stuju bro, masalahnya kan kebanyakan awam mengenai apa dan bagaimana issue
-nya INDF ini. Mungkin teman2 yang di F&B industry tahu lah bagaimana
teknologi pemrosesan makanan jaman sekarang. Hampir semua pakai chemicals
atau menggunakan peralatan2 yang bisa jadi juga adalah sumber kontaminan
walaupun dalam trace level. Mungkin banyak yang tahu juga bagaimana proses
bleaching untuk gula, minyak goreng dsb. Bagaimana bubuk susu formula untuk
bayi ditransfer ke silo menggunakan blower yang lube-free sekalipun. Semua
pasti terkontaminasi chemicals. Cuma kan ada batasan yang dapat diterima
secara umum berdasarkan banyak penelitian dan pengalaman.

Bukan apa2, indomie itu makanan ane dari jaman SD sampe sekarang tinggal di
negeri seberang. Hasil annual medical checkup termasuk cancer marker juga
puji Tuhan masih baik2 saja.

Please no offense yah.

2010/10/11 <[email protected]>

>
>
> Please jgn cintai produk indonesia tapi ga cinta sesama bangsa indonesia yg
> makanin racun. G jg ada sahamnya, tapi apa iya demi kepentingan saham indf
> naek dan g ga rugi, kudu belain salah? Salah ya salah, bener ya bener. G
> promosiin batik dan byk produk ke singapur, tp kali ini indofood dan bpom
> terbukti keterlaluan. Mohon maaf kalau ada perkataan saya agak to the point
> bpk/ibu nhpginting, tp g mau org indo berubah pola pikir, smgt nasionalisme
> kudu ditingkatkan dengan dasar yg bnar. Maaf admin oot.
> ------------------------------
> *From: *[email protected]
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Mon, 11 Oct 2010 15:18:25 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Indomie di “blacklist” di Luar negeri
>
> Pls cintailah produk dalam negeri.. Indomie sudah diproduksi dan di ekspor
> ke luar negeri puluhan tahun lamanya, hendaknya qt sebagai warna indonesia
> bersikap arif dan bijaksana menyingkapi kasus ini, jangan terbawa isu-isu
> yang membuat kita terperosok, lebih baik menunggu data yang lebih akurat
> dari pihak2 yang berkepentingan.. Kasus indomie bukan hanya pukulan telak
> bagi indofood tapi bagi kita juga, bagi pemerintah indonesia, karena nama
> indomie telah lama menjadi brand mie terbaik dan terlezat di luar negeri..
> Dampak lebih dalamnya, hari ini ihsg hanya naik sedikit karena INDF turun
> drastis.. Jika qt, masyarakat indonesia bersatu untuk tidak ikut-ikutan
> menyebar isu-isu yang blm benar kejelasannya berarti kita juga ikut
> berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian indonesia.. Satu indofood
> satu indonesia.Thnks
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
>  *From: *"RonaLd. W e-Mail®" <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Mon, 11 Oct 2010 13:56:05 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
>   *Subject: *[saham] Indomie di “blacklist” di Luar negeri
>
>
>
>
> Indomie di “blacklist” di Luar negeri
>
> Oleh: Kompas | 10 Oktober 2010 | 21:37 WIB
>
> Setelah Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan raziah
> mendadak ke beberapa toko Indonesia, menyatakan mie instant produksi
> Indonesia berbahaya dan dilarang jual. Menurut test yang dilakukan
> oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet
> yang tidak lolos dalam klafikasi barang import yaitu mie instant yang
> memiliki bahan pengawet Hydroxy methyl benzoate dan bumbu instant
> dengan bahan pengawet Benzoic acid.
>
> Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan
> Hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik lotion,
> Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan
> sedangkan Benzoic Acid dipakai untuk bahan pengawet makanan tapi
> dilarang dipakai di mie instant. Bahan pengawet ini jika konsumsi
> berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah dan
> keracunan Asidosis metabolik (代謝性酸中毒)
>
> Di Taiwan beredar dua kualitas berbeda
>
> Di Taiwan sendiri, beredar dua kualitas berbeda yaitu kualitas layak
> ekspor dan kualitas dalam negri. Belum diketahui pelarangan mie
> instant ini untuk seluruh kualitas atau hanya kualitas dalam negri
> yang sempat “lolos” ke luar negri.
>
> “Tamparan” keras oleh Depkes Taiwan tentu saja tidak hanya dirasakan
> oleh para penjual, tetapi lebih terasa oleh pemerintah Indonesia
> sendiri mengenai quality control produk ekspor. Bagaimana cara produk
> dalam negri bisa lepas ke luar negri, menjadi pertanyaan yang harus
> dijawab oleh pemerintah Indonesia!
>
> Dibalik kejadian ini, jika Depkes Taiwan menyatakan produk mie instant
> Indonesia berbahaya untuk dikonsumsi, bagaimana di Indonesia? Apakah
> pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kesehatan penduduknya?
> Sedangkan kita tahu produk yang kali ini di “blacklist” oleh
> pemerintah Taiwan, hampir dikonsumsi oleh setiap pelosok masyarakat
> Indonesia.
>
>
> Sent from my BlackBerry®
>
> 
>

Kirim email ke