>' > border='0' alt='' /></a> > *Jakarta* - Eddy Rustanto mungkin bukan seorang investor kakap bermodal > miliaran rupiah. Namanya boleh jadi tidak dikenal publik. Namun tidak > mustahil jika dirinya akan > menjadi sosok impian setiap investor saham. > > Jika Warren Buffet dikatakan pernah menyulap saham Coca-Cola seharga US$ 1 > per saham menjadi US$ 1.000 per saham, mungkin kisah yang 'hampir' sama akan > dialami > Eddy. > > Pada tahun 1990, tepatnya pada tanggal 1 Maret 1990, PT Aqua Golden > Mississippi > menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). > Dengan > mencatatkan saham sebanyak 6.000.000 saham. Harga pelaksanaan IPO > perusahaan > yang menyandang kode AQUA ini sebesar Rp 7.500 per saham dengan nilai > nominal Rp > 1.000 per saham. > > Eddy Rustanto, merupakan salah seorang investor yang berpartisipasi dalam > IPO > itu. Tak banyak yang ia beli, jumlahnya tidak sampai 1 lot. Sebagai > catatan, untuk masa itu, investor dimungkinkan membeli saham berjumlah di > bawah 500 lembar (1 lot) atau yang dikenal dengan istilah Odd Lot (lot > ganjil). > > "Waktu itu saya beli cuma 100 lembar saham pada harga IPO. Tujuannya ya > investasi, iseng-iseng beli, siapa tahu bisa untung di kemudian hari," ujar > Eddy kepada *detikFinance, *Senin (20/9/2010) malam. > > Itu berarti, modal yang dikeluarkan Eddy untuk berpartisipasi dalam IPO > AQUA > hanya sebesar Rp 750.000. Pada tahun 1994, AQUA membagikan saham bonus > dengan > rasio 2:1 atau setiap pemegang 2 saham akan memperoleh 1 saham baru. > > Pada tahun 1995, AQUA kembali menggelar aksi pembagian saham bonus dengan > rasio > 10:3 atau setiap pemegang 10 saham akan memperoleh 3 saham baru. Kemudian > pada > tahun 1997, AQUA membagikan dividen saham dengan rasio 8:1 atau setiap > pemegang > 8 saham akan memperoleh 1 saham baru. > > Demikianlah sejak 1997 total saham AQUA dalam modal disetor dan ditempatkan > penuh sebanyak 13.162.473 saham, jumlah yang sama hingga hari ini. > > Bersamaan dengan serangkaian aksi itulah, tanpa menambah modal apa pun > jumlah > saham Eddy kini berlipat 2,19 kali menjadi 219 lembar saham. "Jumlah saham > saya > saat ini segitu, 219 lembar," ujarnya. > > Pada akhir 2001, AQUA menggalang rencana go private alias mengubah > statusnya menjadi perusahaan tertutup. Untuk keperluan itu, AQUA menawarkan > harga tender offer sebesar Rp 35.000 per saham. Sayangnya rencana itu tidak > disetujui pemegang saham lantaran harga saham AQUA merambat naik hingga > menyentuh level yang sama dengan harga tender. > > Pada akhir Agustus 2001, harga AQUA masih di level Rp 15.000-an. Pada > Desember > 2001, harganya telah menyentuh level Rp 35.000 per saham. > > "Waktu itu memang pemegang saham minoritas meminta harga lebih tinggi, > karena harga tender sama dengan harga di pasar. Makanya waktu itu rencana go > private akhirnya gagal karena tidak dapat restu pemegang saham," tutur Eddy. > > Lama berselang, AQUA kembali menggelar rencana go private pada akhir 2005. > Ketika itu harga AQUA di pasar reguler berkisar di level Rp 50.000 per > saham, sedangkan harga tender yang ditawarkan AQUA sebesar Rp 100.000 per > saham. > > Pada RUPS 14 November 2005, jumlah investor independen yang hadir hanya > 52,74%, > jauh dibawah ketentuan Bapepam-LK minimal sebanyak 75%. RUPS ke 2 digelar > pada 2 > Desember 2005. Namun yang hadir hanya 39,27% saja. Dan pada RUPS ke 3, > batasan > kuorum tetap tidak dapat dipenuhi. > > Oleh sebab itu, otomatis rencana go private ini kembali gagal. > Pertanyaannya > kemudian, mengapa investor-investor memutuskan tidak hadir? > > Menurut Eddy, saat itu memang ada pihak-pihak yang membisikkan pemegang > saham minoritas untuk menjegal go private AQUA dengan alasan harga tender > yang ditawarkan terlalu murah. > > "Saat itu saya termasuk yang setuju dengan rencana go private. Tetapi ada > beberapa investor minoritas yang punya saham cukup banyak, mendesak > manajemen > menaikkan harga tender. Padahal saat itu, banyak sekali pemegang saham > minoritas > yang setuju dengan harga yang ditawarkan," ungkap Eddy. > > Hal senada diungkapkan oleh Yuli, ibu