Semuanya tak terlepas dari persaingan bisnis.......

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "RonaLd. W e-Mail®" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 11 Oct 2010 13:56:05 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Indomie di “blacklist” di Luar negeri


Indomie di “blacklist” di Luar negeri

Oleh: Kompas | 10 Oktober 2010 | 21:37 WIB

Setelah Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan raziah
mendadak ke beberapa toko Indonesia, menyatakan mie instant produksi
Indonesia berbahaya dan dilarang jual. Menurut test yang dilakukan
oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet
yang tidak lolos dalam klafikasi barang import yaitu mie instant yang
memiliki bahan pengawet Hydroxy methyl benzoate dan bumbu instant
dengan bahan pengawet Benzoic acid.

Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan
Hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik lotion,
Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan
sedangkan Benzoic Acid dipakai untuk bahan pengawet makanan tapi
dilarang dipakai di mie instant. Bahan pengawet ini jika konsumsi
berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah dan
keracunan Asidosis metabolik (代謝性酸中毒)

Di Taiwan beredar dua kualitas berbeda

Di Taiwan sendiri, beredar dua kualitas berbeda yaitu kualitas layak
ekspor dan kualitas dalam negri. Belum diketahui pelarangan mie
instant ini untuk seluruh kualitas atau hanya kualitas dalam negri
yang sempat “lolos” ke luar negri.

“Tamparan” keras oleh Depkes Taiwan tentu saja tidak hanya dirasakan
oleh para penjual, tetapi lebih terasa oleh pemerintah Indonesia
sendiri mengenai quality control produk ekspor. Bagaimana cara produk
dalam negri bisa lepas ke luar negri, menjadi pertanyaan yang harus
dijawab oleh pemerintah Indonesia!

Dibalik kejadian ini, jika Depkes Taiwan menyatakan produk mie instant
Indonesia berbahaya untuk dikonsumsi, bagaimana di Indonesia? Apakah
pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kesehatan penduduknya?
Sedangkan kita tahu produk yang kali ini di “blacklist” oleh
pemerintah Taiwan, hampir dikonsumsi oleh setiap pelosok masyarakat
Indonesia.


Sent from my BlackBerry®

Kirim email ke