ah saya rasa Om Anthony Salim fasih lah untuk rembukan dengan bahasa taiwan
2010/10/11 stock gainer <[email protected]> > > > sekarang tergantung pemerintah indonesia sendiri, bisa nggak membela > perusahaan asal indonesia, kalau tidak, ya kita tunggu aja negara2 > lain melakukan hal yg sama, entah dengan alasan apalagi, krn semua > negara kan pasti melindungi industrinya masing2. Kalau melihat reaksi > pemerintah yg sudah2 sih, gw pesimis tuh. > > On 10/11/10, [email protected] <nhpginting%40yahoo.com> < > [email protected] <nhpginting%40yahoo.com>> wrote: > > Pls cintailah produk dalam negeri.. Indomie sudah diproduksi dan di > ekspor > > ke luar negeri puluhan tahun lamanya, hendaknya qt sebagai warna > indonesia > > bersikap arif dan bijaksana menyingkapi kasus ini, jangan terbawa isu-isu > > yang membuat kita terperosok, lebih baik menunggu data yang lebih akurat > > dari pihak2 yang berkepentingan.. Kasus indomie bukan hanya pukulan telak > > bagi indofood tapi bagi kita juga, bagi pemerintah indonesia, karena nama > > indomie telah lama menjadi brand mie terbaik dan terlezat di luar > negeri.. > > Dampak lebih dalamnya, hari ini ihsg hanya naik sedikit karena INDF turun > > drastis.. Jika qt, masyarakat indonesia bersatu untuk tidak ikut-ikutan > > menyebar isu-isu yang blm benar kejelasannya berarti kita juga ikut > > berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian indonesia.. Satu indofood > > satu indonesia.Thnks > > Sent from my BlackBerry® > > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > > > -----Original Message----- > > From: "RonaLd. W e-Mail®" <[email protected] <onalboy%40yahoo.com>> > > Sender: [email protected] <saham%40yahoogroups.com> > > Date: Mon, 11 Oct 2010 13:56:05 > > To: <[email protected] <saham%40yahoogroups.com>> > > Reply-To: [email protected] <saham%40yahoogroups.com> > > Subject: [saham] Indomie di “blacklist” di Luar negeri > > > > > > Indomie di “blacklist” di Luar negeri > > > > Oleh: Kompas | 10 Oktober 2010 | 21:37 WIB > > > > Setelah Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan raziah > > mendadak ke beberapa toko Indonesia, menyatakan mie instant produksi > > Indonesia berbahaya dan dilarang jual. Menurut test yang dilakukan > > oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet > > yang tidak lolos dalam klafikasi barang import yaitu mie instant yang > > memiliki bahan pengawet Hydroxy methyl benzoate dan bumbu instant > > dengan bahan pengawet Benzoic acid. > > > > Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan > > Hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik lotion, > > Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan > > sedangkan Benzoic Acid dipakai untuk bahan pengawet makanan tapi > > dilarang dipakai di mie instant. Bahan pengawet ini jika konsumsi > > berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah dan > > keracunan Asidosis metabolik (代謝性酸中毒) > > > > Di Taiwan beredar dua kualitas berbeda > > > > Di Taiwan sendiri, beredar dua kualitas berbeda yaitu kualitas layak > > ekspor dan kualitas dalam negri. Belum diketahui pelarangan mie > > instant ini untuk seluruh kualitas atau hanya kualitas dalam negri > > yang sempat “lolos” ke luar negri. > > > > “Tamparan” keras oleh Depkes Taiwan tentu saja tidak hanya dirasakan > > oleh para penjual, tetapi lebih terasa oleh pemerintah Indonesia > > sendiri mengenai quality control produk ekspor. Bagaimana cara produk > > dalam negri bisa lepas ke luar negri, menjadi pertanyaan yang harus > > dijawab oleh pemerintah Indonesia! > > > > Dibalik kejadian ini, jika Depkes Taiwan menyatakan produk mie instant > > Indonesia berbahaya untuk dikonsumsi, bagaimana di Indonesia? Apakah > > pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kesehatan penduduknya? > > Sedangkan kita tahu produk yang kali ini di “blacklist” oleh > > pemerintah Taiwan, hampir dikonsumsi oleh setiap pelosok masyarakat > > Indonesia. > > > > > > Sent from my BlackBerry® > >