dari Ardhian Indrayana yang diberi > surat > kuasa atas kepemilikan 6.163 lembar saham AQUA milik Ardhian. > > "Memang sangat disayangkan kalau dari kemarin-kemarin gagal terus karena > ada > investor besar yang meminta harga terlalu tinggi. Padahal, kita yang hanya > punya > sedikit ingin menjualnya sejak lama. Masak karena yang besar-besar itu, > kita yang kecil-kecil jadi rugi?" keluh Yuli. > > Meski gagal pada tahun 2005, AQUA belum menyerah. Pada tahun 2010 ini, > manajemen > AQUA kembali mencanangkan skema go private. Harga yang ditawarkan pun naik > drastis menjadi Rp 500.000 per saham. > > Sebagai catatan, harga saham AQUA di pasar reguler sebesar Rp 244.800 per > saham, > sedangkan di pasar negosiasi (NG) dan pasar tunai (TN) sebesar Rp 350.000 > per > saham. > > "Harga tender offer dari PT Tirta Investama sebagai pemegang saham > kendali," > ujar Direktur Utama AQUA, Parmaningsih Adinegoro. > > Komposisi pemegang saham AQUA adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham > (94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500 ribu > per > saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama sebesar Rp > 371,691 > miliar. > > Untuk keperluan ini, AQUA akan menggelar RUPS pada 22 September 2010 dalam > rangka meminta persetujuan pemegang saham minoritas. RUPS kali ini sedikit > berbeda. Manajemen AQUA telah mewanti-wanti kepada pemegang saham kalau > penawaran kali ini merupakan kesempatan terakhir pemegang saham untuk > menjual sahamnya di harga tinggi. > > "Ini sudah merupakan penawaran terbaik. Kalau perseroan tetap jadi > perusahaan publik, maka harga saham akan tergantung mekanisme pasar dan > pemegang saham, > terutama yang memegang saham odd lot (jumlah saham di bawah 500 lembar > saham) > dimana banyak pemegang saham perseroan yang seperti ini, akan kehilangan > kesempatan untuk menjual pada harga seperti yang ditawarkan pada tender > offer. > Artinya kesempatan emas akan hilang," jelas Parmaningsih. > > Parmaningsih mengakui, ancaman penolakan masih mungkin terjadi pada RUPS > kali > ini. Namun ia bersama manajemen AQUA memastikan kalau penawaran kali ini > merupakan penawaran terakhir yang akan diberikan AQUA. Jika gagal, maka > tidak > akan ada lagi skema go private. > > "Kalau tetap ada penolakan, maka tidak akan ada lagi aksi korporasi. Ini > upaya > terakhir dan maksimal yang bisa ditawarkan kepada pemegang saham," tegas > Parmaningsih. > > Meski demikian, Parmaningsih optimistis kalau pemegang saham minoritas akan > menyetujui skema go private pada kesempatan kali ini. Sebab, banyak > pemegang > saham minoritas yang telah menyampaikan konfirmasi atas kesiapannya > mendukung > rencana tersebut. > > "selama ini banyak pemegang saham yang sudah menghubungi perseroan > menyatakan > keinginan untuk menjual sahamnya," ujar Parmaningsih. > > Yuli pun menyatakannya kesiapannya mendukung rencana ini. Ia mengaku tidak > melihat alasan untuk menolak rencana ini. > > "Buat apa repot-repot minta harga tinggi kalau ujung-ujungnya malah nggak > dapat apa-apa. Manajemen kan sudah bilang kalau ini penawaran terakhir, jadi > saya pikir sebaiknya semua pemegang saham minoritas setuju saja lah, supaya > sama-sama enak, semuanya untung," ujarnya. > > Hal itu pun diakui oleh Eddy. Ia pun mengaku siap mendukung rencana go > private > AQUA dalam RUPS 22 September 2010. > > "Kalau saya sih melihatnya, harga yang ditawarkan sudah sangat bagus. Kapan > lagi > bisa jual pada harga segini. Kalau jual di market sulit, tidak ada posisi. > Lagipula ini kesempatan terakhir kan, kalau tidak jual sekarang, kapan > lagi?" > ujar Eddy. > > Bagaimana tidak, dengan modal membeli 100 lembar saham sebesar Rp 750.000, > Eddy > bakal memperoleh dana sebesar Rp 109,5 juta dari penjualan 219 lembar > sahamnya > di harga Rp 500.000 per saham. Itu berarti, selisih keuntungan (gain) yang > diperoleh Eddy dari penantian selama 20 tahun sejak IPO AQUA mencapai > 14.500%!! > *(dro/qom)* > > > > > > PS : Ada ngak saham calon pengganti AQUA...? > > > > > > > > > > > > regards, > > > DonQicot > Astra never lies, Bakrie always lies > > > > > >
